Pak SV, kalau sudah masuk krisis, dan MA200 sudah tembus, ya jualannya di
harga lebih bawah dong :)
MA200 IHSG saat ini di 3588. Sekedar tambahan saja, MA200 tembus, belum
tentu merupakan indikasi terjadi krisis.

Itu sebabnya, saya bikin judulnya BILA terjadi krisis alias krisis belum
terjadi. Tapi tanda2 ke arah sana sudah tampak seperti yg tadi di MetroTV
saya tunjukan grafik data makro ekonomi AS yg perlu diwaspadai kedepannya.

Ekonomi sekarang, bisa masuk krisis bisa juga tidak masuk krisis. Masih
50-50, tapi kita sudah bisa lihat bagaimana pemerintah AS sekarang ini lagi
dipusingkan dengan masalah ancaman krisis yg tidak kecil tersebut.
Mengabaikan indikasi2 awal seperti itu hanya membuat kita kehilangan menjual
di harga bagus.

Saya pribadi bergerak ambil tindakan lebih cepat dan lebih awal pada tanggal
3 Juni 2011 lalu dengan pemikiran mumpung masih dapat harga2 bagus. Resiko
saya waktu itu adalah ternyata saya meleset, dan harga2 sahamnya terus naik.
Bagi saya, bila itu yg terjadi, saya tidak masalah, toh trading masih bisa
jalan terus di lain waktu ketika situasi sudah saya rasa aman. Walau harus
beli dengan harga lebih tinggi, kalau kandungan resikonya sudah lebih
rendah, saya lebih suka. Ketimbang, saya pertaruhkan aset saya demi
emosional yang tidak jelas seperti misal terlalu pede atau terlalu fokus ke
satu data/harapan, lalu ketika harga beneran melorot terus dalam 3-4 bulan
mendatang, akhirnya tersadar aset sudah tergerus 50-75% dari puncaknya.

Penyesalan akhirnya datang terlambat, dan tiap hari jadi lebih rajin berdoa
berharap ekonomi segera pulih dan porto kembali BEP. Sisi positipnya dari
peristiwa itu, jadi tambah rajin berdoa. Sisi negatipnya, tidurnya jadi
kurang nyenyak :)


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2011/6/13 <[email protected]>

>
>
> Based on chart dji dan jkse
> Ma 200 masih uptrend
> Jadi kata chartnya sendiri belum krisis 2008. Bro ian sendiri kan chartist.
> Gimana pendpatnya soal chart tsb ?
> Mungkin saya salah. Tolong di koreksi
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> ------------------------------
> *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Mon, 13 Jun 2011 11:32:31 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[saham] Bila Terjadi Krisis
>
>
>
> Ini hanya untuk nambah pengetahuan saja ya.
>
>
> Bila terjadi krisis seperti tahun 2008 lalu, dan polanya mirip, maka
> dibutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan harga saham bergerak turun dari puncaknya
> dengan besaran sekitar 50-75% (kecuali defensive stock yg biasanya turunnya
> bisa lebih kecil). Jadi bukan dalam 3-4 hari seperti perkiraan orang
> belakangan ini.
>
> Bila ekonomi AS mengalami double dips yaitu kondisi dimana masuk resesi
> (2008-2009) lalu recover sesaat (2009-2011) kemudian masuk lagi resesi, maka
> saya perkirakan indeks DOW bisa masuk ke level 8500-9000 kembali.
>
> Saat ini tidak ada yang tahu apakah AS akan masuk resesi lagi atau tidak,
> karenanya pintar2 sajalah mengatur porto dan aset yang ada.
>
> Berhatilah2 dengan rekomendasi2 buy yg menganggap ekonomi aman2 saja karena
> ketika anda terbuai dan terlena, lalu ekonomi benar2 mengarah ke negatif,
> aset anda akan tergerus cukup hebat.
>
> Juga berhati2lah dengan rekomendasi2 sell yg mengatakan ekonomi mau
> crash/resesi, karena ketika ternyata ekonomi tidak jadi masuk resesi, maka
> bisa jadi anda kehilangan peluang untung dari kenaikan harga saham.
>
> Semua pilihan ada ditangan anda masing2, sesuaikan dengan batasan resiko
> masing2.
> Punya poisisi atau tidak posisi, keduanya sama2 memiliki resikonya masing2
> dengan sifat resiko yg tentunya berbeda. Yang satu kemungkinan
> kehilangan/tergerusnya aset tapi punya peluang naik asetnya, yang satunya
> lagi resiko asetnya tidak bertambah tapi juga tidak berkurang karena pegang
> cash. Yang mana lebih cocok toleransi resikonya, silakan anda pilih dengan
> bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.
>
> Abaikan saja para cheerleader yg teriak2 buy or sell di milis atau pun
> lainnya, fokus dengan kemampuan sendiri dalam menganalisa situasi dan grafik
> yang ada.
> Tips untuk melihat grafik, lihatlah grafik seolah2 anda tidak punya posisi
> apapun, biasanya lihat grafiknya jadi lebih jernih. Bila masih belum bisa
> jernih karena ada posisi, print saja grafik tersebut, tanyakan ke tukang
> parkir atau pembantu anda di rumah, menurut matanya dia, grafiknya cenderung
> mau turun atau naik dalam 1-2 bulan ke depan. Agar mantap, tanyakan saja ke
> 5 orang yg awam bursa dan grafik. Biasanya, orang awam cenderung masih polos
> dan jernih lihat grafik  ketimbang yg sudah tiap hari lihat grafik  Kalau ke
> pembantu, coba saja nanyanya dengan bilang, kalau sendainya grafik ini
> adalah grafik harga cabe, kira2 harga cabenya mau naik atau turun :)
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
>
> 
>

Kirim email ke