teman-teman,
saya juga setuju dengan pendapat saudari Lidya ,
"Pak Hasan kenapa harus menunggu di vote dulu barumembantu, kenapa 
bukan dengan hati tulus aja bantu mereka yg membutuhkan, otomatis 
mereka melihat Pak Hasan tulus akan memvote penuh"

para pemain politik di daerah kita kebanyakan memang lip service saja. 
saya tidak melihat adanya perubahan yang signifikan dalam perkembangan 
singkawang dr yang saya amatasi sejak 2-3 tahun yang lalu, masi 
begitu2 saja. 
Jadi sangat wajar jika sebagian publik tidak ingin "membeli kucing 
dalam karung " lagi
karena pilkada sendiri punya periode yang lama, jika pilihan kita 
ternyata salah akan menghasilkan 1 periode yang sia-sia dalam 
perkembangan daerah kita

Para politikus hanya mengincar keuntungan dengan posisi yang tinggi 
dulu baru berpikir utk masyarakat. sebenarnya seorang pemimpin yang 
bijaksana dan baik adalah pemimpin yang bisa memikirkan kepentingan 
publik di atas kepentingan pribadinya

Semoga pak Hasan membaca, komentar saya
buktikanlah anda adalah orang yang cocok untuk kami(warga kota 
singkawang) pilih tidak hanya melalui mulut saja. tunjukkan dengan 
action dr bapak

untuk teman-teman di skw, saya sangat berharap untuk bersikap 
bijaksana dalam memilih walikota selanjutnya untuk kemajuan daerah 
kita
jangan mudah tertarik dengan sedikit kampanye berupa pemberian barang-
barang etc. tapi nilailah orang yang akan dipilih.

Best regards


--- In [email protected], Lidya Pei <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Dear All,
> Kesan yg saya dapat kok seperti membeli kucing dalam
> karung? Si penjual bilang isinya kucing, tapi apa
> betul itu kucing? soalnya semua orang tidak melihat
> tampangnya. Setelah di beli dibuka eh eh ternyata
> bukan kucing, nah lho??? 
> Pak Hasan kenapa harus menunggu di vote dulu baru
> membantu, kenapa bukan dengan hati tulus aja bantu
> mereka yg membutuhkan, otomatis mereka melihat Pak
> Hasan tulus akan memvote penuh.  Kalo ternyata isi
> karung pak Hasan bukan apa seperti yg di nyatakan pak
> Hasan bagaimana? Kan rakyat yg memvote akan kecewa.
> Makanya buktikan dulu dong. Lip Service itu siapa juga
> bisa. Tidak perlu orang yg lulusan S berapa. 
> Bagaimana rakyat singkawang tidak kenal Pak Hasan,
> setiap rumah mereka dibagikan kalender dengan foto
> keluarga Pak Hasan. Saya waktu pulang kampung heran,
> kenapa setiap rumah ada kalender yg sama, sampai rumah
> penjaga kebun keluarga kita juga ada kelender itu.
> Setelah saya dekati, wau...tadinya saya kira itu
> gambar selebritis bintang film di jakarta atau film
> hongkong. Gak tau nya selebritis politik Singkawang.
> Saya tanya penjaga kebun itu, emang suk suk kenal
> dengan orang di foto itu? Dia bilang yg penting orang
> digambar itu cantik dan ganteng apalagi putrinya,
> hahahahhahah 
> Kalau ini yg dinamakan dikenal sih....Semoga Pak Hasan
> mempunyai niat yg benar bersih dan tulus, hanya Pak
> Hasan dan Tuhan yg mengetahui itu.
> 
> --- Robert Lay <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Dear All,
> >   Membaca hasil dari wawancara VetoNews dengan pak
> > Hasan Karman sebagai salah satu calon walikota
> > Singkawang dalam pilkada pada bulan November
> > nanti.Interview ini sangat menarik bahkan dapat
> > menjadi bahan diskusi didalam forum ini.
> >   Saya  presume materi yang disampaikan oleh pak
> > Hasan didalam interview itu bukan pernyataan politik
> > resmi dalam kampanye pilkada atau sebuah konsep
> > pembangunan kota Singkawang.
> >   Kalau asumsi ini benar,berarti kita tidak perlu
> > menguji kebenaran data –data yang beliau sampaikan
> > dalam interview tersebut.Atau tanpa melihat detail
> > bagaimana cara menjabarkan gagasan itu.
> >    
> >   Ada beberapa point penting yang menjadi sasaran
> > pembangunan yang akan dilakukan oleh beliau jika
> > beliau terpilih menjadi walikota Singkawang
> > nanti.Misal disektor:
> >   -parawisata
> >   -perikanan
> >   -pelabuhan-laut dan udara
> >   -perekonomian
> >    
> >   Melihat sektor yang perlu ditangani itu memerlukan
> > investasi besar dengan pendapatan  asli
> > daerah(PAD)hanya sebesar Rp 10 milyar,tentu saja 
> > tidak  cukup untuk membiayai proyek-proyek tersebut
> > diatas.,berarti akan mengalami deficit.
> >      Diantara  sekian sektor yang perlu mendapat
> > perhatian,yang menarik bagi saya yaitu perikanan
> > .Tentu saja terasi(blacan,bulacan)mendapat perhatian
> > saya ,karena kampung saya menghasilkan produk ini
> > .Perhatian beliau terhadap terasi sangat serius
> > seperti melalui pernyataan ini" Kalau nanti saya
> > jadi Walikota dan diterima masyarakat, saya akan
> > membantu mereka untuk membuat terasi yang lebih
> > hygienis dan bisa dipasarkan lebih bagus. Mereka
> > harus diberikan bantuan tehnis cara membuat terasi
> > dan mereka juga perlu bantuan modal untuk
> > mengembangkan usahanya."
> >   Saya kurang begitu yakin kalau masyarakat perlu
> > bantuan tehnis cara membuat terasi karena  mereka
> > sudah melakukan hal itu dari turun
> > temurun,setidak-tidaknya mereka tahu apa yang
> > dilakukan.Kalau meminta bantuan modal itu sudah
> > pasti.Karena pada nelayan perlu modal untuk membeli
> > pelengkapan,penangkapan bubuk(udang kecil-mui
> > ha,bahan baku buat terasi).Untuk menangkap bubuk
> > tidak perlu kapal,karena habitas tempat bubuk hidup
> > tidak jauh dari pantai.Alat untuk menangkap bubuk
> > juga sederhana,dua batang kayu sepanjang 3-4meter
> > kemudian dipasang net(mata net halus sekali)
> > bentuknya seperti kerucup(seperti huruf Y).Bila
> > musim(tidak setiap saat ada bubuk)bubuk pada nelayan
> > pergi ke tepi pantai sedalam 2 meter mendorong alat
> > penangkap tersebut.
> >   Kalau pak Hasan sudah menjadi walikota Singkawang,
> > kita mengajak  beliau turut turun kelaut menangkap
> > bubuk .Sehingga beliau memahami proses membuat
> > terasi berkualitas yang mendapat  personal garansi
> > dari pak walikota.Festival penangkapan bubuk dengan
> > walikota juga tidak kalah penting seperti festival
> > bersama walikota turun ke sungai untuk membersihkan
> > sungai Singkawang.Semoga saudara Hendy bersedia
> > menjadi ketua panitia untuk kedua  event itu.
> >    
> >   salam,
> >   Robert Lay-sydney
> > 
> > United Singkawang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >            
> > http://www.vetonews.com/?s_id=26&c_id=262
> >    
> >   Tekad Hasan Karman Cawakot Singkawang Bangun Kota
> > Seribu Kelenteng
> > Oleh Tonny Budianto / 01.
> > 
> >   
> > Jakarta
> > , VetOnews.
> >   
> >   Sebentar lagi warga Kota Singkawang Provinsi
> > Kalimantan Barat (Kalbar) akan melaksanakan pesta
> > demokrasi yaitu pemilihan Walikota Singkawang.
> > Sederatan nama beken telah mencuat dalam pilkada
> > yang akan diselenggarakan pada Bulan November Tahun
> > 2007 ini. Selain penguasa pemerintahaan sekarang (In
> > cumbent), ada juga nama kandidat lain yang ikut
> > menghiasi bursa calon walikota itu.
> >    
> >   
> >   Adalah Hasan Karman, SH.MM yang telah menyatakan
> > kesiapannya sebagai Calon Walikota untuk bertarung
> > dalam pesta demokrasi itu. Putra Asli Singkawang ini
> > mempunyai garis keturunan etnis Tionghoa dari Ibu
> > yang kelahiran Kabupaten Bengkayang. Hasan Karman
> > juga sangat dikenal oleh warga Singkawang. Apalagi
> > Bapak yang biasa disapa dengan sebutan Pak Hasan
> > ini, boleh dikatakan berhasil dalam perantauan.
> > Selain status sebagai pengacara, calon Doktor bidang
> > lingkungan ini juga aktif di Partai Politik yaitu
> > sebagai Bendahara Umum Partai Perhimpunan Indonesia
> > Baru (PIB). Untuk mengetahui apa saja yang akan
> > dilakukan Hasan Karman bila terpilih menjadi
> > Walikota Singkawang, wartawan VetOnews Tonny
> > Budianto berkesempatan melakukan wawancara di
> > Bilangan Sunter Jakarta Utara beberapa waktu yang
> > lalu. Berikut petikan laporannnya.
> >   
> >    
> >    
> >   Apa motivasi Anda  untuk ikut mencalonkan diri
> > menjadi Walikota Singkawang?
> >   
> >   Sesungguhnya saya termotivasi dan terpanggil untuk
> > membangun Kota Singkawang karena saya lahir di
> > Singkawang, dan Singkawang bagi saya 
> > adalah kota
> >  tercinta. Oleh sebab itu agar niat saya terwujud
> > maka saya ikut mencalonkan diri menjadi Walikota
> > Singkawang dalam pilkada November mendatang. Peluang
> > itu sudah terbuka lebar.
> >    
> >   
> >   Saya juga sangat menyadari bahwa saya adalah warga
> > 
> > Indonesia
> > . Ketika reformasi bergulir di negeri tercinta ini,
> > saya yang keturunan Tionghoa mempunyai kesadaran
> > untuk ambil bagian dalam kancah pembangunan Bangsa
> > ini. Sekarang perubahan itu terus berkembang sesuai
> > dengan tuntutan masyarakat. Setelah saya pelajari
> > dan mengkaji secara mendalam, ternyata sudah
> > waktunya saya tampil untuk berkiprah membangun
> > bangsa ini terutama daerah saya yaitu Kota
> > Singkawang.
> >   
> >    
> >   Mengapa Anda memilih jalur birokrasi untuk
> > mengabdikan diri pada 
> > Kota
> >  Singkawang?
> >   
> >   Begini, sejak saya merantau, saya selalu pulang ke
> > Singkawang dan melihat apa yang bisa dibangun di
> > Singkawang itu. Pada waktu itu saya belum ada
> > kesempatan. Orang Singkawang yang berhasil,
> > kebanyakan hanya membentuk organisasi. Lalu
> > organisasi itu hanya terbatas pada aktivitas sosial,
> > gitu-gitu saja. Saya rasa itu tidak cukup, akhirnya
> > saya berpikir untuk memilih jalur birokrasi menjadi
> > eksekutif. Bila terpilih menjadi Walikota, saya akan
> > bekerjasama dengan organisasi-organisasi yang kuat
> > dan tentu saja Kota Singkawang dapat dibangun dengan
> > baik. Kesadaran itulah membuat saya mau maju, di
> > samping itu saya juga mempunyai bekal ilmu yang
> > cukup memadai. Saya menyelesaikan S1 bidang hukum di
> > UI, saya juga S2 Magister Managemen dan sekarang
> > saya sedang menyelesaikan S3 bidang Managemen
> > Lingkungan di UNJ (Universitas Negeri Jakarta).
> > Dengan latar pendidikan begini, saya ingin
> > mengabdikan ilmu saya menjadi Walikota Singkawang.
> >   
> >    
> >   Sejauh mana Anda mengenal 
> > Kota
> >  Singkawang?
> >   
> >   Singkawang itu tidak besar, luasnya lebih kurang
> > 50.400 hektar, kurang lebih seperti Singapore,
> > ketika Singapore belum direklamasi. Kota Singkawang
> > sendiri terbagi atas lima Kecamatan, dengan jumlah
> > penduduk tidak lebih 200.000 jiwa, dengan komposisi
> > penduduk 60% etnis Tionghoa, 20% Melayu, 7-8% Dayak,
> > Madura 10% dan sisanya adalah etnis lain-lain. Ini
> > pluralisme yang ada di Singkawang, sangat kondusif
> > bagi saya yang mempunyai latar belakang sebagai
> > putera asli Singkawang untuk membangun 
> > kota
> >  ini. Jadi kalau saya bisa menciptakan lapangan
> > kerja, memutar roda ekonomi Singkawang, maka orang
> > tidak perlu lagi ribut-ribut soal amoi-amoi yang
> > kawin ke Taiwan karena desakan ekonomi, akhirnya
> > mereka pergi keluar Singkawang, sedangkan yang lain
> > menjadi TKW/TKI karena tidak ada lapangan kerja. Di
> > Singkawang itu peredaran uang kebanyakan dari luar,
> > dari 
> > Jakarta, Taiwan
> >  dan dari Hongkong dikirim balik. Namun
> > kenyataannya, uang yang beredar dari hasil
> > perputaran itu sedikit sekali, inilah yang mau saya
> > rubah.
> >   
> >    
> >   Apa Visi dan Misi Anda yang dapat diberikan ke
> > masyarakat 
> > Kota
> >  Singkawang?
> >   
> >   Kota Singkawang itu adalah suatu daerah yang unik,
> > berada 
> === message truncated ===
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com
>


Kirim email ke