----- Forwarded Message ----
From: Maysiang Mondayani <[email protected]>
To: [email protected]; KTB <[email protected]>; colacolo 
<[email protected]>; KEP6 <[email protected]>
Cc: AliDarma <[email protected]>; Stefanus Nico Dharma Wijaya Nico 
<[email protected]>
Sent: Saturday, January 31, 2009 10:07:24 AM
Subject: <KEP 6> - RAHASIA the "SECRET"


RAHASIA the "SECRET"

Baru-baru ini sebuah film
diterbitkan. Judulnya, “The Secret” (Rahasia). Film yang dijual dalam
bentuk DVD ini laku keras, laris manis karena menawarkan hal-hal yang
menggiurkan. Tidak hanya sekedar teori, “The Secret” menyajikan pula
kesaksian dari banyak orang yang berhasil setelah mempraktikkan
kiat-kiat seperti yang diuraikan dalam film tersebut. Propaganda film
tersebut diperkuat lagi dengan beredarnya buku dengan judul yang sama.
Kemudian dilengkapi pula dengan beberapa ‘spin-off’ yang masih ditulis
oleh orang-orang yang berada dalam satu lingkaran The Secret. 


Membaca buku ini saya teringat
akan perjumpaan saya dengan New Age pada awal ’90-an. Saat itu saya
begitu tertarik pada ajaran New Age. Di dalam gerakan ini, kekuatan
manusia, khususnya kekuatan pikiran menjadi perhatian utama. Dengan
kekuatan pikiran kita bisa mencapai apa saja. Bahkan manusia bisa
menjadi tuhan. Ketika membaca The Secret, saya kaget karena buku itu
betul-betul menggambarkan persis apa yang dulu saya yakini dan
praktikkan. Di dalam artikel ini saya akan berusaha untuk menggambarkan
betapa sesatnya The Secret!


Tawaran “The Secret”
 
Sering saya dengar orang pindah agama
karena bagi dia agama yang lama tidak menjawab kebutuhan-kebutuhan
primer, sedangkan keyakinan barunya ternyata membuahkan kekayaan dan
kesehatan baginya: 


“Tuhan tidak menjawab doa-doaku di sini. Namun, di sana saya menemukannya.” 

“Untuk apa saya mengabdi pada Tuhan yang tidak menjawab doa-doaku?”

“Sejak saya bergabung dengan kelompok ini, bisnis saya jadi lancar.”

“Saya berdoa mohon kesembuhan di
Gereja saya, tetapi tidak sembuh-sembuh. Begitu saya mencoba
menjalankan apa yang diajarkan kelompok itu, berangsur-angsur saya
sembuh. Itulah kebenaran!”



Kalau dalam benak Anda hanya ada
semangat seperti di atas, sangat mungkin The Secret akan menarik hati
Anda. The Secret menjanjikan kepastian, sepasti hukum gravitasi (bdk.
TS, hlm. 42), akan “memberikan segala sesuatu yang Anda inginkan:
kebahagiaan, kesehatan, dan kekayaan”. (TS, hlm. 1). Dengan memegang
rahasia ini dijamin “kekuatan untuk menggerakkan dunia ada di tangan
Anda”! (TS, hlm. 103). 



Apa itu The Secret?
 
Rahasia apa yang dimaksud? DVD atau
buku itu menjawab: Hukum tarik-menarik (law of attraction)! Di balik
frasa tersebut ada beberapa kata atau frasa kunci: visualisasi,
penciptaan, frekuensi, harapan, dan berpikir positif.


Inti dari hukum tarik-menarik
sebenarnya ialah kekuatan berpikir, berpikir secara positif. Manusia
digambarkan sebagai magnet yang amat kuat. Setiap getaran pikiran kita
menarik alam semesta ke arah kita. Apabila getaran pikiran yang muncul
tanpa sadar saja sudah punya dampak atas alam semesta, apalagi getaran
pikiran yang disengaja dan disadari. Semakin sering dan kuat getaran
yang dikirimkan pikiran kita, semakin besar pula daya tarik yang
dihasilkan. 

Apa yang bisa ditarik? Menurut The
Secret, apa saja. Tidak terbatas. “Kita dapat memiliki apa pun yang
kita pilih,” jamin buku ini (TS, hlm. 1): rumah, kekayaan, pacar,
pasangan hidup, uang sebesar berapa pun, ketenaran, kesuksesan,
kesembuhan, kesehatan, pencapaian fenomenal, tubuh yang ideal, menang
lotre, bahkan hal-hal yang kecil-kecil, seperti: tempat duduk yang baik
dalam acara konser, perjalanan yang bebas dari kemacetan, tempat parkir
di mal yang ramai saat akhir minggu, dan lain-lain. “Pengetahuan
tentang Rahasia dan penggunaan hukum tarik-menarik secara sengaja dapat
diterapkan pada setiap hal dalam hidup Anda”. (TS, hlm.114).


Seandainya The Secret dijabarkan
dalam bentuk teori-teori saja, mungkin ia tidak akan menarik bagi
banyak orang. Akan tetapi, pernyataan-pernyata an tersebut disajikan
dalam bentuk kesaksian orang pertama. Sebagai saksi, para narasumber
(mereka disebut guru oleh DVD ini) bisa membuktikan kebenaran
pernyataan-pernyata an mereka berdasarkan pengalaman mereka sendiri
atau sekurang-kurangnya berdasarkan pengalaman orang lain yang mereka
saksikan sendiri. Karena itu, mereka bisa tampil sangat meyakinkan.
Misalnya, dikisahkan pengalaman seorang ibu dalam membeli rumah. Banyak
orang lain yang ingin memilikinya. Namun, ia menggunakan tips-tips The
Secret untuk memiliki rumah itu. Ia duduk dan berulang-ulang menulis
nama dengan alamat rumah tersebut seolah-olah itu sudah menjadi
alamatnya. Ia juga membayangkan perabotannya ada di dalam rumah
tersebut. Suatu ketika, ada telepon masuk yang mengabarkan bahwa dialah
pemilik baru rumah tersebut. Ia sama sekali tidak terkejut sama sekali
karena ia tahu rumah itu miliknya!


Selain penuh dengan kesaksian,
The Secret tampak aman dan benar bahkan bagi orang-orang yang beragama.
Ada satu bab yang menekankan pentingnya mengucap syukur. Nilai yang
ditekankan pun sama dengan tujuan setiap agama, yakni: kebahagiaan.
Tidak mengherankan banyak orang beragama, bahkan orang Kristen, yang
mempraktikkan kiat-kiat dalam buku ini. Akan tetapi, kita perlu
betul-betul berhati-hati mencermati apa yang ada di balik
pernyataan-pernyata an dalam The Secret.



The Secret vs Kristianitas
 
Sekilas ajaran dalam The Secret
tampak amat simpatik. Ia semakin menghanyutkan banyak orang karena
dibawakan secara menarik oleh orang-orang yang juga tampak cerdas dan
bersinar-sinar gembira. Di beberapa tempat ia bahkan mengutip Injil!
Namun, harus dikatakan sekarang bahwa apa yang diajarkan di dalamnya
amat bertentangan dengan iman dan moralitas kristiani. Tidak bisa
disangkal bahwa The Secret merupakan salah satu wujud dari gerakan New
Age. Beberapa narasumbernya jelas-jelas ialah tokoh-tokoh New Age.
Demikian pula kutipan-kutipannya banyak diambil dari buku-buku penting
New Age. Terlebih lagi, isi dan semangatnya yang memang betul-betul
bersifat New Age. 



Berikut ini beberapa poin dalam The Secret yang bertentangan dengan iman 
Kristiani:

1. Tidak Ber-Tuhan
 
Di atas saya telah menyinggung bahwa
“mengucap syukur” merupakan salah satu hal penting dalam The Secret.
Hanya jangan dibayangkan bahwa saat berbicara mengenai mengucap syukur
para narasumbernya mengacu pada Allah yang kita kenal. Kepada siapakah
atau apakah ucapan syukur mereka diarahkan? Siapakah “Allah” menurut
The Secret? Jawabannya agak sulit untuk ditemukan di dalam buku
tersebut. Namun, mari kita lihat kalimat-kalimat di bawah ini:

“Semesta akan mulai menyusun ulang dirinya dan mewujudkannya bagi Anda.” (Hlm. 
58).

“Percayai Semesta.” (Hlm. 66).

“Ketika Anda mengucap syukur
seakan-akan Anda sudah menerima apa yang Anda inginkan, Anda
memancarkan sinyal yang sangat kuat kepada Semesta.” (Hlm. 93).


Menarik bahwa tokoh-tokoh The
Secret tidak pernah menyebut kata “God” atau “Allah”. Ucapan syukur
mereka diarahkan kepada Semesta, bukan sebagai suatu Pribadi, melainkan
alam semesta yang tidak punya akal budi dan kehendak sendiri. Karena
tidak mempunyai rencana dan kehendak sendiri, alam semesta tidak bisa
punya kuasa apa pun. Ia seumpama spons yang menyerap apa pun yang
dipancarkan oleh makhluk hidup, khususnya manusia, di dalamnya. Seperti
dikatakan di atas, pikiran manusia punya daya untuk mempengaruhi alam
semesta. Bahkan lebih daripada itu, alam semesta itu sepenuhnya diatur
oleh pikiran manusia-manusia di dalamnya. “Anda adalah Tuan dari
semesta.” (The Secret, Hlm. 52).


Semesta digambarkan oleh salah
satu tokoh buku tersebut sebagai jin lampu Alladin. Ia siap
melaksanakan apa pun yang diperintahkan oleh Alladin sebagai pemilik
lampu. “Perintah” di sini ialah pancaran pikiran manusia ke dalam alam
semesta. Apa pun yang ia pikirkan akan ditarik kepadanya. Sekali lagi,
menurut The Secret, hukum ini pasti.


Dari pandangan di atas, jelas
bahwa The Secret tidak ber-Tuhan, dalam arti Tuhan secara Pribadi
Pencipta langit dan bumi. The Secret bersifat ateistik. Tuhan bagi DVD
atau buku itu ialah manusia itu sendiri! “Anda adalah Tuan dari
semesta.” Di beberapa tempat, secara eksplisit ia menyatakan manusia
sebagai Pencipta. “Rahasia ini berarti bahwa kita adalah pencipta
Semesta kita.” (The Secret, hlm. 133). Apa pun yang terjadi, terjadi
sesuai dengan apa yang manusia pikirkan. Baik dan buruk, benar dan
salah, semuanya ditentukan oleh manusia. Manusia mempertuhankan dirinya
sendiri.



2. Di manakah Moralnya?
 
Dalam salah satu kesaksian yang
ditulis dalam buku ini, dikisahkan tentang seorang produser film
terkenal yang ingin memacari tiga perempuan berbeda dalam satu minggu.
Ketika ia berhasil, hal tersebut dianggap sebagai suatu prestasi.
Dikatakan bahwa ia berhasil karena ia memintanya. Jadi, tidak ada
ukuran moral dari luar untuk setiap permintaan. Yang menentukan
baik-buruk, benar-salah, ialah manusia itu sendiri.


Para tokoh dalam The Secret tidak
pernah takut pada apa pun. Mereka menjadi standar moral mereka sendiri.
“Apa pun yang Anda pilih adalah benar.” (The Secret, hlm. 220). Tidak
ada Otoritas yang bisa menyalahkan ataupun membenarkan mereka. Mereka
tidak pernah takut pada Tuhan. Mereka adalah Tuhan bagi mereka sendiri.
Ini kesombongan setani!


Kesombongan besar seperti ini
sedang merasuk dalam diri banyak orang zaman ini. Tanpa sadar mereka
terjebak dalam jalan menuju konsekuensi terburuk yang bisa dialami
manusia, yakni kebinasaan kekal. Semangat dasar The Secret tampak
mengacu pada kesuksesan duniawi (material) belaka. Kehidupan setelah
kematian tidak menjadi perhatian mereka.



3. Harta Duniawi vs Harta Surgawi
 
Pandangan The Secret jelas-jelas
bertentangan dengan apa yang Gereja ajarkan tentang Allah. Dalam Kredo
kita menyatakan kepercayaan kita kepada Allah Bapa, Putra, dan Roh
Kudus. Mereka adalah Satu Allah dalam Tiga Pribadi. Segala sesuatu
diciptakan oleh-Nya. Manusia diciptakan oleh Dia untuk hidup abadi
bersama Dia dalam Kerajaan-Nya. Sementara “dunia ini sedang lenyap
dengan keinginannya” (1Yoh 2:17)


Sejak awal The Secret
menghanyutkan manusia dengan tawaran-tawaran yang menggiurkan:
kekayaan, kesehatan, dan kebahagiaan. Namun, setelah membaca seluruh
buku itu, kebahagiaan di sini hanya terbatas pada kebahagiaan yang
merupakan akibat dari kesuksesan duniawi. 


Semangat duniawi ini berbeda
sekali dengan apa yang Kristus ajarkan. Bagi Kristus, yang harus
menjadi perhatian utama ialah harta surgawi. The Secret sebaliknya,
justru mengajak manusia untuk mengarahkan seluruh pikiran dan usahanya
kepada harta duniawi. Apabila diikuti, risikonya kita akan kehilangan
jiwa kita dalam kebinasaan kekal. Tawaran-tawaran dalam The Secret itu
sebenarnya sejalan dengan Iblis ketika ia menggoda Yesus dengan
menawarkan segala kekayaan duniawi.


Para tokoh dalam The Secret
menyajikan di hadapan mata kita apa yang bisa kita miliki asalkan kita
mau mengikuti nasihat-nasihat mereka. Memang, dari kesaksian mereka,
banyak yang mengikuti dan mereka berhasil mendapatkan apa pun yang
mereka inginkan. Karena kemiripan besar ini, rasanya tidak keliru
apabila saya mengatakan bahwa di balik The Secret ini berdirilah Iblis:
“Anda bisa memiliki apa pun, asalkan Anda mau menyangkal Tuhan sebagai
Pencipta dan Otoritas tertinggi.” Kira-kira itulah kata-kata Iblis yang
ada di balik kata-kata indah dalam The Secret.


Risiko mengikuti The Secret
sangatlah berat. Ujung jalan ini tidak lain ialah kebinasaan kekal.
Tujuan dari The Secret ialah memperoleh kesuksesan duniawi belaka.
Sebaliknya, tujuan kekristenan ialah kehidupan kekal. Sabda Tuhan: “Apa
gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?”
(Mat 16:26a). Iblis tidak akan segan-segan menimbun Anda dengan segala
kemuliaan duniawi jika dengan itu ia memperoleh jiwa Anda. Ia tahu
betul bahwa semua harta di dunia yang fana (bisa hancur) ini tidak ada
artinya dibandingkan dengan harga sebuah jiwa yang kekal.




Penutup
 
Biasanya orang beragama akan langsung
menolak seseorang yang mengaku berasal dari gereja setan. Akan tetapi,
coba hilangkan kata setan dalam setiap aspeknya. Kemudian, ubah
interior desain sebuah gereja setan dan ritus-ritusnya yang menyeramkan
dengan gemilang kekayaan duniawi. Penuhi ibadatnya dengan dupa yang
wangi, musik yang menghanyutkan, dan kesaksian orang-orang yang menarik
hati. Terakhir, selubungi doktrin utamanya dengan kata-kata yang
memabukkan seperti: sukses, sehat, banyak teman, senang, kaya, dan
sebagainya. Lakukan itu semua dan Anda akan menemukan ‘gereja’ New Age.
Doktrin utamanya toh sama saja: manusialah penentu nasibnya sendiri
(kesombongan) , segala sesuatu ada untuk diriku (egoisme), dan reguklah
kenikmatan dunia ini!

by: Rm. Georgius Paulus, CSE 
    


      

Kirim email ke