Saya berani bertaruh, pasti Gun Mastercuan engga pernah ketemu yang GM sebut 
sendiri, yakni Bandar. 

FYI, 
Bandar yang saya temui semuanya pakai TA. 
Kebanyakan pakai Metastock (bukan promosi). 

TA digunakan untuk mencari market timing dan memaintain saham sebagai market 
maker.

BD aja pake TA, kenapa kita engga??

Powered by:
http://doktermarket.blogspot.com
Twitter: @doktermarket

-----Original Message-----
From: Gun Mastercuan <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 23 Dec 2011 03:51:08 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Saat Trading Yang Paling Enak

kalau pernyataan saya nyeleneh dan di tanggapi...artinya pernyataan gw bener TA 
gak efektif...hahaha...kalo analisa TA bener...ya itu karena bandarnya...bukan 
TA itu sendiri...
 
ada yg prediksi pakai TA,saham A TP 495 (hampir 1 bln yg lalu)...ditanya sampai 
brp lama bisa sampai hrg tsb...jawaban mengambang alias gak berani 
jwb...artinya itu sama saja spekulasi...dan sampai skrng hrg tersebur gak 
tercapai....jd apa gunanya kl cuma menjerumuskan.
 

--- On Fri, 12/23/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> wrote:


From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Subject: Re: [saham] Saat Trading Yang Paling Enak
To: [email protected]
Date: Friday, December 23, 2011, 2:13 AM



  



Mulailah dari diri sendiri menghargai orang lain. Jangan maunya diri sendiri 
minta dihargai, tapi ngga bisa menghargai orang lain.
Pernyataan awal anda itu adalah salah satu bentuk tidak menghargai orang lain.

Mengatakan TA tidak ada efeknya di IHSG atau BEI itu adalah satu bentuk sikap 
tidak menghargai keilmuan TA yg banyak digunakan di dunia trading, sekaligus 
anda bersikap tidak menghargai para pengguna TA itu sendiri. Makanya, bila ada 
pihak yg melakukan konfrontir, itulah resiko yg harus anda hadapi ketika berani 
mengeluarkan PERNYATAAN nyeleneh seperti itu.

Setelah saya konfrontir dengan bertanya apakah anda paham TA? Anda bilang anda 
paham. Ketika saya cross check lagi dengan kasih studi kasus di tiga saham  
saja, akhirnya anda mengakui dan jujur ke milis ini bahwa anda ngga gitu paham 
TA. Padahal saya tidak mengharuskan analisa TA nya jadi kenyataan atau terbukti 
benar. Karena ukuran orang paham TA itu bukan pada prediksinya benar, tapi 
paham cara menggunakan TA/indikator, dan paham bahwa TA tidak menggaransi 
pergerakan harga di masa mendatang.

Bagaimana mungkin anda yg akhirnya mengaku ngga gitu paham TA koq bisa nekat 
nge judge TA itu ngga ada efeknya di dunia trading BEI? 

Jangan sampai buruk muka cermina dibelah seperti yg disinyalir oleh 
doktermarket. Bukannya anda bersyukur kepada doktermarket yg telah mengingatkan 
akan kesalahan anda, eh malah anda melakukan pelecehan berikutnya.

Kalau anda mau keluar dari milis ini karena merasa ngga cocok dengan milis 
saham, tinggal bilang lewat email saya di [email protected]
Saya akan bantu unsubscribe email anda.
Sejauh ini saya belum melihat ada pelanggaran netiket yg serius yg membuat 
status email anda perlu dimoderasi atau dikeluarkan dari milis. Tapi kalau anda 
terus nyeleneh dan cari pertengkaran yg tidak perlu di milis ini, moderator 
akan melakukan fungsinya dengan memoderasi email anda spt yg sudah dilakukan 
moderator terhadap email2 lain yg nyeleneh ngga keruan dan kategorinya sudah 
bukan khilaf lagi, tapi ada unsur kesengajaan dan memang fokusnya hanya mau 
bikin rame ngga keruan milis saham.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2011/12/23 Gun Mastercuan <[email protected]>






bung intinya menghargai pendapat orang....kalau memang dimilis ini gak 
menghargai pendapt orang, silakan dikeluarkan.







From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Friday, December 23, 2011 1:30 PM



Subject: Re: [saham] Saat Trading Yang Paling Enak






  

Saya ketika beli dan menjadi leader di satu saham, saya gunakan TA.
Beberapa kawan saya yg juga terkadang sebagai penggerak pasar, mereka juga 
pakai TA.
Silakan Pak GM mau percaya atau tidak, itu hak anda :)

Trading itu yg penting bisa dapat cuan, ngga peduli tekniknya mau pakai apa. 
Mau pakai rumors, mau pakai news, mau taping, mau TA, mau FA, mau lempar koin 
atau hitung kancing, mau duduk disebelah bandar atau orang bandar, atau 
apapun2, sah2 saja. Bukan sesuatu yg perlu diperdebatkan mana yg paling bagus 
dan tepat untuk digunakan.

Setiap orang bisa punya gayanya sendiri, punya caranya sendiri, punya tools nya 
sendiri. Kalau anda ngga cocok pakai TA, mungkin karena anda belum paham soal 
TA atau memang TA ngga cocok dengan trading style anda. Jadi, jangan pernah 
mengatakan TA tidak bisa digunakan di BEI, hanya karena anda tidak bisa 
memakainya. Sudah banyak trader di BEI yg sukses pakai TA dalam memperkirakan 
pergerakan harga.

Lebih baik anda rendah hati saja, tidak perlu menyombongkan diri dengan 
mengatakan TA tidak bisa digunakan di BEI karena faktanya TA bisa digunakan dan 
sudah banyak yg menggunakan. Itu sebabnya Pak Dokter Market ada menulis kalimat
"Buruk muka cermin dibelah."
Kalimat itu adalah penggalan dari peribahasa yg umum digunakan di Indonesia. 
Jadi, Pak doktermarket tidak sedang mengatakan muka anda buruk parasnya. Bukan 
itu maksudnya. Tapi lebih kepada, bila kita belum paham cara menggunakan tools 
tertentu, janganlah cepat menyalahkan tools tersebut ngga bener, ngga bisa 
dipakai. Dan hal tersebut ada dijelaskan di kalimat doktermarket setelah 
penggalan peribahasanya tersebut dengan mengatakan, "Karena tidak bisa 
menggunakan teknikal maka teknikal disalahkan."

Jadi, ini bukan menjelek2an anda, Pak GM, tapi karena anda sudah lebih dulu 
merasa paling tahu tentang TA sehingga berani mengatakan "namanya jg 
IHSG...teknikal gak ada efeknya....spekulasi semua alias judi." tentunya orang2 
yg tidak sepaham dengan anda bisa berargumen sebaliknya. Kalau tulisan anda 
tidak ingin dikomentari, sebaiknya jangan dikirim ke milis saham. Kalau di 
kirim di milis saham, berarti siap untuk dikomentari.

Akan berbeda kalau anda menulisnya sebagai berikut "Tampaknya saya tidak cocok 
dengan analisa teknikal, karena sering merugi kalau trading menggunakan 
grafik." Nah, kalau anda menulis kalimat seperti ini, maka tidak akan ada yg 
komplain. Mungkin malah bersimpati, dan mungkin malah ada yg mau bantuin 
mencari dimana letak kesalahan trading Pak GM selama menggunakan TA. 


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2011/12/23 Gun Mastercuan <[email protected]>






kesimpulannya teknikal gak dipakai disini.






From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Friday, December 23, 2011 12:35 PM
Subject: Re: [saham] Saat Trading Yang Paling Enak






  

Pada saat IHSG sideways, itu artinya saham2 BC cenderung sideways juga. Pada 
kondisi ini, bisa trading di BC dengan fokus pada support dan resistance. Atau, 
kalau mau agresif, bisa lirik2 saham non BC alias saham2 2nd dan 3rd liner yg 
market cap nya cenderung tidak besar.

Itulah yg terjadi belakangan ini di BEI, dimana banyak saham2 2nd dan 3rd liner 
yg berterbangan naiknya ngga keruan. Karena saya mengetahui situasi ini, maka 
saya manfaatkan saja situasinya dengan nebeng gelombang besar tersebut sehingga 
bisa dapat untung lumayanlah :)

Jadi, kalau kita trading, pintar2lah baca situasi pasar. Trend nya sedang 
gimana, maka trader pun yg seharusnya adalah trend follower, tinggal ngikut 
maunya pasar saja.  Jadi, ngga peduli Bullish, Bearish, atau Sideways, trader 
tetap bisa survive.
Trader baru akan mati gaya kalau marketnya sepi alias valuasi perdagangan 
rendah. Kalau kondisinya seperti itu, lebih baik dengerin musik dan nonton tivi 
saja atau jalan2 ke mall :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2011/12/23 Darmanto DLTS <[email protected]>





IMHO...kAlau di BEJ bisa Shortsell sih mestinya yang paling tidak enak trading 
itu pada saat sideways




2011/12/23 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>


  



Berikut ini saya sharingkan pendapat saya berdasarkan pengalaman sehari2 saja 
tentang saat yg menurut saya paling enak untuk trading. Kalimat ini saya tulis 
di FB saya pagi tadi. :)

Trading saham itu paling enak dan mudah pada saat market bullish, karena kalau 
beli saham walaupun harganya sudah naik, masih bisa naik lagi. Selain pada saat 
market lagi bullish, yang paling enak lainnya adalah pada saat market sideways, 
karena kita tradingnya jadi lebih mudah karena tahu belinya saat harga dekat 
support dan jualnya saat harga dekat resistance. Yang juga tidak kalau menarik 
dan enaknya adalah trading pada saat market bearish. Hal ini karena pada saat 
market bearish, akan banyak saham2 yg harganya sudah jatuh dalam, sehingga kita 
bisa dapat sinyal beli dari grafik justru disaat harga sahamnya dekat2 
bottom/low, dan bisa jualan ketika sudah mantul lumayan. Kesimpulannya, mau 
market bullish, sideways, atau bearish, tetap asik untuk trading selama tahu 
cara manfaatinnya. :)

Semoga bermanfaat ya.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
























Kirim email ke