melihat data (bahwa ada 8 mall berdiri tegak sepanjang cililitan - mekarsari),
bagaimana kalau doa rosario nya atau kegiatan gereja dilakukan di mall ??????
gereja harus mengikuti perkembangan jaman, toh ???? knp semakin banyak org
muda (sebagai contoh) mulai meninggalkan gereja ini kan bisa dijadikan suatu
indikator bahwa kegiatan gereja mulai membosankan jika di lihat dr segi kemasan.
jalan2 di mall, atau menghabiskan waktu di tempat2 hiburan toh bukan sesuatu
yg salah dan itu hak asasi manusia tuk menikmati hidupnya.
nah sekarang menjadi tantangan gereja tuk membuat kemasan yg cukup menarik
agar tidak ditinggalkan. saran saya yg tadi...acara gereja sesekali di
"pindahkan" ke suatu tempat yg cukup menarik tanpa harus mengurangi esensinya...
salam,
rere
Leo Rijadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Nyambung, Pak....
Kalau digeneralisir, liturgi itu hak Allah, hal-hal yang bersifat
rohaniah/surgawi. Sedangkan ekonomi itu hal Kaisar, hal-hal yang
bersifat jasmani/duniawi. Selama kita masih mengembara di dunia,
kedua-duanya penting untuk kehidupan kita dan saling menunjang.
Kaitannya sangat erat, sampai ada semboyan "ora et labora",
yaitu liturgi yang diwujud-nyatakan dengan perbuatan. Seperti
kata St. Paulus, "Iman tanpa perbuatan sia-sia. Perbuatan tanpa
iman mati adanya." Cermin iman (liturgi/ keakraban dengan Allah)
adalah perbuatan baik, dan perbuatan itu akan bernilai kalau
dilandasi oleh IHC (iman, harapan, cinta kasih).
Catatan: memang sulit memisahkan/membedakan iman, harapan,
cinta kasih, dan liturgi. Satu sama lain saling bercampur.
Leo.
--- Haryono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bulan Mei selain untuk tahun 2007 selain menjadi bulan Maria dengan
> ditandai doa rosario tetapi jga menjadi bulan Liturgi. Tentunya setiap
> lingkungan mengemas antara doa rosario dengan kegiatan liturgi melalui
> pendalaman iman. Dan tahun 2007 ini tema liturgi yang diambil adalah
> hubungan antara Liturgi dan ekonomi yang menjadi pembaharu umat beriman.
> Tadi malan saya memimpin pendalaman iman dan rosario yang pertama dengan
> tema Liturgi tanpa ekonomi dan sebaliknya Ekonomi tanpa liturgi dengan
> menggunakan pandangan Biblis " Berikan kepada kaisar apa yang menjadi
> hak kaisar dan berikan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah. Dari
> hasil sharing umat menapat kesimpulan bahwa saat ini manusia cenderung
> memilih Ekonomi tanpa liturgi. Gejala ini dapat diliat bahwa manusia
> cenerung waktunya dihabiskan untuk memneuhi kebutuhan jasmani seperti
> sibuk bekerja, rekreasi di mall, bahkan kalau kita lihat dari Cilitan
> sampai mekarsari ada 8 Mall yang sarat dengan manusia. Sementara
> kegiatan doa baik di rumah, di lingkungan, di wilayah, maupun di gereja
> masih sepi-sepi saja. Hal ini me nunjukkan bahwa belum adanya
> keseimbangan antara ekonomi dan liturgi. Ini tentunya menjadi PR kita
> bersama bagaimana kita dapat memberi makan secara seimbang antara
> jasmani dan rohani kita. Salus vestra Ego Sum.
__________________________________________________________
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.