Banjir Landa 14 Desa di Kabupaten Sekadau * * Minggu, 23 Maret 2008 | 17:32 WIB
*PONTIANAK, MINGGU* - Curah hujan yang cukup tinggi dalam sepekan terakhir mengakibatkan Sungai Kapuas dan Sungai Sekadau di Kalimantan Barat meluap. Akibatnya, hampir 14 desa di Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, terendam banjir setinggi 0,5-1,5 meter dalam dua hari terakhir. Sejauh ini belum ada warga yang dievakuasi karena genangan air hanya melanda jalan-jalan di desa. Rumah penduduk belum sampai terendam karena rata-rata menggunakan rumah panggung. "Meski demikian Pemkab Sekadau sudah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi jika banjir semakin parah, " kata Camat Sekadau Hilir Johni yang didampingi Kepala Sub Bagian Humas dan Protokoler Pemerintah Kabupaten Sekadau HWT Arsyad, Minggu (23/3). Di antara 14 desa tersebut, ada lima desa yang dilanda banjir paling parah, yakni Desa Tanjung, Merapi, Seberang Kapuas, Mungguk, dan Sungai Ringin. Diperkirakan ada 500 rumah warga yang jalan di sekitarnya tergenang banjir. Salah seorang warga Desa Tanjung Hilir bernama Abdul Rajak (32) yang dihubungi *Kompas* mengatakan, banjir hingga setinggi 1,5 meter dalam dua hari terakhir sangat mengganggu aktivitas warga yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan penoreh karet. Bahkan Sabtu lalu (22/3), siswa SD Negeri 3 Tanjung terpaksa diliburkan karena akses jalan menuju sekolah itu terendam banjir. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Sekadau Slamet menyatakan, hingga saat ini banjir belum sampai mengakibatkan padi gadu yang ditanam petani mengalami puso. Pasalnya, banjir musiman itu diperkirakan akan surut dalam beberapa hari ke depan. Dalam catatannya, banjir terparah yang melanda Kabupaten Sekadau, terakhir kali terjadi pada tahun 2006 yang mengakibatkan 100 hektar tanaman padi puso.
