Ikutan ya 

Kayaknya udah sering tuh dibahas sama Romo Hardjono soal pakaian..
itu semua kembali lagi ke individunya, saya juga setuju yang dibilang Mas Bayu, 
ga ada yang berlawanan dalam hal ini..

Tapi menurut hemat saya..kita masing2 ngaca aja lah, apakah kita pantas 
menggunakan pakaian yang kita pake kegereja..kalo emang ngerasa pantes 
menggunakan pakaian yg dianggap minim, ya kita bisa tau kan gimana karakter 
orang2 yang seperti itu..

lucu juga kali ya, kalo kita kegerja pada pake jas ato dasi ..


FX. Frantina Andri Widanto


bayu frans <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Setuju 
sama mas Laurentius.....
Setuju sama mbak Yuli........

Kedua nya tidak ada yang berlawanan pendapat....

Kalo pas misa ya pakaiannya jangan tank top, soalnya imin akan menggoda iman.
Tapi ya ga perlu diatur-atur... Di ingetin ya ga pa pa....

Tapi kadang2 sambil buang air besar pun kita bisa berdoa.

Frans Herbayu

Laurentius <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
                              ***********************
 No virus was detected in the attachment no  filename
 No virus was detected in the attachment no filename
 
 Your mail has been scanned by PaninBank InterScan.
 ***********************
 
     
Saya pribadi mempunyai pendapat seperti begini  :
 Kalau kita mau menghadap manajer saja pasti kita  akan memperiapkan diri 
berpenampilan yang sopan,apalagi kalau kita mau menghadap  yang lebih tinggi 
jabatannya,pasti kita akan lebih baik lagi berpenampilan.Kalau  kita mau 
menghadap presiden?raja yang paling tinggi jabatannya di suatu  negara,lebih2 
lagi kita akan mempersiapkan penampilan kita,kalau perlu beli  
baju/celana/sepatu yang baru gressss,rambut disisir yang rapi pakai hairspray  
supaya nggak awut2an,pakai parfum dll pokoknya kita mencoba agar  penampilan 
kita akan OK punya.
 Nah sekarang kita akan mau  menghadap yang paling  paling paling tinggi 
kedudukannya,masa sih kita justru berpenampilan sebegitu  aja??????
 Saya setuju ,Memang tidak perlu sampai diatur  mengenai pakaian ke gereja tapi 
itu merupakan remainder dari gereja  bagaimana sebaiknya kalau mau menghadap 
Tuhan itu.
 Salam Damai Kristus
  
    ----- Original Message ----- 
   From:    Theresia    Yuliwati 
   To: [email protected]    
   Sent: Wednesday, August 01, 2007 6:07    PM
   Subject:  Re: [StThomas_Kelapa2] Gereja    Filipina Mengeluarkan Peraturan 
Berpakaian Dalam Misa
   

      sepakat dengan kawan Bayu, saya pribadi tidak setuju Gereja mulai 
ngurusin    yg ga penting (sorry, pake istilah ga penting). banyak kok yg 
Gereja sebagai    institusi agama perlu pikirkan, misalnya Gereja bersikap apa 
untuk korban    kekerasan terhadap rumah tangga.
yaaa...itu salah satu contoh    saja.
banyak hal lain yg Gereja perlu pikirkan.

lagi pula membatasi    org lain dalam berekspresi (kaitannya dalam menggunakan 
pakaian) tidak bijak    juga.
terganggu dengan pakaian minim dala Gereja???(ah, jangan pake Tuhan    sebagai 
alibi lhaa....)
ntar Tuhan tahu namanya dijadikan kambing hitam,    kan bisa kacau...


salam,
rere




bayu    frans <[EMAIL PROTECTED]> wrote:   
          Kalo menurut saya, tentang pantas / tidaknya pakaian yang dikenakan 
di      Gereja itu sebenarnya bukan untuk Tuhan. Tapi lebih untuk sesama umat.  
    

Kalo cewenya pake tank top atau model "pakaian belum jadi" lainnya      tentu 
mengganggu yang cowok2. Maunya doa khusuk karena mata fisiknya      terbentur 
sesuatu pemandangan indah...hmmmmm.....

Kalo buat      Tuhan sih sepertinya fine2 aja, mau telanjang asal "komunikasi 
dengan DIA"      ya ga pa pa, wong pertama lahir ya      telanjang....he..he..

Bayu

Vitalis Bauk      <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
                   Rekan-rekan milis yang dikasihi Kristus.

Berikut ini saya        sharingkan sebuah berita dari Filipina yang berhasil 
diliput oleh Kantor         Berita Katolik Asia (UCAN, Union of Catholic Asian 
News) mengenai        Keuskupan Agung Manila yang mengeluarkan pedoman baru     
   tentang berbusana yang pantas bila menghadiri Misa di Gereja.        

Bagaimana dengan umat Kristiani di Indonesia ?

Semoga,        berita ini  dapat menjadi bahan refleksi bagi kita, apakah kita 
sudah        pantas berbusana ke gereja.

Selamat membaca, Tuhan menyertai        selalu.


Vitalis.
-------------------------


       
       ATURAN BERPAKAIAN DALAM MISA        MASUK AKAL BAGI BEBERAPA ORANG, 
TIDAK BISA DITERIMA OLEH YANG        LAIN
              MANILA (UCAN/24         Juli 2007) -- Banyak wanita menahan diri 
untuk tidak memakai pakaian mini        dan pakaian yang terbuka di dada bila 
ke gereja. Namun ada juga sementara        orang yang yakin bahwa orang 
mestinya berbusana sesuai keinginannya,        kendati Keuskupan Agung Manila 
mengeluarkan sebuah pedoman baru tentang        berbusana sepantasnya bila 
menghadiri Misa.
                     Lanelyn Carillo, seorang karyawati kantor, mengatakan dia 
akhirnya        “sadar” akan cara dia berbusana ketika menghadiri Misa 
setelah melihat        sebuah poster di luar gereja yang memperlihatkan 
“pantas tidaknya        berpakaian.”
              Pada 5 Juli        setelah menghadiri Misa di Gereja St. Yohanes 
Pembaptis di Quiapo, pusat        kota Manila, dia mengatakan kepada  UCA News 
bahwa dia biasanya mengenakan        jeans dan kaos, namun pada hari Minggu dia 
memilih yang terbaik ditambah        dengan pakaian luar lainnya. “Saya 
yakin, pedoman baru itu akan        memperkuat” rasa hormat orang Filipina 
terhadap “tempat suci,”        lanjutnya.
              Poster-poster di        luar gereja itu menggambarkan "pakaian 
yang pantas" untuk Misa.        Paroki-paroki lain di keuskupan agung itu juga 
memasang poster-poster        sejak 19 Juni ketika Pelayanan Urusan Liturgi 
(MLA, Ministry for        Liturgical Affairs) memberikan pedoman itu kepada 
para imam.
              Kaum pria        diminta mengenakan kemeja berkerah dan celana 
panjang atau jeans, tetapi        “tidak pantas” kalau memakai topi, 
pakaian olahraga, dan celana         pendek. Perempuan dianggap pantas 
mengenakan blus berkerah, rok,        “pakaian kantor atau seragam sekolah.”
              Daftar itu juga        menyediakan contoh dari pakaian wanita 
yang "tidak pantas" di gereja --        blus dengan spaghetti trap atau tank 
top, rok mini atau skimpy short, baju        tanpa lengan atau baju dengan 
leher terbuka.
              Menurut        pandangan Carillo, “tidak ada salahnya" dengan 
berpakaian “sesuai        keinginan Anda untuk dilihat orang,” namun 
“kebebasan” seperti itu        toh ada batas-batasnya.
                     Pada 6 Juli di Paroki Bunda Maria Kaum Tersingkir di 
Marikina City,        timur dari Manila,  Lito Limbo yang berusia 64 tahun 
mengkritik aturan        berpakaian itu sebagai suatu paksaan “yang tak dapat 
diterima.” “Apa        yang ada di hati orang itulah yang lebih penting,” 
kata pria itu kepada        UCA News. Limbo juga prihatin bahwa aturan 
berpakaian itu akan membuat        jumlah orang ke gereja akan semakin 
“merosot.”
              Survei Kaum Muda        Katolik Nasional tentang Gereja di tahun 
2002 menggambarkan kebanyakan        kaum muda Katolik Filipina sebagai 
“orang yang tercatat sebagi        Katolik” (nominal Catholics). 
Dilaporkan, sekitar 44,9 persen orang        Filipina Katolik yang berusia 
13-39 tahun “jarang mempraktekkan        imannya,” dan hingga 3,8 persen 
mengatakan mereka “tak pernah        mempraktekkan imannya.” Survei itu 
mendefinisikan “nominal        Catholics” sebagai orang yang menghayati 
imannya  “secara personal,”        seperti berdoa atau melakukan perbuatan 
baik, namun “jarang sekali”        pergi menghadiri Misa di gereja.
              Namun pada 19        Juni, kata Tonton Casado, seorang asisten 
program MLA, kepada UCA News,        pada bulan Juni banyak umat meminta MLA 
untuk mengeluarkan pedoman aturan        berpakaian pantas dalam Misa.
              Para imam        men-sharing-kan umpan balik dari umat itu dalam 
pertemuan-pertemuan        klerus tingkat keuskupan agung sebelum memutuskan 
untuk menggagas pedoman        itu. Pastor Godwin Tatlonghari, pelayanan 
asisten MLA, mengeluarkan surat        edaran berisi pedoman-pedoman pada 19 
Juni untuk pastor-pastor paroki,        para kapelan, dan para rektor di 
berbagai tempat ziarah di keuskupan         agung.
              Menurut surat        edaran itu, para umat sendiri meminta para 
imam untuk memperhatikan        “peningkatan jumlah umat” yang menghadiri 
Misa dan acara-acara Gereja        lainnya "berpakaian sedemikian rupa sehingga 
malah memperlihatkan tidak        adanya rasa hormat akan kekudusan Rumah Allah 
dan kesakralan perayaan        liturgis."
              Corazon Yamsuan,        direktur komunikasi Keuskupan Agung 
Manila, mengatakan kepada UCA News        pada 13 Juli, pelayanan liturgis 
tidak membahas sanksi-sanksi, seperti        menolak memberi Komuni atau 
melarang memasuki gedung gereja.        "Paroki-paroki memilih untuk lebih baik 
bicara secara individual dengan        mereka yang berpakaian kurang pantas, 
tapi itu hanya untuk mengingatkan         mereka,” kata Yamsuan. Pedoman 
aturan berpakaian itu dikeluarkan sebagai        "peringatan" untuk umat yang 
datang ke gereja tentang “bersikap        pantas” di gereja dan dalam Misa, 
jelas perempuan itu.
              Media sudah        menyinggung berbagai pertanyaan tentang sanksi 
yang bisa dihadapi        umat.
          Di Cebu        City, 565 kilometer tenggara Manila, Monsignor Esteban 
Binghay mengatakan        kepada para wartawan bahwa para pastor cenderung 
bersikap "tenggang rasa"        tentang bagaimana orang berpakaian sesuai 
situasi. Jika gereja dekat suatu        tempat publik atau taman, katanya, bisa 
dimengerti bahwa umat datang ke        gereja dengan berpakaian seperti 
berpiknik.
              Ia juga        mengatakan bahwa sejumlah buruh, terutama di 
bidang konstruksi, bekerja        bahkan pada hari-hari Minggu dan ingin 
menghadiri Misa. Ia mengatakan,        celana pendek dan baju dalam bisa "tidak 
pantas" di satu konteks tetapi        pantas di konteks yang lain. Namun dia 
menekankan bahwa berpakaian tidak        pantas memang bisa "mengganggu" umat, 
tapi itu bukan dosa.
              Monsignor        Cayetano Gerbolingo, administrator di katedral 
Cebu, mengatakan kepada UCA        News, ia lebih senang memberi “nasehat 
penuh kebapaan” kepada umat dan        memperingatkan para imam agar jangan 
“menghina” umat yang datang ke        gereja.
       -END-


       
       
---------------------------------
       Pinpoint        customers who are looking for what you sell.        


     
     
---------------------------------
     Shape Yahoo! in your own image. Join      our Network Research Panel 
today!      


      

---------------------------------
   Shape Yahoo! in your own image. Join    our Network Research Panel today!    

 
     
            
        

---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.
     
                       

       
---------------------------------
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.

Kirim email ke