Penentuan masuk resesi tidaknya, banyak ukuran2 yg suka dipakai orang, bukan hanya GDP. Silakan saja pakai indikator mana yg sesuai dengan anda, saya tidak akan membatasi.
Kalau kita cek ke belakang, di kirisis 2008 lalu, GDP AS baru masuk ke fase dua kwartal berturut2 minus pada saat data GDP keluar tanggal 26 Maret 2009. Satu hari sebelumnya, DOW ditutup di 7749, turun dari tertingginya 11 Okt 2007 di 14280 alias turun hampir 50% dari puncak tertingginya. Atau kalau dari puncak pertengahan 2008 ketika DOW berada di 13026 alias turun 40% dari puncaknya. Sebelum diumumkan GDP nya yg membuat secara official/resmi AS masuk resesi berdasarkan data GDP tsb, indeks DOW terendahnya berada di 6440 yaitu tanggal 9 Maret 2009. Setelah diumumkan GDP yg minus dua kwartal tersebut, DOW tidak pernah turun lebih rendahdari 7400, malah naik terus :) Bottom line yg mau saya sampaikan adalah di dunia trading dan investasi, kita bergerak selangkah lebih dulu ketimbang nunggu benar2 resmi masuk resesi. Kalau tidak, ya siap2 sajalah tergerus 50-75% dari level tertingginya. Saham2 BC di BEI, untuk periode 4 bulan dari Juli - Oktober 2008, harga bbrp saham BC (yg tadi tabelnya sudah saya tampilkan di MetroTV) tergerus hebat 50-85% dari harga puncaknya periode tersebut. Kalau resesi tersebut dianggap tidak berbahaya karena hanya bikin turun dari puncaknya sekitar 50-85%, ngga apa2 juga sih. Khan batasan toleransi orang terhadap resiko itu bisa berbeda2. Saya sih milih mending jualan di atas, trus nanti kalau ancaman resesi ataupun krisis atau apapun istilah yg mau dipakai (saya malas berdebat soal istilah, yg penting tahulah maksud saya, ada masalah di ekonomi) sudah redaan, ntah terbukti atau tidak masalah ekonomi itu terjadi, barulah saya masuk untuk investasi lagi. Apakah harus nunggu 3 bulan, atau 4 bulan, atau 6 bulan lagi, ngga masalahlah, karena toh untuk investasi tujuan saya adalah tahunan, bukan harian atau mingguan. Sementara untuk trading, saya bisa keluar masuk kapan pun yg saya suka, sesiap2nya saya saja. Toh untuk trading, kita bisa trading dalam suasana bullish ataupun bearish. Yang penting kita paham dan sadar kita sedang berada di siklus bearish atau bullish sehingga tahu teknik yg harus digunakan dalam membaca chart :) Topik lainnya di tulisan anda, tidak saya bahas ya, karena saya tidak sepaham dengan Pak Ricky dan kebetulan saya tidak sedang ingin beragumentasi soal lain. Bisa kepanjangan nulisnya soalnya dan lagian ini bukan jam kuliah ekonomi makro :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/6/13 ricky1group <[email protected]> > kalau cuma resesi kayaknya ngak terlalu berbahaya bang IAN, harus lebih > dulu dibedakan antara resesi dengan krisis. Mungkin banyak yang menyamakan > antara krisis dengan resesi. Kalau resesi versi wallstreet kan 2 kuartal > berturut-turut terjadi penurunan GDP. Saat ini kan baru sampai persepsi dan > memang data yang dirilis khususnya sejak awal musim panas disana tidak > terlalu baik spt data pengangguran yang diharapkan terus turun setelah > mencapai angka 10%, akan tetapi belakangan hanya tertahan sampai level 9% > apalagi kekawatiran QE2 yang berakhir belum ada stimulus baru buat ekonomi > AS. > > G malah melihat berakhirnya QE2 malah bagus buat emerging market, saat KTT > APEC November 2010 lalu banyak pemimpin dunia khususnya dari BRIC sangat > tidak setuju dengan QE2 versi Bernanke, mereka khawatir dengan bubble > kenaikan harga aset. Dengan berakhirnya QE 2 seharusnya kekawatiran BRIC dan > Emerging Market lainnya akan bubble ekonomi mereka berkurang. Mungkin dalam > 1-2 minggu ini malahan pemerintah RRC akan melonggarkan ekonomi mereka > apalagi ancaman inflasi disana bisa dikendalikan ataupun bahayanya sudah > berkurang. Kan selama QE2 mereka terus menahan diri menghindari bubble yang > dikawatirkan. > > Selama musim panas ini juga, harga komoditas bergerak relatif tidak jauh > artinya spekulasi yang dikawatirkan terjadi pada komoditas akibat QE2 kan > tidak terjadi kecuali hanya pada komoditas emas yang terus new high. > > Dengan kurangnya spekulasi di komoditas dapat juga diartikan kurangnya > spekulan yang bermain di sektor ini, sehingga bahaya efek domino dari bubble > ataupun krisis ataupun dampak resesi mungkin menjadi tidak ada. > > Sedang di Indonesia, kalau g membacanya hanya karena pemerintah yang setiap > minggu rajin menerbitkan surat utang, suka ataupun tidak akan menggerus dana > institusi yang biasa menjaga pasar. Jika penerbitan 2-3 kali dalam beberapa > bulan mungkin mereka masih aman, masalahnya kan alokasi dana terus digerus > setiap minggu. Apa perbankan berani setiap penerbitan SUN dan sebagainya > terus dibeli mereka, kan tidak mungkin. Makanya likuiditas disektor unggulan > belakangan ini cendrung tertahan dan yang bermain kelompok relatif murah > apalagi potensi dividen mereka relatif besar terutama sejak kebijakan > pemotongan pph final 10% sejak tahun lalu mendorong emiten kelas 2 yang > umumnya dikendalikan keluarga untuk berani membayar lebih besar dari > biasanya. > > > > --- In [email protected], Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@...> > wrote: > > > > Ini hanya untuk nambah pengetahuan saja ya. > > > > Bila terjadi krisis seperti tahun 2008 lalu, dan polanya mirip, maka > > dibutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan harga saham bergerak turun dari > puncaknya > > dengan besaran sekitar 50-75% (kecuali defensive stock yg biasanya > turunnya > > bisa lebih kecil). Jadi bukan dalam 3-4 hari seperti perkiraan orang > > belakangan ini. > > > > Bila ekonomi AS mengalami double dips yaitu kondisi dimana masuk resesi > > (2008-2009) lalu recover sesaat (2009-2011) kemudian masuk lagi resesi, > maka > > saya perkirakan indeks DOW bisa masuk ke level 8500-9000 kembali. > > > > Saat ini tidak ada yang tahu apakah AS akan masuk resesi lagi atau tidak, > > karenanya pintar2 sajalah mengatur porto dan aset yang ada. > > > > Berhatilah2 dengan rekomendasi2 buy yg menganggap ekonomi aman2 saja > karena > > ketika anda terbuai dan terlena, lalu ekonomi benar2 mengarah ke negatif, > > aset anda akan tergerus cukup hebat. > > > > Juga berhati2lah dengan rekomendasi2 sell yg mengatakan ekonomi mau > > crash/resesi, karena ketika ternyata ekonomi tidak jadi masuk resesi, > maka > > bisa jadi anda kehilangan peluang untung dari kenaikan harga saham. > > > > Semua pilihan ada ditangan anda masing2, sesuaikan dengan batasan resiko > > masing2. > > Punya poisisi atau tidak posisi, keduanya sama2 memiliki resikonya > masing2 > > dengan sifat resiko yg tentunya berbeda. Yang satu kemungkinan > > kehilangan/tergerusnya aset tapi punya peluang naik asetnya, yang satunya > > lagi resiko asetnya tidak bertambah tapi juga tidak berkurang karena > pegang > > cash. Yang mana lebih cocok toleransi resikonya, silakan anda pilih > dengan > > bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. > > > > Abaikan saja para cheerleader yg teriak2 buy or sell di milis atau pun > > lainnya, fokus dengan kemampuan sendiri dalam menganalisa situasi dan > grafik > > yang ada. > > Tips untuk melihat grafik, lihatlah grafik seolah2 anda tidak punya > posisi > > apapun, biasanya lihat grafiknya jadi lebih jernih. Bila masih belum bisa > > jernih karena ada posisi, print saja grafik tersebut, tanyakan ke tukang > > parkir atau pembantu anda di rumah, menurut matanya dia, grafiknya > cenderung > > mau turun atau naik dalam 1-2 bulan ke depan. Agar mantap, tanyakan saja > ke > > 5 orang yg awam bursa dan grafik. Biasanya, orang awam cenderung masih > polos > > dan jernih lihat grafik ketimbang yg sudah tiap hari lihat grafik Kalau > ke > > pembantu, coba saja nanyanya dengan bilang, kalau sendainya grafik ini > > adalah grafik harga cabe, kira2 harga cabenya mau naik atau turun :) > > > > > > jabat erat, > > Irwan Ariston Napitupulu > > > > > > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > >
