Setuju mas Leo bahwa Liturgi dan ekonomi itu harus jalan seiring, karena kita masih dalam Gereja perjuangan sehingga harus menghidupi jasmani dan rohani. Namun mengapa Gereja mengangkat tema kaitan antara Liturgi dan ekonomi ? Karena melihat gejala banyak orang yang tidak seimbang antara kegiatan ekonomi dan liturgi. Orang cenderung mengutamakan ekonomi dan krang perhatian terhadap liturgi, sehingga jalannya belum seimbang. Ksimbangan inilah yang akan dibahas oleh umat kristiani, sehinggga jasmani dan rohani kita mendapatkan makanan yang cukup sesuai porsi kita masing-masing. Begitu urun rembuk saya. ----- Original Message ----- From: Leo Rijadi To: [email protected] Sent: Monday, May 07, 2007 9:54 AM Subject: Re: [StThomas_Kelapa2] Liturgi dan Ekonomi
Nyambung, Pak.... Kalau digeneralisir, liturgi itu hak Allah, hal-hal yang bersifat rohaniah/surgawi. Sedangkan ekonomi itu hal Kaisar, hal-hal yang bersifat jasmani/duniawi. Selama kita masih mengembara di dunia, kedua-duanya penting untuk kehidupan kita dan saling menunjang. Kaitannya sangat erat, sampai ada semboyan "ora et labora", yaitu liturgi yang diwujud-nyatakan dengan perbuatan. Seperti kata St. Paulus, "Iman tanpa perbuatan sia-sia. Perbuatan tanpa iman mati adanya." Cermin iman (liturgi/ keakraban dengan Allah) adalah perbuatan baik, dan perbuatan itu akan bernilai kalau dilandasi oleh IHC (iman, harapan, cinta kasih). Catatan: memang sulit memisahkan/membedakan iman, harapan, cinta kasih, dan liturgi. Satu sama lain saling bercampur. Leo. --- Haryono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bulan Mei selain untuk tahun 2007 selain menjadi bulan Maria dengan > ditandai doa rosario tetapi jga menjadi bulan Liturgi. Tentunya setiap > lingkungan mengemas antara doa rosario dengan kegiatan liturgi melalui > pendalaman iman. Dan tahun 2007 ini tema liturgi yang diambil adalah > hubungan antara Liturgi dan ekonomi yang menjadi pembaharu umat beriman. > Tadi malan saya memimpin pendalaman iman dan rosario yang pertama dengan > tema Liturgi tanpa ekonomi dan sebaliknya Ekonomi tanpa liturgi dengan > menggunakan pandangan Biblis " Berikan kepada kaisar apa yang menjadi > hak kaisar dan berikan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah. Dari > hasil sharing umat menapat kesimpulan bahwa saat ini manusia cenderung > memilih Ekonomi tanpa liturgi. Gejala ini dapat diliat bahwa manusia > cenerung waktunya dihabiskan untuk memneuhi kebutuhan jasmani seperti > sibuk bekerja, rekreasi di mall, bahkan kalau kita lihat dari Cilitan > sampai mekarsari ada 8 Mall yang sarat dengan manusia. Sementara > kegiatan doa baik di rumah, di lingkungan, di wilayah, maupun di gereja > masih sepi-sepi saja. Hal ini me nunjukkan bahwa belum adanya > keseimbangan antara ekonomi dan liturgi. Ini tentunya menjadi PR kita > bersama bagaimana kita dapat memberi makan secara seimbang antara > jasmani dan rohani kita. Salus vestra Ego Sum. __________________________________________________________ It's here! Your new message! Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar. http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
