Saya pikir kita sebenarnya bisa saja keberatan dengan tayangan ini ke pihak TV one. Mbak Irma, SBI-Info kan membernya besar nih. Sekedar ide aja, mungkin nggak sih SBI-Info melakukan tekanan ke TV one dengan membuat surat keberatan resmi?
salam, dwi ________________________________ From: Panji Gusti Akbar <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, May 20, 2010 1:43:38 PM Subject: Re: [SBI-InFo] Penjualan burung di acara TV Wah, sangat disayangkan. . hukum di negara seperti tidak berguna, kalau tidak ada kesadaran dari masyarakatnya sendiri. Oknum-oknum yang seharusnya menindak lanjuti kasus ini malah terlibat di dalamnya. Sepertinya, jalan menuju "utopia" para naturalis semakin tertutup, yakni kehidupan yang harmonis antara manusia dan lingkungannya. Kalau mengusut kasus dibawah, daripada menangkap dan menjual, bagaimana kalau diperlihatkan saja? banyak turis-turis mancanegara yang punya minat akan satwa liar Indonesia yang benar-benar liar, seperti para twitcehr dan birder yang rela datang jauh-jauh cuman untuk melihat burung. Nah, banyak orang-orang kita yang sebenarnya bisa menjadi pemandu, menjual binokuler, dan sebagainya yang bisa menunjang kegiatan tersebut. Lebih menguntungkan! Andaikan hal ini bisa diwujudkan, tapi kapan ya????? SUSAH!!!! maaf kalau nggak bisa dimengerti, :-) Panji Gusti Akbar Al-Soneta Birdwatchinmg Club-Yogyakarta (ALumni SekOlah meNEngah perTAma) ________________________________ taekwondo_105@ yahoo.com http://sangperergin e.wordpress. com ________________________________ From: Ania <an_celestra@ yahoo.com> To: SBI <sbi-i...@yahoogroup s.com> Sent: Thu, May 20, 2010 11:32:12 AM Subject: [SBI-InFo] Penjualan burung di acara TV Apa kbr semua? Rabu lalu tgl 12 Mei kantor sy libur coz pilkada walikota MDN. Iseng2 lihat TV, kebetulan acara Nuansa 1000 Pulau TV One. Saya blm pernah lihat sebelumnya. Dari iklannya sptnya bgs, ttg kekayaan alam Indonesia. Hari itu episodenya ttg kehidupan di suatu pantai, sayang sy lupa nama daerahnya. Kaget sekali sy, yg diliput adalah cara penangkapan burung garuda. Sejenis elang, maaf ga tau namanya. Tapi nama lokal di tmpat tsb Garuda. Setelah ditangkap burung itu dijual utk wisatawan yg berminat, videonya lengkap dng burung2 yg dipasarkan & nama tempat menjualnya. Lalu Rabu kemarin (tgl 19) sy melintas di dpn TV kantor yg menyala. Acara yg sama. Sekarang yg diliput adalah perburuan lumba2. Sy ga lihat lbh jauh apakah lumba2 itu dikomersilkan atau utk bahan makanan sj. Sy jd prihatin melihatnya. Acara nuansa 1000 pulau utk memperlihatkan kekayaan alam kita malah mengajarkan cara eksploitasi yg bisa membahayakan kekayaan alam. Sy mengerti kalau penduduk lokal memerlukan bhn makanan dari berburu, tapi apakah perlu menunjukan cara menangkap burung & membunuh lumba-lumba? dan mempertontonkan penjualan satwa... Pd dasarnya manusia punya sifat serakah, jika bisa mengeksploitasi sedikit kemungkinan ada hasrat mengeksploitasi lbh banyak. Kalaupun satwa yg diburu tdk dilindungi atau langka, kalau dieksploitasi bukankah akan mengancam keberadaannya jg.
