Oknum TNI Pukul Wartawan
 *
*
 Sabtu, 22 Maret 2008 | 16:42 WIB

*Laporan Wartawan Kompas Christoporus Wahyu Haryo*

*PONTIANAK, SABTU* - Wartawan *Suara Kalbar Post*, Bambang Sunarso yang juga
pengurus Departemen Hubungan Antarlembaga dan Luar Negeri, Persatuan
Wartawan Indonesia (PWI) Reformasi Kalimantan Barat, mengalami insiden
pemukulan yang dilakukan oknum anggota Intel Komando Resor Militer
121/Alambhanawanawai berinisial S, saat berada di Pos Pemeriksaan Lintas
Batas (PPLB) Entikong, Kabupaten Sanggau, Sabtu (22/3). Insiden ini diduga
terkait dengan pemberitaan warga negara Indonesia (WNI) di perbatasan yang
pindah menjadi warga negara Malaysia.

Atas insiden tersebut, Komandan Tim Intel Korem 121/ABW, Kapten Tri Hartono
menyampaikan permohonan maaf. "Kami memohon maaf atas kejadian (pemukulan)
tersebut. Tidak pernah ada perintah untuk melakukan hal itu," katanya saat
menghubungi *Kompas.*

Bambang menuturkan, insiden pemukulan terjadi sekitar pukul 06.45. Saat
itu dirinya yang juga menjadi kontributor sejumlah media elektronik, usai
mengambil paket kiriman koran Harian *Kompas* dari Pontianak yang dititipkan
melalui bus DAMRI lintas negara jurusan Pontianak-Kuching.

"Oknum anggota Intel Korem berinisial S mendatangi saya dan tiba-tiba
menodongkan senjata dengan menyodokkan ke perut saya. Ia juga memaki-maki
saya di depan umum," kata Bambang.

Dikatakan Bambang, oknum TNI tersebut mengaku dimarahi atasannya terkait
pemberitaan warga negara Indonesia yang pindah menjadi warga negara Malaysia
yang dimuat di Harian *Kompas, *Rabu (19/3). "Saya dituduh yang membawa
rombongan wartawan lain untuk memberitakan WNI di perbatasan Kalbar yang
pindah jadi warga Malaysia. Jujur saya masih *shock *dan ketakutan,"
katanya.

Sekitar pukul 09.00, oknum TNI tersebut mendatangi rumahnya dan meminta
maaf. Dan Tim Intel Korem juga sempat meminta maaf kepadanya melalui
telepon.

Bambang memang sempat bersama dengan wartawan* Kompas*, LKBN Antara, dan RRI
Pontianak, meliput wilayah pedalaman di perbatasan Entikong pada 14-18 Maret
2008. Sebelumnya ia juga sempat menulis berita berjudul *Ketika WNI
Pedalaman Tidak Diperhatikan *yang dimuat di *Suara Kalbar Post* tanggal 4
Maret 2008. Baik pada pemberitaan Harian *Kompas* maupun *Suara Kalbar Post*,
sebenarnya tidak ada satu pun yang menyinggung soal TNI.

Sekretaris Jenderal PWI Reformasi Kalbar, Juhermi Tahir menyayangkan insiden
yang bisa dikategorikan sebagai tindakan mengintimidasi wartawan. Tindakan
ini merupakan pelanggaran terhadap kebebasan pers yang sudah dilindungi
Undang-undang No 40/1999. "Kekerasan terhadap wartawan saat menjalankan
tugasnya, tidak boleh terjadi lagi," katanya.

Kirim email ke