Setuju sama mas Laurentius.....
Setuju sama mbak Yuli........
Kedua nya tidak ada yang berlawanan pendapat....
Kalo pas misa ya pakaiannya jangan tank top, soalnya imin akan menggoda iman.
Tapi ya ga perlu diatur-atur... Di ingetin ya ga pa pa....
Tapi kadang2 sambil buang air besar pun kita bisa berdoa.
Frans Herbayu
Laurentius <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
***********************
No virus was detected in the attachment no filename
No virus was detected in the attachment no filename
Your mail has been scanned by PaninBank InterScan.
***********************
Saya pribadi mempunyai pendapat seperti begini :
Kalau kita mau menghadap manajer saja pasti kita akan memperiapkan diri
berpenampilan yang sopan,apalagi kalau kita mau menghadap yang lebih tinggi
jabatannya,pasti kita akan lebih baik lagi berpenampilan.Kalau kita mau
menghadap presiden?raja yang paling tinggi jabatannya di suatu negara,lebih2
lagi kita akan mempersiapkan penampilan kita,kalau perlu beli
baju/celana/sepatu yang baru gressss,rambut disisir yang rapi pakai hairspray
supaya nggak awut2an,pakai parfum dll pokoknya kita mencoba agar penampilan
kita akan OK punya.
Nah sekarang kita akan mau menghadap yang paling paling paling tinggi
kedudukannya,masa sih kita justru berpenampilan sebegitu aja??????
Saya setuju ,Memang tidak perlu sampai diatur mengenai pakaian ke gereja tapi
itu merupakan remainder dari gereja bagaimana sebaiknya kalau mau menghadap
Tuhan itu.
Salam Damai Kristus
----- Original Message -----
From: Theresia Yuliwati
To: [email protected]
Sent: Wednesday, August 01, 2007 6:07 PM
Subject: Re: [StThomas_Kelapa2] Gereja Filipina Mengeluarkan Peraturan
Berpakaian Dalam Misa
sepakat dengan kawan Bayu, saya pribadi tidak setuju Gereja mulai
ngurusin yg ga penting (sorry, pake istilah ga penting). banyak kok yg
Gereja sebagai institusi agama perlu pikirkan, misalnya Gereja bersikap apa
untuk korban kekerasan terhadap rumah tangga.
yaaa...itu salah satu contoh saja.
banyak hal lain yg Gereja perlu pikirkan.
lagi pula membatasi org lain dalam berekspresi (kaitannya dalam menggunakan
pakaian) tidak bijak juga.
terganggu dengan pakaian minim dala Gereja???(ah, jangan pake Tuhan sebagai
alibi lhaa....)
ntar Tuhan tahu namanya dijadikan kambing hitam, kan bisa kacau...
salam,
rere
bayu frans <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalo menurut saya, tentang pantas / tidaknya pakaian yang dikenakan
di Gereja itu sebenarnya bukan untuk Tuhan. Tapi lebih untuk sesama umat.
Kalo cewenya pake tank top atau model "pakaian belum jadi" lainnya tentu
mengganggu yang cowok2. Maunya doa khusuk karena mata fisiknya terbentur
sesuatu pemandangan indah...hmmmmm.....
Kalo buat Tuhan sih sepertinya fine2 aja, mau telanjang asal "komunikasi
dengan DIA" ya ga pa pa, wong pertama lahir ya telanjang....he..he..
Bayu
Vitalis Bauk <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Rekan-rekan milis yang dikasihi Kristus.
Berikut ini saya sharingkan sebuah berita dari Filipina yang berhasil
diliput oleh Kantor Berita Katolik Asia (UCAN, Union of Catholic Asian
News) mengenai Keuskupan Agung Manila yang mengeluarkan pedoman baru
tentang berbusana yang pantas bila menghadiri Misa di Gereja.
Bagaimana dengan umat Kristiani di Indonesia ?
Semoga, berita ini dapat menjadi bahan refleksi bagi kita, apakah kita
sudah pantas berbusana ke gereja.
Selamat membaca, Tuhan menyertai selalu.
Vitalis.
-------------------------
ATURAN BERPAKAIAN DALAM MISA MASUK AKAL BAGI BEBERAPA ORANG,
TIDAK BISA DITERIMA OLEH YANG LAIN
MANILA (UCAN/24 Juli 2007) -- Banyak wanita menahan diri
untuk tidak memakai pakaian mini dan pakaian yang terbuka di dada bila
ke gereja. Namun ada juga sementara orang yang yakin bahwa orang
mestinya berbusana sesuai keinginannya, kendati Keuskupan Agung Manila
mengeluarkan sebuah pedoman baru tentang berbusana sepantasnya bila
menghadiri Misa.
Lanelyn Carillo, seorang karyawati kantor, mengatakan dia
akhirnya âsadarâ akan cara dia berbusana ketika menghadiri Misa
setelah melihat sebuah poster di luar gereja yang memperlihatkan
âpantas tidaknya berpakaian.â
Pada 5 Juli setelah menghadiri Misa di Gereja St. Yohanes
Pembaptis di Quiapo, pusat kota Manila, dia mengatakan kepada UCA News
bahwa dia biasanya mengenakan jeans dan kaos, namun pada hari Minggu dia
memilih yang terbaik ditambah dengan pakaian luar lainnya. âSaya
yakin, pedoman baru itu akan memperkuatâ rasa hormat orang Filipina
terhadap âtempat suci,â lanjutnya.
Poster-poster di luar gereja itu menggambarkan "pakaian
yang pantas" untuk Misa. Paroki-paroki lain di keuskupan agung itu juga
memasang poster-poster sejak 19 Juni ketika Pelayanan Urusan Liturgi
(MLA, Ministry for Liturgical Affairs) memberikan pedoman itu kepada
para imam.
Kaum pria diminta mengenakan kemeja berkerah dan celana
panjang atau jeans, tetapi âtidak pantasâ kalau memakai topi,
pakaian olahraga, dan celana pendek. Perempuan dianggap pantas
mengenakan blus berkerah, rok, âpakaian kantor atau seragam sekolah.â
Daftar itu juga menyediakan contoh dari pakaian wanita
yang "tidak pantas" di gereja -- blus dengan spaghetti trap atau tank
top, rok mini atau skimpy short, baju tanpa lengan atau baju dengan
leher terbuka.
Menurut pandangan Carillo, âtidak ada salahnya" dengan
berpakaian âsesuai keinginan Anda untuk dilihat orang,â namun
âkebebasanâ seperti itu toh ada batas-batasnya.
Pada 6 Juli di Paroki Bunda Maria Kaum Tersingkir di
Marikina City, timur dari Manila, Lito Limbo yang berusia 64 tahun
mengkritik aturan berpakaian itu sebagai suatu paksaan âyang tak dapat
diterima.â âApa yang ada di hati orang itulah yang lebih penting,â
kata pria itu kepada UCA News. Limbo juga prihatin bahwa aturan
berpakaian itu akan membuat jumlah orang ke gereja akan semakin
âmerosot.â
Survei Kaum Muda Katolik Nasional tentang Gereja di tahun
2002 menggambarkan kebanyakan kaum muda Katolik Filipina sebagai
âorang yang tercatat sebagi Katolikâ (nominal Catholics).
Dilaporkan, sekitar 44,9 persen orang Filipina Katolik yang berusia
13-39 tahun âjarang mempraktekkan imannya,â dan hingga 3,8 persen
mengatakan mereka âtak pernah mempraktekkan imannya.â Survei itu
mendefinisikan ânominal Catholicsâ sebagai orang yang menghayati
imannya âsecara personal,â seperti berdoa atau melakukan perbuatan
baik, namun âjarang sekaliâ pergi menghadiri Misa di gereja.
Namun pada 19 Juni, kata Tonton Casado, seorang asisten
program MLA, kepada UCA News, pada bulan Juni banyak umat meminta MLA
untuk mengeluarkan pedoman aturan berpakaian pantas dalam Misa.
Para imam men-sharing-kan umpan balik dari umat itu dalam
pertemuan-pertemuan klerus tingkat keuskupan agung sebelum memutuskan
untuk menggagas pedoman itu. Pastor Godwin Tatlonghari, pelayanan
asisten MLA, mengeluarkan surat edaran berisi pedoman-pedoman pada 19
Juni untuk pastor-pastor paroki, para kapelan, dan para rektor di
berbagai tempat ziarah di keuskupan agung.
Menurut surat edaran itu, para umat sendiri meminta para
imam untuk memperhatikan âpeningkatan jumlah umatâ yang menghadiri
Misa dan acara-acara Gereja lainnya "berpakaian sedemikian rupa sehingga
malah memperlihatkan tidak adanya rasa hormat akan kekudusan Rumah Allah
dan kesakralan perayaan liturgis."
Corazon Yamsuan, direktur komunikasi Keuskupan Agung
Manila, mengatakan kepada UCA News pada 13 Juli, pelayanan liturgis
tidak membahas sanksi-sanksi, seperti menolak memberi Komuni atau
melarang memasuki gedung gereja. "Paroki-paroki memilih untuk lebih baik
bicara secara individual dengan mereka yang berpakaian kurang pantas,
tapi itu hanya untuk mengingatkan mereka,â kata Yamsuan. Pedoman
aturan berpakaian itu dikeluarkan sebagai "peringatan" untuk umat yang
datang ke gereja tentang âbersikap pantasâ di gereja dan dalam Misa,
jelas perempuan itu.
Media sudah menyinggung berbagai pertanyaan tentang sanksi
yang bisa dihadapi umat.
Di Cebu City, 565 kilometer tenggara Manila, Monsignor Esteban
Binghay mengatakan kepada para wartawan bahwa para pastor cenderung
bersikap "tenggang rasa" tentang bagaimana orang berpakaian sesuai
situasi. Jika gereja dekat suatu tempat publik atau taman, katanya, bisa
dimengerti bahwa umat datang ke gereja dengan berpakaian seperti
berpiknik.
Ia juga mengatakan bahwa sejumlah buruh, terutama di
bidang konstruksi, bekerja bahkan pada hari-hari Minggu dan ingin
menghadiri Misa. Ia mengatakan, celana pendek dan baju dalam bisa "tidak
pantas" di satu konteks tetapi pantas di konteks yang lain. Namun dia
menekankan bahwa berpakaian tidak pantas memang bisa "mengganggu" umat,
tapi itu bukan dosa.
Monsignor Cayetano Gerbolingo, administrator di katedral
Cebu, mengatakan kepada UCA News, ia lebih senang memberi ânasehat
penuh kebapaanâ kepada umat dan memperingatkan para imam agar jangan
âmenghinaâ umat yang datang ke gereja.
-END-
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel
today!
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.