Senin, 21/05/2012 17:19 WIB
Pemerintah Cari Utang 'Darurat' Rp 27 Triliun  
Ramdhania El Hida - detikFinance 

Jakarta - Pemerintah mencari tambahan utang sebagai dana 'jaga-jaga' antisipasi 
bila krisis ekonomi dunia khususnya Eropa memukul Indonesia. Setelah dapat 
utang dari Bank Dunia US$ 2 miliar (Rp 18 triliun), pemerintah mencari utang 
lain kontijensi ini senilai US$ 3 miliar (Rp 27 triliun).

"Kita mengharapkan akan mencapai US$ 5 miliar, itu termasuk US$ 2 miliar dari 
Bank Dunia," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat ditemui di kantornya, 
Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (21/5/2012).

Menurut Agus Marto, Indonesia membutuhkan dana kontijensi ini untuk 
berjaga-jaga jika pemerintah sulit mencari pembiayaan sebesar Rp 190 triliun 
tahun ini karena perkembangan kondisi ekonomi di Eropa dan dunia yang masih 
sulit.

"Dana yang ditarik untuk membiayai kebutuhan pembiayaan APBN kita atau semacam 
jaminan bagi pemerintah kalau seandainya pemerintah mau masuk ke pasar dan 
pasar responsnya buruk diberikan jaminan oleh lembaga-lembaga internasional ini 
sehingga kita bisa akses ke pinjaman," paparnya.

Namun, Agus masih enggan menjelaskan detil dari mana dana tambahan tersebut 
berasal. Dana cadangan kehati-hatian ini merupakan salah satu upaya pemerintah 
menjaga kesehatan perekonomian.

"Oh ada tetapi yang sekarang saya bicarakan soal Bank Dunia. Kita harapkan yang 
berpartisipasi sama dengan yang kita punya saat tahun 2009," ujarnya.

Agus menegaskan dengan penambahan utang ini tidak akan menambah defisit yang 
telah ditetapkan sebesar 2,23% untuk tahun ini.

"Tingkat defisit tidak akan berubah, justru itu hanya semacam jaga-jaga, tetap 
di 2,23 persen," pungkasnya.

(nia/dnl)



------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke