Salam Pada PPBI, Pertemuan Pengamat Burung Indonesia tahun 2007 silam di Semarang, topik ini juga menajdi salah satu bahasan. Yang membahas dan presentasi Pak Pram. Intinya memang hampir mirip dengan apa yang pernah dilakukan Prof. Soma, namun tema yang diusung adalah "Ornithology Knowledge Gap"
Saya sarikan dari file presentasi yang relevan saja: Studi kasus 1 (Ovid JCU.EDU.AU) - Penelusuran database online - Keyword: bird, Indonesia - Hasil : 80 artikel - dari 25 judul Jurnal Studi kasus 2 (Kukila) - Tema Tulisan : - 93 % = spesies / sites notes - 4% = breedingrecord - 3% = behaviour - Penulis : - 94 % = non Indonesia - 3 % = Indonesia - 3 % = Indonesia + non Kalau gantian boleh berpikiran nakal dan liar, 94% v.s 3% itu mah bukan gap (jurang) lagi namanya, tapi Ngarai. Soalnya selisihnya jauuuuh sekali... Tapi memang, yang jadi studi kasus baru Kukila, yang dianggap representasi Indonesia di dunia internasional. Namun kalau publikasi ornithologi Indonesia oleh orang Indonesia di media ilmiah lain, saya lihat "cukup lumayan". Tersebar di Jurnal Biota UAJY, Biosfera UNSOED, Berkala Biologi UGM, Jurnal Puslit Hutan, Zoo Indonesia (masih ada?), dll... Jadi untuk isue kanal publikasi, sebenarnya tidak harus jadi kendala. Hampir semua kampus yang punya jurusan Biologi/MIPA, Kehutanan, punya publikasi ilmiah. Belum ditambah lembaga lain, Kehutanan, LIPI, LSM.. KB --- On Thu, 5/6/10, Y. Hadiprakarsa <[email protected]> wrote: Sebelumnya saya tergelitik juga jadi ingin bertanya kepada rekan-rekan, sudah adakah yang pernah melakukan kajian sederhana dalam kurun 10 atau 5 tahun teakhir mengenai: jumlah total dan rerata per tahun publikasi mengenai burung yang di tulis oleh warga Indonesia baik dalam jurnal ilmiah atau semi ilimiah di dalam dan international? Kemudian, berapa jumlah kanal publikasi tersedia di dalam negeri?
