Re: [R@ntau-Net] Begal motor jerat korbannya dengan tali pancing

2015-02-13 Terurut Topik Maturidi Donsan
Begal motor ini kalau mengakibatkan  korbannya jatuh  sampi geger otak
meninggal, pembegalnya harus dihukum mati.

Masyarakat harus menghukum mati, kalau tertanghkap massa , bakar
bersama-sama.

Kalau ke pengadilan bagaimanapun tak akan dihukum mati.

Kalau tidak tak akan jera ,orang berlaku begitu harus dimusnahkan.

Kalau mengikuti Komnas HAM, mengharap pelaku ,  kejahatan kejam akan bisa
baik  dan nyawa tak bisa diganti.

Apakah komnas ham mau mengganti nyawa orang yang sudah hilang oleh korban.

Dalam beberapa hal pembelaan komnas ham bisa diterima,  tapi untuk penjahat
kejam yang menghilangkan nyawa orang harus dihukum mati. setidaknya
tindakan ini mengurangi jumlah manusia berbakat jahat tega menghilangkan
nyawa orang.



Maturidi (L/76) Talang, Solok, Kutianyia, DuriRiau

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan  kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur  Lokasi disetiap posting
* Hapus footer  seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama  mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup RantauNet dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+unsubscr...@googlegroups.com.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


[R@ntau-Net] Begal motor jerat korbannya dengan tali pancing

2015-02-13 Terurut Topik 'Jacky Mardono Tjokrodiredjo' via RantauNet
Modus para begal motor, denganmemasang jerat leher bagi korbannya, adalah modus 
yang sama dilakukan oleh paragerilyawan, dalam menyanggong jip-jip militer 
belanda yang kaca depannya direbahkan.Karena itu tentara belanda, memasangtegak 
besi pengaman di bumper depannya untuk mencegah agar tali atau kawat 
yangdipasang oleh para gerilyawan tidak menjerat leher mereka.
Untuk menghindari dari jebakan modustersebut, memang agak sulit di lakukan. 
Para pengguna sepeda motor perluwaspada dalam hal melewati jalan jalan yang 
sepi.
Perlu di lakukan pemeriksaan bagi para pengendara sepeda motor, apakah mereka 
membawa barang-barang yang mencurigakan, yang berupa tali yang dapat di gunakan 
untuk menjerat para calon korban.
Wassalam,Jacky Mardono (80+)
METRO Begini Modus Baru Begal Motor di DepokKorbanterbaru adalah Hermawan, 
Satpam DPR RI. Kamis, 12 Februari 2015 | 10:18 WIBOleh : Aries Setiawan, 
ZahrulDarmawan (Depok) Komandan Tim Jaguar, Ipda WinamAgus, menjelaskan modus 
baru begal motor di Depok, Kamis 12 Februari 2015. 
(ZahrulDarmawan/VIVA.co.id)VIVA.co.id - Unit khusus anti kejahatan jalanan 
Polresta Depok, UnitJaguar, temukan kumpulan tali pancing yang diduga kuat 
digunakan kelompok begaluntuk menjerat korban. Modus ini adalah gaya baru. 
Lalu, seperti bagaimanapelaku menggunakan tali pancing untuk menjerat 
korbannya?Ditemui VIVA.co.id di Mapolresta Depok,Kamis 12 Februari 2015, 
Komandan Tim Jaguar, Ipda Winam Agus, menjelaskan carakelompok begal itu 
menjerat korbannya.

Jadi ini modus baru. Caranya, tali itu dikaitkan di samping pohon. Jadiada 
pohon di kanan dan kiri jalan dikaitkanlah benang tersebut sehinggamenyerupai 
jaring, ujar Winam.

Modus seperti ini menimpa Hermawan (30 tahun), satpam DPR RI pada 
Selasadinihari, 10 Februari 2015. Hermawan jadi korban begal motor di kawasan 
FlyOver UI Akses Kelapa Dua Depok. 

Winam mengaku sudah mendeteksinya jauh-jauh hari kejadian seperti yang 
dialamiHermawan itu. Pasalnya, saat melakukan patroli bersama timnya, seminggu 
yanglalu, Winam sempat menemukan tali itu terbentang di jalan.

Jadi modus seperti ini sudah saya temukan seminggu lalu saat menyisirJalan 
Juanda. Saya yakin, tali ini memang sengaja disiapkan oleh pelakukejahatan 
untuk mengerjai korbannya. Dan diduga kuat, cara ini sama dengan apayang 
dialami oleh korban kemarin yang dijebak di Akses Kelapa Dua Depok,kata Winam.

Terkait kasus tersebut, Winam pun berjanji Tim Jaguar yang ada di 
bawahkomandonya akan gencar melakukan patroli dan penyisiran guna menekan 
sekaligusmemburu para pelaku.

Modus seperti ini, menggunakan benang pancing diduga adalah modus baru.Pelaku 
menaruh jebakan ini memang di tempat yang minim penerangan. Kamimengimbau pada 
masyarakat untuk selalu waspada dan menghindari jalan-jalan sepiyang minim akan 
penerangan, ujar Winam.

Seperti diketahui, kasus begal motor di Depok kembali terjadi. Salah 
satupetugas Satpam DPR RI, Hermawan, menjadi korban. Peristiwa itu terjadi 
saatHermawan pulang kerja melintas di kawasan Fly Over UI-Akses Kelapa Dua 
Depokdari arah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sekitar pukul 00.30 WIB.

Saat tengah mengarah ke rumahnya di kawasan Sugutamu, Sukmajaya, Depok, 
korbantiba-tiba saja terpental di dekat tikungan setelah Fly Over UI. Setelah 
itu,korban pun tak sadarkan diri lantaran mengalami luka cukup serius di 
bagianwajah.

Sementara, pelakunya berhasil menggondol motor dinas korban. Kasus ini 
sedangditangani Polsek Jagakarsa, Jakarta Selatan. (one)



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan  kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur  Lokasi disetiap posting
* Hapus footer  seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama  mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup RantauNet dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+unsubscr...@googlegroups.com.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.