Dulu mah satu lot gak cuman 500 saham :d
Beda-2 malah ribet :d
Kalau gak salah inget saham bank dulu sempet 1 lot itu 5000 saham :d


powered by love

-----Original Message-----
From: Alit Suwirya <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 13 Feb 2011 21:34:26 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Bls: Re[2]: [saham] Garuda's Affair

wow ide brilian saya setuju sekali dengan mas Oguds. membumikan saham. Sedikit 
sharing saja di kampus saat saya baru mulai trading saham teman2 pada bilang 
saya gaya bgt mainannya saham. Kesannya trading saham itu suatu yang luar 
biasa. 
Padahal bisa dimulai dengan modal kecil. Mungkin bisa seperti handphone yang 
merupakan barang mewah di akhir tahun 90an tapi sekarang sudah menjadi barang 
yang umum dibawa setiap orang.




________________________________
Dari: Taufik arie w <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Ming, 13 Februari, 2011 09:14:10
Judul: Re: Re[2]: [saham] Garuda's Affair

  
Wah keliatannya gampang dilaksanakan...tetapi kalau saham dibuat eceran malah 
ruwet kalau di indonesia mah....malah ntar banyak pemalsuan...gmn mau 
mencatetnya perusahaan sekuritas atau BEI (KSEI) ntar? Wong perusahaan 
sekuritas 
yg ngaku paling ok spt e-trading aja kewalahan sampai2 salah mencatat jumlah 
lots nasabahnya gitu lho....

Saya gak bisa membayangkan akan terjadi kekacauan dan ladang baru dalam 
memanipulasi serta kejahatan baru ntarnya....

Biarlah sistem jual beli saham spt ini saja, kalau mau membudayakan rakyat biar 
bisa ngeh dan ngerti dunia investasi saham kan udah ada wadahnya yaitu 
reksadana, mungkin di reksadana aja besaran duitnya bisa diturunkan. Yang lebih 
penting yaitu memberdayakan masyarakat utk gemar menabung dan berwirausaha itu 
jauh lbh penting drpd mengindoktrinasi dalam invest ke saham, kalau salah 
persepsi dan penangkapan dari masyarakat malah bahaya, ntar orang malah membabi 
buta ke saham dan ekonomi riil malah kagak jalan, krn semua bermimpi kayak 
mendadak di saham tetapi tdk siap menghadapi risknya.



Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From:  "PH" <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Sun, 13 Feb 2011 02:03:47 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: Re[2]: [saham] Garuda's Affair
  
Kalau gitu jual nya jangan lot-an... Satuan aja :) 


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
________________________________

From:  "Faried" <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Sat, 12 Feb 2011 23:23:36 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: Re[2]: [saham] Garuda's Affair
  
Om Oguds, waaaaaaaah menarik sekali ide nya untuk membumi kan saham ke 
masyarakat.... 


Menarik juga ya bisa beli saham eceran di kios2 pulsa, apalagi kalau jualan 
sahamnya bisa dibundling dg produk nya si emiten, sperti kalau beli ban 5buah 
dapat saham sekian lembar, dari pada dikasih payung/kaos..... jadi smua orang 
bisa berinvestasi dg membeli/menjual eceran sesuai dengan kemampuannya.

Idenya Om Oguds sepertinya hanya bercanda dan mimpi disiang bolong, tapi kalau 
dipikirkan dengan serius maka hasilnya akan membuat IDX kuat dengan pasar 
eceran 
nya, dan tidak gampang digoyang asing...

Smoga di grup ini ada yang bisa menindaklanjutinya ya.... 
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From:  Oguds <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Sun, 13 Feb 2011 02:21:35 +0700
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re[2]: [saham] Garuda's Affair
  
Saturday, February 12, 2011, 10:25:32 PM, you wrote:

eyc> Kl investor retail kolaps ngimana? Ms kasihan?

Saya pikir Garuda bisa membuat terobosan ya. Misalnya, setiap
penjualan tiket, pembeli ditawari (atau dibebani) saham Garuda.
Minimal 10 lembar gitu, jadi Rp 7500. Tidak mahal toh. Di sini BEI
perlu punya mekanisme menjual saham model jadul, yaitu kertas. Mungkin
bentuknya seperti voucher pulsa, ada kode2 khusus buat validasi.

Eh iya, kenapa tidak saham dijual model voucher gitu ya? Rakyat
Indonesia besar, tapi daya belinya rendah dan sungkan yg ribet2.
Kenapa saham2 tidak dijual eceran begitu. Jualannya numpang di toko2
voucher pulsa (nanti dialognya gini: ada saham GIAA gak? harganya brp
skr?). Selain saham fisik, ada juga yg elektrik. Mudahlah diatur
mekanisme jual belinya, dengan komputerisasi dan kode2 validasi tadi.

Bila bentuk fisiknya bagus, misalnya pemain2 MU, boleh jadi mendorong
minat untuk koleksi. Spt pedagang K5 yg mangkal di depan SD, banyak
dijual kartu2 menarik itu, anak2 suka. Nah, ini berupa saham, yg punya
nilai investasi. Artinya mendidik mereka sejak kecil untuk investasi.
Bayangkan mereka beli MBTO di 475, 20th nanti harganya bisa 50rb.

So, sudah selayaknya Bapepam menggalakkan bisnis eceran saham.
Janganlah eksklusif, harus rekening aktiflah, saldonya harus besarlah,
belinya harus per-lot-lah, dst, menjauhkan pasar modal dari realitas.
Ingatlah efek bola salju, menggelinding dari kecil dan terus membesar.

-- 
Tertanda,
Oguds [960000031]


 


Kirim email ke