Dear All,

Menarik sekali dan sebenarnya acara TV seperti mulai marak kembali, selain 
langsung mengirimkan surat keberatan masal juga bisa langsung mengirimkan surat 
protes di form pengaduan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) 
http://www.kpi.go.id/?etats=formpengaduan

Sepertinya memang harus ada rutin/selalu mengingatkan pemerintah terutama 
lembaga sensor terhadap media, (maklum kerjaannya buanyak kalee..jd selalu 
lalai/kecolongan tidak ada sensor apa lagi upaya mengingatkan tentang kelayakan 
hiburan untuk dikonsumsi masyarakat).

Terimakasih

--- Pada Kam, 20/5/10, Dwi Nugroho <[email protected]> menulis:

Dari: Dwi Nugroho <[email protected]>
Judul: Re: [SBI-InFo] Penjualan burung di acara TV
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 20 Mei, 2010, 11:26 PM







 



  


    
      
      
      Mbak Irma, ini draft surat keberatan yang bisa dikirimkan ke TV One 
apabila temen-temen SBI-Info setuju. Saya bisa sedikit membantu.

salam,

dwi


From: Irma Dana <irma.d...@gmail. com>
To: sbi-i...@yahoogroup s.com
Sent: Thu, May 20, 2010 2:35:02 PM
Subject: Re: [SBI-InFo] Penjualan
 burung di acara TV









 



    
      
      
      Dear Dwi dan kawan2,
Untuk mengajukan keberatan ke TV One, silahkan saja....bagus juga ya, supaya 
media tahu bahwa penjualan satwa liar secara illegal berpengaruh terhadap 
kepunahan di alam.Saya pikir, temen2 milis juga tidak keberatan kalau milis ini 
membuat gerakan positif untuk menentang perdagangan illegal tersebut.... sok 
Dwi yang koordinir ya....


Salam,Irma

2010/5/20 Dwi Nugroho <adhia...@yahoo. com>
















 



  


    
      
      
      Saya pikir kita sebenarnya bisa saja keberatan dengan tayangan ini ke 
pihak TV one. Mbak Irma, SBI-Info kan membernya besar nih. Sekedar ide aja, 
mungkin nggak sih  SBI-Info melakukan tekanan ke TV one dengan membuat surat 
keberatan resmi? 


salam,

dwi


From: Panji Gusti Akbar <taekwondo_105@ yahoo.com>
To: sbi-i...@yahoogroup s.com

Sent: Thu, May 20, 2010 1:43:38 PM
Subject: Re: [SBI-InFo] Penjualan burung di acara TV









 



    
      
      
      Wah, sangat disayangkan. . hukum di negara seperti tidak berguna, kalau 
tidak ada kesadaran dari masyarakatnya sendiri. Oknum-oknum yang seharusnya 
menindak lanjuti kasus ini malah terlibat di dalamnya. Sepertinya, jalan menuju 
"utopia" para naturalis semakin tertutup, yakni kehidupan yang harmonis antara 
manusia dan lingkungannya.


Kalau mengusut kasus dibawah, daripada menangkap dan menjual, bagaimana kalau 
diperlihatkan saja? banyak turis-turis mancanegara yang punya minat akan satwa 
liar Indonesia yang benar-benar liar, seperti para twitcehr dan birder yang 
rela datang jauh-jauh cuman untuk melihat burung. Nah, banyak orang-orang kita 
yang sebenarnya bisa menjadi pemandu, menjual binokuler, dan sebagainya yang 
bisa menunjang kegiatan
 tersebut.   Lebih menguntungkan!

Andaikan hal ini bisa diwujudkan, tapi kapan ya????? SUSAH!!!!

maaf kalau nggak bisa dimengerti, :-)


Panji Gusti Akbar

Al-Soneta Birdwatchinmg Club-Yogyakarta
(ALumni SekOlah meNEngah perTAma)

taekwondo_105@ yahoo.com

http://sangperergin e.wordpress. com




From: Ania <an_celestra@ yahoo.com>
To: SBI <sbi-i...@yahoogroup s.com>

Sent: Thu, May 20, 2010 11:32:12 AM
Subject: [SBI-InFo] Penjualan burung di acara
 TV









 



    
      
      
      
Apa kbr semua? Rabu lalu tgl 12 Mei kantor sy libur coz pilkada walikota MDN. 
Iseng2 lihat TV, kebetulan acara Nuansa 1000 Pulau TV One. Saya blm pernah 
lihat sebelumnya. Dari iklannya sptnya bgs, ttg kekayaan alam Indonesia. Hari 
itu episodenya ttg kehidupan di suatu pantai, sayang sy lupa nama daerahnya. 
Kaget sekali sy, yg diliput adalah cara penangkapan burung garuda. Sejenis 
elang, maaf ga tau namanya. Tapi nama lokal di tmpat tsb Garuda. Setelah 
ditangkap burung itu dijual utk wisatawan yg berminat, videonya lengkap dng 
burung2 yg dipasarkan & nama tempat menjualnya. 

Lalu Rabu kemarin (tgl
 19) sy melintas di dpn TV kantor yg menyala. Acara yg sama. Sekarang yg 
diliput adalah perburuan lumba2. Sy ga lihat lbh jauh apakah lumba2 itu 
dikomersilkan atau utk bahan makanan
 sj.
Sy jd prihatin melihatnya. Acara nuansa 1000 pulau utk memperlihatkan kekayaan 
alam kita malah mengajarkan cara eksploitasi yg bisa membahayakan kekayaan 
alam. Sy mengerti kalau penduduk lokal memerlukan bhn makanan dari berburu, 
tapi apakah perlu menunjukan cara menangkap burung & membunuh lumba-lumba? dan 
mempertontonkan penjualan satwa... Pd dasarnya manusia punya sifat serakah, 
jika bisa mengeksploitasi sedikit kemungkinan ada hasrat mengeksploitasi lbh 
banyak. Kalaupun satwa yg diburu tdk dilindungi atau langka, kalau 
dieksploitasi bukankah akan mengancam keberadaannya jg.




      

    
     








      

    
     









      

    
     

    
    






  









-- 
Irma Dana
http://dawala. wordpress. com [lagi belajar nulis




    
     









      

    
     

    
    


 



  





Kirim email ke