Dear All,
  Kemarin saya terima sms dari Mr.B yang tinggal di Singkawang.Beliau ini 
keberatan dengan fakta yang saya kemukakan didalam posting saya dengan judul 
“Kontribusi dari pak Hasan”.Menurut dia kontribusi dari pak Dr.Hasan 
Karman,SH,MM ada satu proyek yang  mereka nilai sangat signifikan bermanfaat 
bagi masyarakat.Yaitu proyek “No Fee KTP(kartu tanda penduduk)untuk masyarakat 
Lacibuk(desa KaliAsin Dalam,kelurahan Sedau).Pak Hasan membayar biaya pembuatan 
KTP.Sms Mr.B ini saya beranggapan bukan “suara protes”tetapi adalah suara minta 
keadilan.Untuk memperlakukan adil terhadap “voice”Mr.B ini,hari ini saya 
mengadakan cross checking ke desa Lacibuk.
   
  Populasi Lacibuk(desa Lacibuk dibagi3bagian,luar-tengah-dalam) kurang lebih 
5000 jiwa(98% orang etnis Chinese),menurut data pemilu yang  lalu ada sekitar 
1700 orang yang ikut memberi vote.Menurut data dari masyarakat Lacibuk kurang 
lebih hanya 100orang yang disponsori oleh pak Hasan..Kalau diasumsikan populasi 
Lacibuk perlu memiliki KTP sebanyak 2000 jiwa(sekarang) berarti hanya 5% yang 
mendapat keberuntungan .Biaya pembuatan KTP Rp15000 per ktp,berarti Rp1,5juta 
untuk proyek No Fee KTP!.Tentu saja ini seperti potongan kepingan cake yang 
terlalu kecil dibagikan kepada masyarakat Lacibuk,dibandingkan pengeluaran 
untuk sponsor band Obeng di Saliung saja selama 3malam(Rp2.1juta x 
3=Rp6.3juta).Menurut rumour yang beredar diLacibuk,pak Hasan hanya memberi 
prioritas utama kepada pendukungnya dalam hal ini,atau dengan pengertian hanya 
pendukungnya mendapat ktp gratis!.Kalau ini benar,saya merasa kasihan kepada 
pendukungnya karena mereka hanya menikmati potongan cake kecil dari
 dana kampanye pak Hasan.Mungkin lebih beruntung kalau mereka bukan menjadi 
pendukungnya????
  Menurut pendapat dari berbagai pihak,ini adalah salah satu proyek bermanfaat 
bagi rakyat miskin,karena mereka merasa nikmatnya  Pilkada singkawang.
   
  salam,
  Robert Lay-sydney
   
  

Robert Lay <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Dear All,
  attn:Lidya Pei.
   
  Pengalaman Anda tidak jauh beda dengan saya dikagetkan dengan kalender 
kandidat kita,Pak Hasan.
  Pada akhir bulan yang lalu saya mengunjungi kota Singkawang.Ketika tiba 
dirumah keluarga kami,di living room terpasang kalender bergambar foto keluarga 
pak Hasan.Saya mengamati foto keluarga pak Hasan,anak-anaknya manis dan 
lucu(cute).Terutama anak gadisnya yang teenager itu.Untung putra saya tidak 
ikut holiday dengan kami kali ini,kalau ikut pasti diambil foto nona manis ini 
sebagai bahan koleksi untuk database di net. Nyonya Hasan memiliki kulit yang 
halus dan putih bersih. Itulah my impression terhadap keluarga pak Hasan dari 
foto tersebut.
  
  Hampir setiap rumah yang saya kunjungi pasti ada kalender pak Hasan.Melihat 
kualitas offset kalender itu dan jumlah populasi yang menerimanya paling tidak 
memerlukan dana sekitar ½ milyar rupiah(menurut dugaan saya secara kasar) untuk 
proyek “Free Kalender 2007”.Bukan hanya kalender saja pak Hasan telah 
kontribusi kepada masyarakat Singkawang,juga sponsor band pada saat merayakan 
hari ulang tahun Klenteng.Tarip band Obeng seharga Rp 2.1 juta permalam.Dan 
pada perayaan hari besar keagamaan pak Hasan juga memberi binatang 
korban(beberapa ekor sapi)untuk kemasyarakat.Jadi kesimpulan saya pak Hasan 
juga ada kontribusi kepada masyarakat belum menjadi walikota Singkawang.Kalau 
dinilai kurang lebih 1 milyar rupiah.
  Tetapi keefektipan kontribusi pak Hasan bermanfaat bagi masyarakat (yang 
butuhkan)masih dipertanyakan oleh orang-orang diwarung kopi di daerah 
Singkawang dan sekitarnya.Terutama mereka(masyarakat Chinese yang miskin)di 
desa-desa.Sanggupkah program pak Hasan dapat meningkat taraf kehidupan mereka?
  Kebetulan ketika saya ada di Singkawang banyak ketemu teman-teman diwarung 
kopi. Info tentang kontribusi pak Hasan saya peroleh diwarung kopi,berita dan 
opinion diwarung kopi jauh lebih dapat dipercaya daripada  koran local.Bahkan  
ketelitian beritanya sudah sekelas BBC!Ini menurut pendapat saya.
  
  Mungkin suk suk Lidya kuatir dicap golongan “Luk Fa Nyin”(pengacau org 
chinese)kalau tidak mengantung kalender kandidat dari golongan Chinese?Selama 
ini juga beredar isu kalau orang chinese Singkawang memberi opinion miring 
terhadap kandidat golongan Chinese akan dicap Luk Fa Nyin.Entahlah isu ini 
benar atau tidak
   
  salam,
  Robert Lay-sydney
  

Lidya Pei <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      Dear All,
Kesan yg saya dapat kok seperti membeli kucing dalam
karung? Si penjual bilang isinya kucing, tapi apa
betul itu kucing? soalnya semua orang tidak melihat
tampangnya. Setelah di beli dibuka eh eh ternyata
bukan kucing, nah lho??? 
Pak Hasan kenapa harus menunggu di vote dulu baru
membantu, kenapa bukan dengan hati tulus aja bantu
mereka yg membutuhkan, otomatis mereka melihat Pak
Hasan tulus akan memvote penuh. Kalo ternyata isi
karung pak Hasan bukan apa seperti yg di nyatakan pak
Hasan bagaimana? Kan rakyat yg memvote akan kecewa.
Makanya buktikan dulu dong. Lip Service itu siapa juga
bisa. Tidak perlu orang yg lulusan S berapa. 
Bagaimana rakyat singkawang tidak kenal Pak Hasan,
setiap rumah mereka dibagikan kalender dengan foto
keluarga Pak Hasan. Saya waktu pulang kampung heran,
kenapa setiap rumah ada kalender yg sama, sampai rumah
penjaga kebun keluarga kita juga ada kelender itu.
Setelah saya dekati, wau...tadinya saya kira itu
gambar selebritis bintang film di jakarta atau film
hongkong. Gak tau nya selebritis politik Singkawang.
Saya tanya penjaga kebun itu, emang suk suk kenal
dengan orang di foto itu? Dia bilang yg penting orang
digambar itu cantik dan ganteng apalagi putrinya,
hahahahhahah 
Kalau ini yg dinamakan dikenal sih....Semoga Pak Hasan
mempunyai niat yg benar bersih dan tulus, hanya Pak
Hasan dan Tuhan yg mengetahui itu.

--- Robert Lay <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Dear All,
> Membaca hasil dari wawancara VetoNews dengan pak
> Hasan Karman sebagai salah satu calon walikota
> Singkawang dalam pilkada pada bulan November
> nanti.Interview ini sangat menarik bahkan dapat
> menjadi bahan diskusi didalam forum ini.
> Saya presume materi yang disampaikan oleh pak
> Hasan didalam interview itu bukan pernyataan politik
> resmi dalam kampanye pilkada atau sebuah konsep
> pembangunan kota Singkawang.
> Kalau asumsi ini benar,berarti kita tidak perlu
> menguji kebenaran data –data yang beliau sampaikan
> dalam interview tersebut.Atau tanpa melihat detail
> bagaimana cara menjabarkan gagasan itu.
> 
> Ada beberapa point penting yang menjadi sasaran
> pembangunan yang akan dilakukan oleh beliau jika
> beliau terpilih menjadi walikota Singkawang
> nanti.Misal disektor:
> -parawisata
> -perikanan
> -pelabuhan-laut dan udara
> -perekonomian
> 
> Melihat sektor yang perlu ditangani itu memerlukan
> investasi besar dengan pendapatan asli
> daerah(PAD)hanya sebesar Rp 10 milyar,tentu saja 
> tidak cukup untuk membiayai proyek-proyek tersebut
> diatas.,berarti akan mengalami deficit.
> Diantara sekian sektor yang perlu mendapat
> perhatian,yang menarik bagi saya yaitu perikanan
> .Tentu saja terasi(blacan,bulacan)mendapat perhatian
> saya ,karena kampung saya menghasilkan produk ini
> .Perhatian beliau terhadap terasi sangat serius
> seperti melalui pernyataan ini” Kalau nanti saya
> jadi Walikota dan diterima masyarakat, saya akan
> membantu mereka untuk membuat terasi yang lebih
> hygienis dan bisa dipasarkan lebih bagus. Mereka
> harus diberikan bantuan tehnis cara membuat terasi
> dan mereka juga perlu bantuan modal untuk
> mengembangkan usahanya.”
> Saya kurang begitu yakin kalau masyarakat perlu
> bantuan tehnis cara membuat terasi karena mereka
> sudah melakukan hal itu dari turun
> temurun,setidak-tidaknya mereka tahu apa yang
> dilakukan.Kalau meminta bantuan modal itu sudah
> pasti.Karena pada nelayan perlu modal untuk membeli
> pelengkapan,penangkapan bubuk(udang kecil-mui
> ha,bahan baku buat terasi).Untuk menangkap bubuk
> tidak perlu kapal,karena habitas tempat bubuk hidup
> tidak jauh dari pantai.Alat untuk menangkap bubuk
> juga sederhana,dua batang kayu sepanjang 3-4meter
> kemudian dipasang net(mata net halus sekali)
> bentuknya seperti kerucup(seperti huruf Y).Bila
> musim(tidak setiap saat ada bubuk)bubuk pada nelayan
> pergi ke tepi pantai sedalam 2 meter mendorong alat
> penangkap tersebut.
> Kalau pak Hasan sudah menjadi walikota Singkawang,
> kita mengajak beliau turut turun kelaut menangkap
> bubuk .Sehingga beliau memahami proses membuat
> terasi berkualitas yang mendapat personal garansi
> dari pak walikota.Festival penangkapan bubuk dengan
> walikota juga tidak kalah penting seperti festival
> bersama walikota turun ke sungai untuk membersihkan
> sungai Singkawang.Semoga saudara Hendy bersedia
> menjadi ketua panitia untuk kedua event itu.
> 
> salam,
> Robert Lay-sydney
> 
> United Singkawang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> http://www.vetonews.com/?s_id=26&c_id=262
> 
> Tekad Hasan Karman Cawakot Singkawang Bangun Kota
> Seribu Kelenteng
> Oleh Tonny Budianto / 01.
> 
> 
> Jakarta
> , VetOnews.
> 
> Sebentar lagi warga Kota Singkawang Provinsi
> Kalimantan Barat (Kalbar) akan melaksanakan pesta
> demokrasi yaitu pemilihan Walikota Singkawang.
> Sederatan nama beken telah mencuat dalam pilkada
> yang akan diselenggarakan pada Bulan November Tahun
> 2007 ini. Selain penguasa pemerintahaan sekarang (In
> cumbent), ada juga nama kandidat lain yang ikut
> menghiasi bursa calon walikota itu.
> 
> 
> Adalah Hasan Karman, SH.MM yang telah menyatakan
> kesiapannya sebagai Calon Walikota untuk bertarung
> dalam pesta demokrasi itu. Putra Asli Singkawang ini
> mempunyai garis keturunan etnis Tionghoa dari Ibu
> yang kelahiran Kabupaten Bengkayang. Hasan Karman
> juga sangat dikenal oleh warga Singkawang. Apalagi
> Bapak yang biasa disapa dengan sebutan Pak Hasan
> ini, boleh dikatakan berhasil dalam perantauan.
> Selain status sebagai pengacara, calon Doktor bidang
> lingkungan ini juga aktif di Partai Politik yaitu
> sebagai Bendahara Umum Partai Perhimpunan Indonesia
> Baru (PIB). Untuk mengetahui apa saja yang akan
> dilakukan Hasan Karman bila terpilih menjadi
> Walikota Singkawang, wartawan VetOnews Tonny
> Budianto berkesempatan melakukan wawancara di
> Bilangan Sunter Jakarta Utara beberapa waktu yang
> lalu. Berikut petikan laporannnya.
> 
> 
> 
> Apa motivasi Anda untuk ikut mencalonkan diri
> menjadi Walikota Singkawang?
> 
> Sesungguhnya saya termotivasi dan terpanggil untuk
> membangun Kota Singkawang karena saya lahir di
> Singkawang, dan Singkawang bagi saya 
> adalah kota
> tercinta. Oleh sebab itu agar niat saya terwujud
> maka saya ikut mencalonkan diri menjadi Walikota
> Singkawang dalam pilkada November mendatang. Peluang
> itu sudah terbuka lebar.
> 
> 
> Saya juga sangat menyadari bahwa saya adalah warga
> 
> Indonesia
> . Ketika reformasi bergulir di negeri tercinta ini,
> saya yang keturunan Tionghoa mempunyai kesadaran
> untuk ambil bagian dalam kancah pembangunan Bangsa
> ini. Sekarang perubahan itu terus berkembang sesuai
> dengan tuntutan masyarakat. Setelah saya pelajari
> dan mengkaji secara mendalam, ternyata sudah
> waktunya saya tampil untuk berkiprah membangun
> bangsa ini terutama daerah saya yaitu Kota
> Singkawang.
> 
> 
> Mengapa Anda memilih jalur birokrasi untuk
> mengabdikan diri pada 
> Kota
> Singkawang?
> 
> Begini, sejak saya merantau, saya selalu pulang ke
> Singkawang dan melihat apa yang bisa dibangun di
> Singkawang itu. Pada waktu itu saya belum ada
> kesempatan. Orang Singkawang yang berhasil,
> kebanyakan hanya membentuk organisasi. Lalu
> organisasi itu hanya terbatas pada aktivitas sosial,
> gitu-gitu saja. Saya rasa itu tidak cukup, akhirnya
> saya berpikir untuk memilih jalur birokrasi menjadi
> eksekutif. Bila terpilih menjadi Walikota, saya akan
> bekerjasama dengan organisasi-organisasi yang kuat
> dan tentu saja Kota Singkawang dapat dibangun dengan
> baik. Kesadaran itulah membuat saya mau maju, di
> samping itu saya juga mempunyai bekal ilmu yang
> cukup memadai. Saya menyelesaikan S1 bidang hukum di
> UI, saya juga S2 Magister Managemen dan sekarang
> saya sedang menyelesaikan S3 bidang Managemen
> Lingkungan di UNJ (Universitas Negeri Jakarta).
> Dengan latar pendidikan begini, saya ingin
> mengabdikan ilmu saya menjadi Walikota Singkawang.
> 
> 
> Sejauh mana Anda mengenal 
> Kota
> Singkawang?
> 
> Singkawang itu tidak besar, luasnya lebih kurang
> 50.400 hektar, kurang lebih seperti Singapore,
> ketika Singapore belum direklamasi. Kota Singkawang
> sendiri terbagi atas lima Kecamatan, dengan jumlah
> penduduk tidak lebih 200.000 jiwa, dengan komposisi
> penduduk 60% etnis Tionghoa, 20% Melayu, 7-8% Dayak,
> Madura 10% dan sisanya adalah etnis lain-lain. Ini
> pluralisme yang ada di Singkawang, sangat kondusif
> bagi saya yang mempunyai latar belakang sebagai
> putera asli Singkawang untuk membangun 
> kota
> ini. Jadi kalau saya bisa menciptakan lapangan
> kerja, memutar roda ekonomi Singkawang, maka orang
> tidak perlu lagi ribut-ribut soal amoi-amoi yang
> kawin ke Taiwan karena desakan ekonomi, akhirnya
> mereka pergi keluar Singkawang, sedangkan yang lain
> menjadi TKW/TKI karena tidak ada lapangan kerja. Di
> Singkawang itu peredaran uang kebanyakan dari luar,
> dari 
> Jakarta, Taiwan
> dan dari Hongkong dikirim balik. Namun
> kenyataannya, uang yang beredar dari hasil
> perputaran itu sedikit sekali, inilah yang mau saya
> rubah.
> 
> 
> Apa Visi dan Misi Anda yang dapat diberikan ke
> masyarakat 
> Kota
> Singkawang?
> 
> Kota Singkawang itu adalah suatu daerah yang unik,
> berada 
=== message truncated ===

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 



    
---------------------------------
  Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new cars at Yahoo! Autos.   

         

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

Kirim email ke