Rekan-rekan milis yang dikasihi Kristus
Berikut saya kirimkan sebuah berita menarik dari Flores (Larantuka) yang
berhasil diliput oleh Kantor Berita Katolik Asia (UCAN) tentang pantung Bunda
Maria mengeluarkan cahaya yang terang benderang serta berputar arah kepada lima
orang siswi dan seorang Guru yang tengah berdoa memohon kepada Bunda Maria
dengan intensi khusus bagi keberhasilan mereka dalam ujian akhir nasional.
Peristiwa ini telah membuat ribuan umat Katolik di pulau Flores
berduyung-duyung mengunjungi gua Maria tersebut.
Selengkapnya mengenai kejadian ini, silakan rekan-rekan baca pada berita yang
saya lampirkan ini.
Rekan-rekan juga dapat mengakses sendiri berita ini lewat UCAN website kami
di www.ucanews.com atau di melalui website KWI di www.mirifica.net
Terima kasih dan selamat membaca
Syaloom.
Vitalis.
--------------------------------------------------------------------------
KEJADIAN AJAIB MENARIK RIBUAN UMAT KATOLIK BERKUNJUNG KE GUA MARIA
LARANTUKA, NTT (UCAN) -- Lebih dari 1.000 umat Katolik dari
berbagai bagian di Pulau Flores yang mayoritas Katolik memadati sebuah gua
Maria di stasi misi setelah mendengar kejadian ajaib di sana.
Pastor Benediktus Dau dari Paroki Maria Diangkat ke Surga
mengatakan kepada UCA News 27 Mei bahwa ia telah berbicara dengan lima siswi
sekolah menengah umum dan guru mereka yang melihat kejadian ajaib di Stasi
Misi St. Elisabeth di Desa Heras tersebut.
Paroki Maria Diangkat ke Surga di Keuskupan Larantuka terletak di
Bama, sekitar 30 menit perjalanan darat di sebelah barat Kota Larantuka.
Pastor Dau melaporkan bahwa kelima siswi dan gurunya itu
mengunjungi gua Maria pada 27 April dan berdoa dengan intensi khusus bagi
keberhasilan mereka dalam ujian nasional yang akan berlangsung beberapa hari
mendatang. Pukul 18.30, ketika mereka sedang berdoa, mereka melihat patung
Maria di gua itu mulai bersinar dan berputar.
Mereka berteriak karena terkejut. Patung itu segera berhenti
bersinar dan berputar, tapi sejak saat itu patung itu menghadap ke utara, ke
arah gereja. Sebelumnya patung itu menghadap ke selatan, ke jalan raya.
Patung semen setinggi satu meter itu dibeli tahun 1994 di
Surabaya, Jawa Timur.
"Sejak saat itu," kata Yohanes Muda kepada UCA News 7 Juni,
"sejumlah kelompok umat Katolik dari berbagai paroki di Keuskupan Larantuka --
serta dari Keuskupan Maumere dan Keuskupan Agung Ende -- berdatangan dengan
menggunakan bus ke desa itu untuk mengunjungi gua Maria. Mereka membakar lilin
dan berdoa di depan patung itu." Ia berbicara dengan menggunakan telepon dari
Heras.
Seorang umat Katolik lainnya, Yakobus Milan, menambahkan bahwa
beberapa warga desa menyediakan kamar untuk umat Katolik dari luar keuskupan
yang mengunjungi desa itu. "Kami menyambut mereka yang datang ke sini untuk
berdoa," katanya, seraya menambahkan bahwa stasi misi telah mengatur jadwal
sehingga semua pengunjung punya kesempatan untuk berdoa di depan patung.
Josef Muda dari Paroki St. Yosef di Maumere mengatakan kepada UCA
News, ia dan kerabatnya mengunjungi patung Maria seminggu setelah peristiwa
itu.
"Kami menumpang bus. Setelah tiba di sana, kami membakar lilin
dan meletakkannya di bawah kaki patung Maria. Kami kemudian berdoa hingga
malam," kata pria berusia 45 tahun itu. Mereka tinggal di desa itu semalam dan
pulang keesokan harinya.
Maria Imakulata, juga dari Paroki St. Yosef, menceritakan bahwa
ia mendengar peristiwa tersebut ketika seorang imam menyebut peristiwa itu
dalam homilinya pada Misa Minggu di sebuah stasi misi. "Sejak saat itu, banyak
umat Katolik dari Kota Maumere mengunjungi dan berdoa di gua Maria itu,"
katanya.
"Kelompok saya, yang terdiri atas sekitar 30 orang, pergi ke gua
Maria itu dengan naik bus. Ketika kami tiba di sana, kami melihat begitu banyak
orang sedang berdoa di depan patung itu," kenangnya.
Ketika ditanya tentang intensinya, ia menjawab bahwa ia berdoa
kepada Bunda Maria bagi keluarganya agar bisa keluar dari berbagai kesulitan.
Uskup Larantuka Mgr Frans Kopong Kung mengatakan kepada UCA News
7 Juni: "Saya belum tahu pasti apa penyebabnya. Sampai saat ini saya belum
mengatakan bahwa ini adalah tanda dari atas.
Prelatus itu mengatakan, ia memanggil kelima siswi dan gurunya
itu untuk mendapatkan informasi yang lengkap setelah ia menerima laporan dari
Pastor Dau.
Di kediamannya, ia "bertanya kepada mereka tentang peristiwa itu
dan mereka menceritakan kepada saya tentang apa yang mereka lihat." Ia
menambahkan bahwa ia "mengatakan kepada mereka untuk tetap berdoa di depan
patung Maria itu seperti biasa."
Menurut Pastor Dau, keuskupan mencatat cerita kelima siswi dan
guru itu sebagai dokumentasi.
Pastor Gabriel Unto da Silva, vikjen Keuskupan Larantuka,
mengatakan kepada UCA News 8 Juni bahwa ia merayakan Misa untuk menutup bulan
Maria, bulan Mei, di gua Maria itu bersama sekitar 1.500 umat Katolik.
"Dalam homili, saya mengatakan kepada umat bahwa keuskupan belum
mengadakan penelitian terhadap peristiwa itu," katanya. "Sekalipun ada
'kejadian seperti itu, saya memohon kepada umat untuk tetap menjaga devosi
mereka kepada Bunda Maria, perantara kita kepada Allah."
-END-
IS02678.542b 14 Juni 2007 62 baris (620 kata)
---------------------------------
Got a little couch potato?
Check out fun summer activities for kids.