Menarik...

Menurut saya, bisa atau nggak? BISA! berhasil atau nggak? nah ini yang
akan menarik untuk ditanya tingkat keberhasilannya. Restorasi habitat
dan populasi untuk burung di perkotaan membutuhkan kerjasama, niat,
dana (bukan Irma "Dana" ya... kekekekekek :P ) dan banyak faktor di
dalamnya. Selain kebijakan, juga aspek sosial dan kultur yang
membutuhkan proses yang cukup panjang untuk melakukan perubahan. Kalau
dalam bahasa saya, dengan membandingkan dengan Singapore, 90% warga
sono mungkin memikirkan urusan perut (baca: ekonomi) tidak sebesar di
bandingkan masyarakat Jakarta atau Indonesia umumnya. Urusan perut ini
sangat berpengaruh terhadap perubahan sosial dan kultur masyarakat
(CMIW), boro-boro mau mikir melindungi burung, wong mikirin diri
sendiri ajah masih kelimpungan. Saya tidak skeptis dengan kondisi ini,
mungkin di awali dengan penyadartahuan terus-menerus akan penting
keseimbangan lingkungan, bukan hanya untuk burung, juga keseimbangan
hidup buat penduduk Jakarta sendiri yang dibantun lingkungan yang
nyaman untuk di tinggali atau untuk tempat bekerja. General seh
memang, tapi memang itu seh yang paling penting untuk di sadar tahukan
kepada masyarakat, bukan hanya di Jakarta doang loh. Malah kota-kota
lainnya yang sedang merangkak untuk membangun seharusnya sudah di
mulai program penyadartahuan ini, supaya bisa dipersiapkan sedini
mungkin dampak pembangunan terhadap lingkungan.

Sekarang urusan burung, Singapore, Sydney, Queensland, Bangkok atau
kota-kota berkembang lainnya burung berterbangan dengan bebas di
tengah kota, bukan burung gereja atau "piit" (baca:pipit) saja loh.
Coba bandingkan tingkat "urusan perut" terhadap masyarakatnya? Secara
ilmiah seh bisa-bisa aja pemulihan satu atau dua jenis spesies burung
di dalam kota, seingat saya dulu "PEMDA" New York berhasil memulihkan
satu burung raptor kecil (lupa jenisnya) di tengah-tengah gedung
pencakar langit dengan mengandalkan Central Park sebagai pulau
habitatnya. Katanya seh lumayan berhasil tuh..

Terus raptor yang hampir punah?...klo gak salah California Condor
salah satu contoh yang "cukup" berhasil dipulihkan populasinya di alam
dengan pendekatan captive yang kemudian di lepas liarkan kembali.
So...mungkin aja kan melakukan reintroduksi raptor yang mendekati
punah (klo dah punah seh mungkin kudu pake acara rekayasa genetic kali
untuk membangunkan dari tidur dalam kepunahannya itu : P ). Sekarang,
apakah kita dan mereka siap?....eng ing eng deh ... :D

Terkahir, hemat saya seh saat ini mungkin membangun pemantauan bersama
untuk burung-burung kota beserta penyadartahuannya lebih di utamakan
daripada thema reintroduksi species tertentu di perkotaan. Kenapa
pemantauan burung kota? Ekologi perkotaan belum banyak yang menggarap
dan cenderung di lupakan! padahal bisa dibayangkan kan satu kota tanpa
daerah hijau sama sekali? salah satu pintu masuk untuk ini adalah
BURUNG. Udah pada tau lah kenapa latar belakang burung?....jadi???....
hayoh...kita diskusi...mudah-mudahan akan menghasilkan "kompor" baru
buat ide kegiatan SBI :P


Nuhun dan maap ya klo ada salah-salah kaya : D


Yoki

Kirim email ke