Pak Lukman, iya salah maap...td udh dikoreksi, hrsnya 1.030.000 ... he he he
...


2011/4/6 Lukman jkt <[email protected]>

>
>
> Ini baru , komentar dari pedagang . pelaku real yg sebenarnya .   dan saya
> setuju dengan jawaban nya .
>
>
> untuk Pak figo .
>
> hitungan bapak salah tuh : 1.000.000 dijual cuma dgn harga 1.003.000 (3%)
> .. ===  0.3 %  pak
>
>
> Untuk bisa menjawab .  kenapa di kena kan biaya tambahan .  seharusnya
> akarnya  di berapa kah yg akan di potong oleh bank  ------
>
>
>
>
>
>
>
>
> 2011/4/6 <[email protected]>
>
>
>>
>> Klo dibidang ane (ane dagang produk IT), ga aneh kok klo margin 3-5%.
>> Bahkan untuk beberapa case <3%.
>> Misalnya aja notebook (misal modal 6jt). Biasa dijual 6.150.000 (2.5%).
>> Atau bahkan kalo ada yg belinya banyak, cuan 50rb aja dikasi, asal bayar
>> COD.
>>
>> Cheers,
>> ------------------------------
>> *From: * ZFQ <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Wed, 6 Apr 2011 07:03:26 +0700
>> *To: *<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *Re: [saham] Prosedur Klaim Surcharge Kartu Kredit
>>
>>
>>
>> Repot ya sekedar tdk kena surcharge waktu belanja pake kartu kredit
>>
>> .... Sebenarnya klo blh kasih pendapat sih, setipis2nya marjin dari
>> merchant jaranglah yg bener2 sampe kurang dari 5% ... apa iya modal
>> pedagang 10.000 dijualnya cuma dgn hrg 10.400 (4%) atau modal
>> 1.000.000 dijual cuma dgn harga 1.003.000 (3%) ... Kalau memang cuma
>> kurang dari 5% marjinnya, banyak org gak mau dagang krn cuma kebagian
>> capeknya kaleeeeee ... Emang para merchant itu aja yg gak mau dipotong
>> cuannya
>>
>> On 4/6/11, Susanto Salim <[email protected]> wrote:
>> > Lah mosok ya merchant nya mau bikin terpisah begitu....payah nih logika
>> > pelaporannya.
>> >
>> > seharusnya memang gak aneh kalo ngutang (pake cc = ngutang) bayar lebih
>> > mahal daripada yang bayar cash. Saya kira si merchant sebaiknya bikin
>> aja 2
>> > harga, 1 harga bayar pake cash keras, satu lagi kalo bayar pake CC, jadi
>> kan
>> > gak ada tambahan fee dan gak melanggar aturan.
>> > -----------
>> > *A man is incapable of comprehending any argument that interferes with
>> his
>> > revenue.
>> > -- René Descartes*
>> >
>> >
>> > 2011/4/6 Jonathan Abraham <[email protected]>
>> >
>> >> detikFinanceJakarta - Sejumlah merchant masih mengenakan surcharge atau
>> >> biaya ekstra untuk transaksi yang menggunakan kartu kredit. Jika
>> nasabah
>> >> tidak terima kena surcharge tersebut, maka bisa mengajukan klaim ke
>> bank
>> >> penerbit kartu kredit. Bagaimana caranya?Analis Eksekutif Tim
>> Pengaturan
>> >> Sistem Pembayaran Direktorat Akuntansi dan Sistem Pembayaran Bank
>> >> Indonesia,
>> >> Puji Atmoko mengatakan jika nasabah ingin mengajukan klaim, mereka
>> harus
>> >> meminta merchant untuk menuliskan rincian harga sesungguhnya dan
>> surcharge
>> >> yang dikenakan."Tetapi pemegang kartu harus meminta kepada merchant
>> untuk
>> >> menuliskan rincian harga atau memisahkan komponen harga yang sebenarnya
>> >> dan
>> >> surcharge yang dikenakan," ujarnya di di Gedung BI, Jakarta, Rabu
>> >> (5/4/2011).Menurutnya, ketika biaya surcharge dipisahkan dengan biaya
>> >> pembelian di merchant maka didalam tagihan kartu kredit nantinya akan
>> >> terlihat. Dan setelah terlihat pada tagihannya, maka pemegang kartu
>> bisa
>> >> mengklaim surcharge itu ke banknya."Bisa itu diklaim surcharge-nya ke
>> >> bank.
>> >> Nasabah kan terpaksa, jadi harganya lebih tinggi daripada bayar tunai.
>> >> Surcharge itu termasuk yang dilarang oleh penerbit," ungkap
>> Puji.Dikatakan
>> >> Puji, selain meminta klaim ke bank, nasabah hendaknya melaporkan secara
>> >> resmi ke bank, merchant mana yang menarik surcharge kepada nasabah
>> >> pemegang
>> >> kartu kredit tersebut. Sehingga, lanjut Puji pihak penerbit bisa
>> >> memutuskan
>> >> kontraknya dengan merchant tersebut."Didalam pasal 8 PBI 11/11/2009,
>> >> acquire
>> >> atau penerbit itu wajib menghentikan kerjasama dengan merchant yang
>> >> merugikan. Baik merugikan pihak penerbit dan pemegang kartu,"
>> jelasnya.Ia
>> >> menambahkan, prinsipal kartu kredit yakni Visa dan Mastercard juga udah
>> >> melarang merchant mengenakan surcharge atau biaya tambahan tersebut.
>> >> "Diadukan ke penerbit saja, kemudian merchant itu kena sanksi dan bisa
>> >> ditutup. Itu tidak boleh," tambahnya."Sekali lagi surcharge dilarang
>> oleh
>> >> penerbit, dari BI itu akan mengatur sisi acquarie-nya. Jika merchant
>> nakal
>> >> dihentikan," tambahnya.Sebelumnya, General Manager Asosiasi Kartu
>> Kredit
>> >> Indonesia (AKKI) Steve Marta juga mengatakan, pengenaan surcharge yang
>> >> dilakukan merchant dikarenakan merchant sering kali menjual barang
>> dengan
>> >> marjin tipis sehingga tidak mau dibebankan lagi dengan surcharge
>> >> penggunaan
>> >> kartu kredit. Surcharge akhirnya tersebut dikenakan kepada pemegang
>> >> kartu.AKKI sendiri menghimbau kepada merchant agar surcharge dimasukkan
>> ke
>> >> dalam komponen harga sehingga nasabah nyaman menggunakan kartu kredit
>> >> untuk
>> >> bertransaksi. Menurut Steve, pihaknya tidak akan langsung melarang
>> >> acquirer
>> >> menghentikan kerja samanya degan merchant."Kita gak akan langsung
>> menutup
>> >> gitu. Nanti kampanye cashless society dari BI gak bisa berjalan
>> >> lagi,"tuturnya.
>> >> Sent from my BlackBerry®
>> >> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>> >>
>> >> ------------------------------------
>> >>
>> >> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar
>> saham.
>> >>
>> >> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN
>> ADMIN
>> >> MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU
>> >> MENJUAL
>> >> EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK
>> >> INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.
>> >>
>> >> [email protected] untuk berhenti dari milis saham
>> >> [email protected] untuk bergabung ke milis saham
>> >> Yahoo! Groups Links
>> >>
>> >>
>> >>
>> >>
>> >
>>
>>
>>
>
>
> --
> Lukman
>
>   
>

Kirim email ke