Saya rasa permasalahannya bukan karena mall, tetapi bagaimana menyeimbangkan 
antara kegiatan ekonomi dengan liturgi. Boleh-boleh saja ke mall, ke tempat 
rekreasi yang indah, ataupun tempat-tempat yang menyenangkan tetapi bagaimana 
kita dapat membangung kegiatan liturgi seimbang dengan kegiatan ekonomi. Saat 
ini orang banyak menyalahkan Gereja yang kuno, yang tidak menarik, yang kaku, 
yang membosankan, dlsb. Kita dapat mengkritisi hal tersebut, tetapi bukan terus 
mengurangin kegiatan liturgi dan lebih mementingkan ekonomi saja. jangan sampai 
kita membenarkan alibi orang yang lebih peduli terhadap ekonomi daripada 
liturgi dengan hanya menyalahkan Gereja. hal ini tentunya menjadi tangggung 
jawab bersama bagamana mengemas liturgi sehingga menarik untuk semua kalangan.
  ----- Original Message ----- 
  From: Theresia Yuliwati 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, May 07, 2007 1:04 PM
  Subject: Re: [StThomas_Kelapa2] Liturgi dan Ekonomi



  senang sekali membaca tanggapan mas Kris or pak Kris or kawan Kris....
  masalah konsentrasi or tidak itu memang balik ke individunya. jgn langsung 
diasumsikan kalo dipindahkan ke mall berarti acara rosarioan(menyambung sbg 
contoh) di tengah2 keramaian. toh mall juga memberikan ruang yg menungkinkan 
tapi ya jgn dibayangkan akan sepi...itu ya ngga mungkin.

  saya tahu ada MUDIKA di st.thomas....yg menjadi kritikan saya, mudika itu 
tidak semata2 tukang parkir, nyanyi2...pertanyaan saya, apakah ST.THOMAS 
memberikan tempat tuk org muda nya terlibat tuk pengambilan keputusan2 di dlm 
gereja. 50an paroki di jkt (terpaksa saya ambil contoh) TIDAK SEMUA ORG MUDA di 
"undang" tuk terlibat. org muda hanya akan dilibatkan kalo kaitannya dgn 
parkir.weleh..weleh...

  thn 2005 pertemuan nasional org muda katolik saya pikir merupakan suatu 
desakan tuk gereja agar dapat dilibatkan. bukan hanya sekedar tenaga 
operasional.


  [EMAIL PROTECTED] wrote:

    Dear All, 

    Doa Rosario diadakan di Mall ? boleh juga tuh .....tapi klo saya nggak bisa 
konsentarsi dan fokus ke dalam doa, pikiran saya akan melayang ke suasana Mall 
dan telinga saya akan banyak mendengar hiruk pikuk orang berbelanja, Mata saya 
akan susah terpejam karena banyak yang menarik untuk di lirik atau di pandang 
di sekitar saya. 

    gereja harus mengikuti perkembangan jaman, toh ???? Setuju bgt , 

    knp semakin banyak org muda (sebagai contoh) mulai meninggalkan gereja ini 
kan bisa dijadikan suatu indikator bahwa kegiatan gereja mulai membosankan jika 
di lihat dr segi kemasan. Menurut pengalaman saya selama berada di teritorial 
paroki santo thomas kelapadua : orang muda akan meninggal kan gereja (bangunan) 
dan gereja (Yesus sendiri) adalah kurangnya pengalaman dari tiap pribadi untuk 
mau menggali potensi imannya di dalam hidup menggereja.  Sedangkan sarana/wadah 
yang di bentuk oleh paroki sudah cukup banyak, saya ambil contoh MUDIKA 
(muda-mudi katolik), kebanyakan kaum muda jarang ambil bagian dalam kegiatan 
mudika. 
    Kegiatan Gereja akan terasa membosankan apabila rasa KERINDUAN akan TUHAN 
tidak di jadikan sebagai alasan utama. 
    Kemasan kegiatan memang kadang banyak terpaku oleh aturan (pakem) 
liturgial....ini yang terasa atau di rasa membosankan bagi beberapa kalangan. 

    Banyak kok ...acara/kegitan gereja yang dipindakan ke ke tempat lain, 
contohnya : 
    1. Pernah saya rosario di kamar rumah, 
    2. Pernah saya mengikuti Misa Requem (kematian) di rumah teman saya. 
    3. Pernah saya dengar, Paduan Suara Mudika (FAVORABILIS) Latihan di dekat 
danau kampus ui depok, 

    rgsd, 
    kristiyono 
    Sie. Kepemudaan Paroki 

    ps : 
    - klo ada yang mau tau banyak tentang informasi kegiatan MUDIKA atau ORANG 
MUDA KATOLIK, saya siap membantu dan memberikan pencerahan. banyak orang muda 
yang tidak tau atau belum tau klo mereka sebenarnya warga gereja dan anggota 
mudika. 
    - kegitan gereja menarik kok, dan ngak bosenin.....percaya deh .....klo 
sempet.....coba hari rabu malam atau jumat malam datang ke paroki santo thomas 
kelapadua.....banyak tuh ORANG MUDA yang cuap-cuap...latihan nyanyi..... 
    - klo misa di gereja santo thomas , coba sesekali melihat ke parkiran 
mobil, pasti ada petugas pake rompi orange...nah itu ORANG MUDA KATOLIK juga 
tuh.....dan mereka enjoy dan menikmati kegiatan itu ..tuh ..hihihihihihihi 





          Theresia Yuliwati <[EMAIL PROTECTED]> 
          Sent by: [email protected] 
          07-05-2007 11:19 Please respond to
                [email protected] 

         To [email protected]  
                cc  
                Subject Re: [StThomas_Kelapa2] Liturgi dan Ekonomi 

                

         



    melihat data (bahwa ada 8 mall berdiri tegak sepanjang cililitan - 
mekarsari), bagaimana kalau doa rosario nya atau kegiatan gereja dilakukan di 
mall ?????? 
    gereja harus mengikuti perkembangan jaman, toh ???? knp semakin banyak org 
muda (sebagai contoh) mulai meninggalkan gereja ini kan bisa dijadikan suatu 
indikator bahwa kegiatan gereja mulai membosankan jika di lihat dr segi 
kemasan. 
      
    jalan2 di mall, atau menghabiskan waktu di tempat2 hiburan toh bukan 
sesuatu yg salah dan itu hak asasi manusia tuk menikmati hidupnya. 
    nah sekarang menjadi tantangan gereja tuk membuat kemasan yg cukup menarik 
agar tidak ditinggalkan. saran saya yg tadi...acara gereja sesekali di 
"pindahkan" ke suatu tempat yg cukup menarik tanpa harus mengurangi 
esensinya... 
      
    salam, 
    rere 


    Leo Rijadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
    Nyambung, Pak....

    Kalau digeneralisir, liturgi itu hak Allah, hal-hal yang bersifat
    rohaniah/surgawi. Sedangkan ekonomi itu hal Kaisar, hal-hal yang
    bersifat jasmani/duniawi. Selama kita masih mengembara di dunia,
    kedua-duanya penting untuk kehidupan kita dan saling menunjang.
    Kaitannya sangat erat, sampai ada semboyan "ora et labora",
    yaitu liturgi yang diwujud-nyatakan dengan perbuatan. Seperti
    kata St. Paulus, "Iman tanpa perbuatan sia-sia. Perbuatan tanpa
    iman mati adanya." Cermin iman (liturgi/ keakraban dengan Allah)
    adalah perbuatan baik, dan perbuatan itu akan bernilai kalau
    dilandasi oleh IHC (iman, harapan, cinta kasih).

    Catatan: memang sulit memisahkan/membedakan iman, harapan,
    cinta kasih, dan liturgi. Satu sama lain saling bercampur.

    Leo.

    --- Haryono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

    > Bulan Mei selain untuk tahun 2007 selain menjadi bulan Maria dengan
    > ditandai doa rosario tetapi jga menjadi bulan Liturgi. Tentunya setiap
    > lingkungan mengemas antara doa rosario dengan kegiatan liturgi melalui
    > pendalaman iman. Dan tahun 2007 ini tema liturgi yang diambil adalah
    > hubungan antara Liturgi dan ekonomi yang menjadi pembaharu umat beriman.
    > Tadi malan saya memimpin pendalaman iman dan rosario yang pertama dengan
    > tema Liturgi tanpa ekonomi dan sebaliknya Ekonomi tanpa liturgi dengan
    > menggunakan pandangan Biblis " Berikan kepada kaisar apa yang menjadi
    > hak kaisar dan berikan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah. Dari
    > hasil sharing umat menapat kesimpulan bahwa saat ini manusia cenderung
    > memilih Ekonomi tanpa liturgi. Gejala ini dapat diliat bahwa manusia
    > cenerung waktunya dihabiskan untuk memneuhi kebutuhan jasmani seperti
    > sibuk bekerja, rekreasi di mall, bahkan kalau kita lihat dari Cilitan
    > sampai mekarsari ada 8 Mall yang sarat dengan manusia. Sementara
    > kegiatan doa baik di rumah, di lingkungan, di wilayah, maupun di gereja
    > masih sepi-sepi saja. Hal ini me nunjukkan bahwa belum adanya
    > keseimbangan antara ekonomi dan liturgi. Ini tentunya menjadi PR kita
    > bersama bagaimana kita dapat memberi makan secara seimbang antara
    > jasmani dan rohani kita. Salus vestra Ego Sum.

    __________________________________________________________
    It's here! Your new message! 
    Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
    http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/ 


----------------------------------------------------------------------------
    Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
    Check out new cars at Yahoo! Autos. 

    -----------------------------------------------

    This email and its attachments may be confidential and are intended solely 
for the use of the individual to whom it is addressed. Any views or opinions 
expressed are solely those of the author and do not necessarily represent those 
of Bina Nusantara University.
    If you are not the intended recipient of this email and its attachments, 
you must take no action based upon them, nor must you copy or show them to 
anyone.
    Please contact the sender if you believe you have received this email in 
error. 





------------------------------------------------------------------------------
  Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
  Check out new cars at Yahoo! Autos. 

   

Kirim email ke