Dari posisi saya yg 100% cash saja sudah bisa disimpulkan bahwa saya melihat peluang saya untuk dapat profit sudah kecil, gedean kemungkinan loss nya.
Itu tidak berarti dan diartikan bahwa IHSG PASTI TURUN. IHSG bergerak naik dan turun bukan berdasarkan saya pegang 100% cash atau tidaknya. IHSG naik dan turun juga bukan berdasarkan apa kata saya tentang perkiraan IHSG. Memangnya saya siapa, bisa menggerakan IHSG? Ini yg saya perhatikan seperti diartikan demikian oleh beberapa orang di milis ini. Seolah2 kalau saya kasih perkiraan negatif terhadap bursa, maka bursa akan turun. Fakta menunjukkan di tahun 2008 saya tetap bullish karena mengandalkan emosi (akibat ada analis perminyakan yg mengatakan minyak akan ke 200) dan mengabaikan grafik, akhirnya saya jadi pahlawan kesiangan karena IHSG turun terus dari bulan ke bulan. Belajar dari pengalaman 2008 itulah saya tidak ingin mengulang kesalahan yang sama. Apa yang saya lihat di grafik, dan sudah saya konfirmasi dengan data makro AS dan grafik DOW, menunjukkan peluang turun lebih besar dari peluang naik. Itulah yang saya sharingkan ke anggota milis ini dan lewat media lainnya. Saya tidak pusingkan akan diikuti atau tidak, setidaknya saya sharingkan apa yang saya lihat, dan terserah masing2 mengambil keputusan untuk dirinya sendiri2. Jangan lupa, saya bicara 100% cash sejak 3 Juni 2011, saat IHSG berada di 3830-an. Bukan hari ini, bukan setelah turun banyak. Tapi ketika IHSG masih berada di puncak2nya. Apakah saya bisa berubah minggu depan ataupun bulan depan? Bisa saja saya berubah kalau grafik mengatakan demikian, kalau data makro ekonomi AS juga menunjukkan perubahan berarti sehingga pelaku pasar dunia menjadi lebih optimis lagi terhadap kondisi makro ekonomi dunia. Semoga dipahami. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/6/14 Trader Newbie <[email protected]> > > > Dari postingan abang di bawah tentu saja. > Saya belum sempat membaca postingan yang lain. > > Posisi abang yang saya tahu per Jumat dulu sudah cash. > Pandangan abang tentang bursa saat ini menurut postingan tidak jelas, > karena abang menggunakan kata "BILA". > > Abang mengirimkan kembali posting tersebut pada hari ini di saat bursa kita > hijau. > > Ini yang saya maksud dengan dua arah :) > > > Sent from my BlackBerry® smartphone > ------------------------------ > *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Tue, 14 Jun 2011 16:29:52 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [saham] Re: Bila Terjadi Krisis > > > > Dua arahnya dimana ya? > > Sudah baca posting2 saya yg lainnya yg dengan jelas menyebutkan posisi saya > dan pandangan saya tentang bursa saat ini? Tidak ada yg dua arah yang saya > ingat. :) > > Abaikan omongan orang lain tentang saya, baca langsung saja apa yang saya > tulis dan bukan dari orang lain tuliskan tentang saya karena rawan dibelokin > artinya :) > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > 2011/6/14 Trader Newbie <[email protected]> > >> >> >> Masalahnya Bang, tulisan ini mengindikasikan 2 arah. >> Bila, jika.... >> >> Bagaimana perkiraan bang Irwan terhadap kondisi bursa kita dalam say 3-6 >> bulan ke depan dari kacamata abang yang mudah dicerna oleh kita-kita yang >> awam tanpa menggunakan kata bersayap BILA/JIKA.... >> >> >> Sent from my BlackBerry® smartphone >> ------------------------------ >> *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> >> *Sender: * [email protected] >> *Date: *Tue, 14 Jun 2011 15:52:27 +0700 >> *To: *<[email protected]> >> *ReplyTo: * [email protected] >> *Subject: *[saham] Re: Bila Terjadi Krisis >> >> >> >> Saya repost sajalah posting saya terdahulu agar lebih jelas. >> Bagi yang belum paham arti kata "BILA", saya sedikit jelaskan ya, kata >> BILA itu artinya belum terjadi dan sifatnya lebih kepada pengkondisian. >> Tujuannya untuk memberikan gambaran seandainya hal tersebut beneran terjadi >> sehingga diharapkan sudah siap dan tahu medan tempur yang akan dihadapi. >> >> Agar repot memang menghadapi orang yang ngga hati2 dalam membaca dan >> mengartikan, lalu mengartikan sendiri semaunya saja yang akhirnya malah >> memberikan arti yang berbeda seolah2 saya mengatakan apa yang orang tersebut >> tuliskan. Apesnya, pihak lain yang tidak mengikuti postingan dengan lengkap, >> jadi percaya kalau saya mengatakan demikian. >> >> Begitulah nasib saya, ditambahin kerjaan yang ngga seharusnya saya lakuin >> hanya karena keteledoran beberapa pihak dalam membaca dan mengartikan >> tulisan akibat emosinya duluan yang didahulukan, bukan nalarnya :) >> >> jabat erat, >> Irwan Ariston Napitupulu >> >> 2011/6/13 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> >> >>> Ini hanya untuk nambah pengetahuan saja ya. >>> >>> Bila terjadi krisis seperti tahun 2008 lalu, dan polanya mirip, maka >>> dibutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan harga saham bergerak turun dari puncaknya >>> dengan besaran sekitar 50-75% (kecuali defensive stock yg biasanya turunnya >>> bisa lebih kecil). Jadi bukan dalam 3-4 hari seperti perkiraan orang >>> belakangan ini. >>> >>> Bila ekonomi AS mengalami double dips yaitu kondisi dimana masuk resesi >>> (2008-2009) lalu recover sesaat (2009-2011) kemudian masuk lagi resesi, maka >>> saya perkirakan indeks DOW bisa masuk ke level 8500-9000 kembali. >>> >>> Saat ini tidak ada yang tahu apakah AS akan masuk resesi lagi atau tidak, >>> karenanya pintar2 sajalah mengatur porto dan aset yang ada. >>> >>> Berhatilah2 dengan rekomendasi2 buy yg menganggap ekonomi aman2 saja >>> karena ketika anda terbuai dan terlena, lalu ekonomi benar2 mengarah ke >>> negatif, aset anda akan tergerus cukup hebat. >>> >>> Juga berhati2lah dengan rekomendasi2 sell yg mengatakan ekonomi mau >>> crash/resesi, karena ketika ternyata ekonomi tidak jadi masuk resesi, maka >>> bisa jadi anda kehilangan peluang untung dari kenaikan harga saham. >>> >>> Semua pilihan ada ditangan anda masing2, sesuaikan dengan batasan resiko >>> masing2. >>> Punya poisisi atau tidak posisi, keduanya sama2 memiliki resikonya >>> masing2 dengan sifat resiko yg tentunya berbeda. Yang satu kemungkinan >>> kehilangan/tergerusnya aset tapi punya peluang naik asetnya, yang satunya >>> lagi resiko asetnya tidak bertambah tapi juga tidak berkurang karena pegang >>> cash. Yang mana lebih cocok toleransi resikonya, silakan anda pilih dengan >>> bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. >>> >>> Abaikan saja para cheerleader yg teriak2 buy or sell di milis atau pun >>> lainnya, fokus dengan kemampuan sendiri dalam menganalisa situasi dan grafik >>> yang ada. >>> Tips untuk melihat grafik, lihatlah grafik seolah2 anda tidak punya >>> posisi apapun, biasanya lihat grafiknya jadi lebih jernih. Bila masih belum >>> bisa jernih karena ada posisi, print saja grafik tersebut, tanyakan ke >>> tukang parkir atau pembantu anda di rumah, menurut matanya dia, grafiknya >>> cenderung mau turun atau naik dalam 1-2 bulan ke depan. Agar mantap, >>> tanyakan saja ke 5 orang yg awam bursa dan grafik. Biasanya, orang awam >>> cenderung masih polos dan jernih lihat grafik ketimbang yg sudah tiap hari >>> lihat grafik Kalau ke pembantu, coba saja nanyanya dengan bilang, kalau >>> sendainya grafik ini adalah grafik harga cabe, kira2 harga cabenya mau naik >>> atau turun :) >>> >>> >>> jabat erat, >>> Irwan Ariston Napitupulu >>> >> >> >> >> > > > >
