|
Dari literatur yg pernah saya baca, saya tidak
(belum) menemukan catatan bahwa Cheng Ho secara pribadi mendarat di Sungai
Raya, Pantai Samudera, atau Pasir Panjang. Memang muncul banyak
legenda seputar perjalanan Cheng Ho. Bahkan ada yg percaya "durian" yg
lezat itu adalah 'e'eknya' Cheng Ho. Legenda yg sama beredar luas di
Malaysia.
Dalam tradisi kekaisaran Tiongkok zaman
dahulu, kehadiran Kaisar atau pejabatnya tidak harus secara fisik, namun bisa
secara simbolis. Perhatikan film2 Mandarin. Sebuah lencana, surat perintah atau
stempel pejabat/Kaisar atau simbol2 tertentu yg dibawa oleh seorang utusan sudah
merupakan simbol kehadiran si empunya lencana/surat perintah atau stempel.
Diperkirakan anak buah atau utusan Cheng Ho memang banyak melakukan pendaratan
di kawasan yg pernah dikunjunginya. Dengan menunjukkan simbol yg dibawa, maka
dianggap Cheng Ho juga hadir bersama representatifnya. Apa yg dipercayai
masyarakat Kalbar besar kemungkinan adalah demikian. Cheng Ho tidak mungkin bisa
hadir dimana-mana pada saat yg sama. Banyak juga cerita yg menyatakan utusan
atau anak buahnya yg tidak kembali lagi ke armada dg berbagai alasan. Hal ini
logis krn zaman itu komunikasi tdk secanggih sekarang, bisa saja ada yg
ketinggalan atau sengaja tdk mau ikut kembali.
Setahu saya yg di Pantai Samudera itu
bukan kelenteng, itu hanya sekumpulan batu yg disakralkan. Waktu SMP saya
sering camping dekat lokasi itu. Masyarakat kita sering sembahyang atau bahkan
minta nomor lotre...he..he... Atau sekarang sudah dibangun jadi
kelenteng?
Soal nama Sam Po Kung saja banyak versinya. Nama
kecil Cheng Ho (Zheng He) adalah Ma He (marganya Ma), katanya sejak kecil dia
juga dipanggil dengan nama Sam Po. Kung (Kong) ditambahkan sebagai
penghormatan atau sesembahan. Versi lain mengatakan bahwa dirinya pernah
ditolong oleh sejenis ikan yg dinamakan Sam Po ketika kapalnya bocor dalam suatu
badai. Ikan ini menambal kapalnya yg bocor sehingga terhindar dari kekaraman.
Ikan Sam Po ini katanya sama dg ikan Sampanthiau [orang Tionghoa Kalbar dahulu
pantang makan ikan Sampanthiau, terutama kalangan
nelayan (?)]. Believe it or not, the legends continue...... Kedua
versi ini sama2 ada pengikutnya, terserah mau pilih yg mana, yang jelas
ikan Sampanthiau itu enak, dan sekarang banyak yg
mengkonsumsinya..he..he...
Utk tambahan info mengenai daerah2 yg pernah
dijelajahi Cheng Ho, kunjungi: http://swaramuslim/net/more.php?id=2_0_1_0_m.
Semoga bemanfaat.
HK.
__._,_.___ ===================================================== ~~~~~~~~~~ Selamat Menunaikan Ibadah Puasa ~~~~~~~~~~ Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply United Singkawang - [http://www.singkawang.us] Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang] =====================================================
SPONSORED LINKS
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe __,_._,___ |
- [Singkawang] [PP] Penyiar Islam Pertama di Nusantara United Singkawang
- Re: [Singkawang] [PP] Penyiar Islam Pertama di Nusa... Hendy Lie
- Re: [Singkawang] [PP] Penyiar Islam Pertama di ... Hasan Karman
- Re: [Singkawang] [PP] Penyiar Islam Pertama... Hendy Lie
- [Singkawang] Sempalung or Sam Po Lung Hasan Karman
- Re: [Singkawang] Sempalung or Sam ... Hendy Lie
- [Singkawang] Kelenteng Sam Po Kung... Hendy Lie
- Re: [Singkawang] Kelenteng Sam... Hasan Karman
