*Gunakan Alamat Kalbar, Tak Didukung Partai Sendiri
* *Setelah Akil Mochtar Terpilih Hakim Mahkamah Konstitusi*

 *Pontianak,-*  Rumah di Jalan Karya Baru berbenah. Pemiliknya, Akil Mochtar
menggelar silaturahmi sekaligus syukuran. Tak hanya kolega yang datang, awam
pun hadir. Dengan kesederhanaan, juga perenungan dari karier politiknya.



Budi Miank, Pontianak



TENDA biru menutupi sebagian halaman. Di bawahnya, kursi-kursi berbaris
rapi. Akil berdiri di bawah tenda itu. Senyumnya mengembang. Salam peluk
dari tetamu yang datang. Ucapan selamat pun mengalir. Akil mengangguk,
seraya berkata, "terima kasih."

Gagal meraih kursi Gubernur Kalbar, Akil tak patah semangat. Ia mendaftar
hakim Mahkamah Konstitusi melalui jalur DPR. "Ada pergumulan dalam diri
saya, sebelum memutuskan mendaftar. Saya ragu, bahkan tak bicarakan dengan
keluarga," Akil memulai ceritanya.

Ia mencoba untuk meminta pendapat koleganya di Pontianak. Respon positif
mengalir. Walau tak sedikit yang memberi apresiasi negatif. "Saya mau mundur
saja," kata Akil kepada saya melalui telepon genggamnya setelah namanya
terbit di media massa.

Namun sejam kemudian, ia kembali menguatkan tekadnya untuk terus maju. Tentu
apresiasi positif saya berikan. Dukungan bukan hanya dari koleganya dan
keluarga saja, bahkan Jimly Asshiddiqie yang sekarang menjabat Ketua
Mahkamah Konstitusi. Dukungan yang mengalir membuatnya kian bersemangat.

"Saya harus bolak balik Pontianak-Jakarta, untuk mengurus surat menyurat.
Saya tidak menggunakan alamat Jakarta. Saya ingin dalam pertarungan itu,
membawa nama Kalbar. Walau tidak diajukan oleh partai saya, tetap terus
maju," katanya.

Akil maju pencalonan hakim MK dengan dukungan lima fraksi: PAN, Demokrat,
PKS, PBR, dan PPP. Sedangkan Partai Golkar tidak memberikan dukungan. "Sudah
biasa tidak didukung partai sendiri. Karena sudah dianggap telah menerima
dua kali peringatan," ujarnya.

Ketika maju dalam pemilihan Gubernur Kalbar, Akil juga tidak diusung Partai
Golkar. Ia diusung delapan partai kecil, untuk memenuhi kouta 15 persen.
Akil berpasangan dengan AR Mecer, pencetus Credit Union di Kalbar. Namun
keduanya tidak berhasil. Kursi gubernur diraih oleh Cornelis-Christiandy
Sanjaya yang diusung PDI Perjuangan.

Menurut dia, hakim konstitusi memberinya beban karena tugasnya berat. MK
cukup prestisius karena kewenangannya yang besar. Dengan jumlah yang
sembilan orang, MK berwenang, di antaranya, menguji Undang-Undang terhadap
UUD, pembubaran partai politik, sengketa hasil pemilu.

"Syukuran hari ini untuk menjawab keinginan teman-teman dari Kalbar. Begitu
banyak dukungan yang mengalir. Ucapan selamat setelah terpilih menjadi hakim
MK. Tapi ada juga yang memberi respon negatif. Ada yang berupaya untuk
menjegal karena khawatir partai dibubarkan," ujarnya.

"Saya hanya buka pintu saja. Kalau kita punya kemampuan maka tidak perlu
minder dengan siapapun. Siapa tahu pada masa mendatang, ada putra-putra
terbaik dari Kalbar bisa tampil di pentas nasional," katanya.

Uray Husna Asmara, staf Pengajar FKIP Universitas Tanjungpura yang hadir
dalam silaturahmi itu memberikan apresiasi terpilih Akil Mochtar sebagai
hakim MK. "Tidak semua kekalahan merupakan kekalahan. Kadangkala kekalahan
membawa hikmah yang lebih besar. Patut dicontoh, bagaimana Akil menghadapi
cobaaan. Akil sudah jadi aset nasional, bukan hanya Kalbar," kata Uray. (*)


*NB : Yang penting jadilah hakim yang mengkedepankan KEBENARAN DIATAS
SEGALANYA.....Maju Terus Demi KAL-BAR*

Kirim email ke