Udah gitu mau tambo terus lagi... http://us.wap.vivanews.com/news/read/315523-ri-butuh-dana-siaga-rp46-7-triliun
-----Original Message----- From: "kangduren" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 22 May 2012 06:17:18 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Utang Pemerintah Rp 1.903 Triliun Bakal Jadi 'Bom Waktu' maaf buat semua, ane cuma nyampein berita aja :peace: http://finance.detik.com/read/2012/05/22/105515/1921517/4/utang-pemerintah-rp-1903-triliun-bakal-jadi-bom-waktu Utang Pemerintah Bengkak Lagi Jadi Rp 1.903 Triliun http://finance.detik.com/read/2012/05/22/101044/1921469/4/utang-pemerintah-bengkak-lagi-jadi-rp-1903-triliun kalau ada yg mau bahas, krn spt yg ane sebut sebelonnya ini bisa jd turbulance sendiri buat indo, krismon.... :peace: --- In [email protected], "kangduren" <kangduren@...> wrote: > > Senin, 21/05/2012 17:19 WIB > Pemerintah Cari Utang 'Darurat' Rp 27 Triliun > Ramdhania El Hida - detikFinance > > Jakarta - Pemerintah mencari tambahan utang sebagai dana 'jaga-jaga' > antisipasi bila krisis ekonomi dunia khususnya Eropa memukul Indonesia. > Setelah dapat utang dari Bank Dunia US$ 2 miliar (Rp 18 triliun), pemerintah > mencari utang lain kontijensi ini senilai US$ 3 miliar (Rp 27 triliun). > > "Kita mengharapkan akan mencapai US$ 5 miliar, itu termasuk US$ 2 miliar dari > Bank Dunia," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat ditemui di > kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (21/5/2012). > > Menurut Agus Marto, Indonesia membutuhkan dana kontijensi ini untuk > berjaga-jaga jika pemerintah sulit mencari pembiayaan sebesar Rp 190 triliun > tahun ini karena perkembangan kondisi ekonomi di Eropa dan dunia yang masih > sulit. > > "Dana yang ditarik untuk membiayai kebutuhan pembiayaan APBN kita atau > semacam jaminan bagi pemerintah kalau seandainya pemerintah mau masuk ke > pasar dan pasar responsnya buruk diberikan jaminan oleh lembaga-lembaga > internasional ini sehingga kita bisa akses ke pinjaman," paparnya. > > Namun, Agus masih enggan menjelaskan detil dari mana dana tambahan tersebut > berasal. Dana cadangan kehati-hatian ini merupakan salah satu upaya > pemerintah menjaga kesehatan perekonomian. > > "Oh ada tetapi yang sekarang saya bicarakan soal Bank Dunia. Kita harapkan > yang berpartisipasi sama dengan yang kita punya saat tahun 2009," ujarnya. > > Agus menegaskan dengan penambahan utang ini tidak akan menambah defisit yang > telah ditetapkan sebesar 2,23% untuk tahun ini. > > "Tingkat defisit tidak akan berubah, justru itu hanya semacam jaga-jaga, > tetap di 2,23 persen," pungkasnya. > > (nia/dnl) >
