Tertarik untuk memberi komentar atas tulisan yg diposting Bos Rudi soalnya 
kalo dilihat2 banyak hal yg bisa dihubungkan dengan kondisi singkawang skr 
ini. demo tatung beberapa waktu lalu menjadi topik menarik yg masih dibahas 
dikoran lokal kalbar dan singkawang khususnya. sebagai wakil rakyat waktu 
demo kemarin kayaknya tdk ada anggota DPRD yg menjadi mediator bagi tatung 
untuk menyampaikan aspirasinya seperti yg dilakukan Ahok ketika menemui para 
pekerja kelapa sawit yg berunjuk rasa.

Salam,
Khiong (TJ)


----- Original Message ----- 
From: Rudi Dustika Teja
To: [email protected]
Sent: Monday, April 09, 2007 3:30 PM
Subject: [Singkawang] fwd : [t-net] "Jangan pernah lupa pada kampung 
halaman"


Salam sejahtera rekan-rekan,

kebetulan saya menemukan artikel yang menarik seputar politik. Artikel ini 
tidaklah baru, karena ditulis pada bulan Agustus 2005, dan menurut info dari 
sang penulis sudah pernah dimuat di surat kabar Bangka Pos.

Tadi saya sempat meminta izin dari sang penulis yakni Bapak Yap Hong Gie 
yang aktif di milis t-net (tionghoa net), untuk cross posting artikel 
tersebut. Dan beliau
memberikan lampu hijau sambil menitipkan salam hangat untuk kita para 
penghuni milis Singkawang .

Membaca artikel di bawah ini membuat saya teringat akan kampung halaman 
kita, kota Singkawang. Yang sedang diliputi polemik, dan yang akan menyambut 
pilkada.

Selamat membaca rekan-rekan, dan silahkan berkomentar jika ingin .Semoga 
informasi berikut bisa memperkaya wawasan kita untuk tumbuh bersama.

Salam,

Rudi.



[t-net] "Jangan pernah lupa pada kampung halaman"
Yap Hong Gie
Thu, 04 Aug 2005 12:57:54 -0700

http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg03751.html

"Jangan pernah lupa pada kampung halaman" kata Alm. Indra Cahaya Purnama, 
terlahir Cung Kim Nam kepada anak-anaknya, "kamu boleh kemana saja asal 
jangan lupa pulang untuk membangun kampung halaman".

Nasihat ini merupakan pesan yang diikuti oleh Ahok dan adik-adiknya; Dr 
Basuri T Purnama; dokter PNS di Kab Belitung Timur, Fifi Lety SH. LLM, 
praktisi Hukum, yang setelah menyelesaikan studi mereka di Jakarta, pulang
untuk berbakti dan berkarya dikampung halaman mereka.
Bagi Ahok sendiri, alumnus Teknik Geologi Trisakti, setelah itu mengambil 
S-2 nya di lembaga Manajemen Keuangan di Sekolah Tinggi Management Prasetya
Mulya, kemudian menjadi pengusaha pertambangan di Belitung. Beberapa tahun 
lalu Ahok terpanggil untuk terjun dibidang politik dan terpilih menjadi 
anggota DPRD dari partai PIB untuk Kabupaten Beltim.Ahok yang lahir di 
Manggar-Belitung, tanggal 29 Juni 1966, dikenal sebagai
seorang politisi yang bersih, beliau dan beberapa rekannya pernah 
mengembalikan sisa uang perjalanan dinas kunjungan ke Malang-Jawa Timur, 
yang sempat membuatnya dikucilkan oleh rekan-rekan anggota DPRD lainnya.

Suatu hari terjadi demo oleh pekerja Kelapa Sawit yang berunjuk rasa di 
depan Gedung DPRD Beltim, tidak ada anggota DPRD yang (berani) keluar untuk 
menghadapi para pengunjuk rasa. Ahok memutuskan untuk menemui para pekerja
Kelapa Sawit, melakukan dialog dengan mereka sambil makan bersama.Ahok pula 
berhasil memperjuangkan kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) bagi para pekerja 
Kelapa Sawit, sehingga ketika Ahok alias Ir. Basuki Tjahaya Purnama,
MM., mencalonkan diri untuk menjadi Bupati Belitung Timur, semua pekerja 
Kelapa Sawit memberikan suaranya kepada Ahok.Ir. Basuki Tjahaya Purnama, 
MM., yang mewakili PIB berhasil memenangkan secara mutlak PILKADA Beltim, 
mengalahkan lawan-lawannya; Faizal mantan Dandim, Abd Fatah - staf Dept. 
Dagri (PBB - Yusril I. Mahendra) dan mantan Sekda Sumsel (Golkar).

Selasa pagi, (02/08/'05) pk. 06.15 kita sudah kumpul di Bandara 
Sukarno-Hatta Cengkareng, untuk berangkat dengan pesawat Sriwijaya Air 
pk.07.30 yang penuh sesak, sehingga Sriwijaya Air harus mengadakan extra 
flight ke Tanjung Pandan.  Rupanya kami sepesawat dengan dengan rombongan
lainnya, seperti Bpk. Frans Tsai, para pengusaha Cina, beberapa pengurus 
partai PIB., Ir. Nurdi Prayogi MM, dan Dr Ratna Wijana SE, MM.; keduanya 
dari Pusat Penelitian Pranata Pembangunan Universitas Indonesia, seorang
koresponden koran berbahasa Mandarin dan Sdri Maya dari majalah Sinergi yang 
selalu hadir untuk meliput hampir setiap acara kegiatan dari kalangan etnis.
Selain itu berangkat dari Jakarta, Gubenur Bangka-Belitung (Babel), pejabat 
Depdagri, Muhammad Muas mantan anggota DPR-RI fraksi Golkar, asal Belitung.

Di pesawat saya bilang kawan saya, "enak nih pagi-pagi makan Bakmi 
Belitung", seperti didengar keinginan ini, sampai dirumahnya kawan di 
Tanjung Pandan, kami disambut dengan sarapan Bakmi Belitung, dengan udang 
segar dan baso ikannya yang kecil-putih, lezat bukan main.Siangnya kita 
dibawa ke salah satu pondok makan dipantai, yang terkenal menu Kepala ikan 
Asam-Pedas, dengan Ikan Bakar dan sambal terasi khas Belitung.Sambil 
menikmati makan siang kami mendengarkan latar belakangan dan perkembangan 
berlangsungnya kampanye politik, Ahok alias Ir. Basuki Tjahaya Purnama, MM., 
Bupati Belitung Timur, figur unik yang berhasil memenangkan Pilkada secara 
murni dengan dukungan aspirasi dan kekuatan masyarakat, yang
mengalahkan politik uang dan tekanan birokrasi dari kekuatan partai besar 
lainnya.

Acara pelantikan Bupati Belitung Timur pada Rabu pagi 03/08/'05, 
diselenggarakan di Gedung DPRD di Manggar Kab. Belitung Timur, satu jam 
lebih perjalanan dari Tanjung Pandan.Seusai acara pelantikan saya sempat 
berbincang-bincang dengan Franz Tsai dan seorang tokoh pengusaha Bangka, 
bahwa perjuangan Ahok yang sebenarnya baru saja dimulai, sehingga para 
suporternya yang selama ini memberikan dukungannya, selanjutnya jangan 
menjerat Ahok dengan usaha KKN tetapi secara konsisten memberikan dukungan 
kepada Bupati Beltim dalam menjalankan pembangunan daerahnya, khususnya 
dalam mengentaskan kemiskinan.
--------------- 

Kirim email ke