Selakau,- Pemberantasan buta aksara di Kecamatan Selakau tidak cukup hanya dengan pendidikan formal. Namun perlu adanya gebrakan dengan membangun rumah baca di setiap desa atau minimal satu di kecamatan.
Demikian diungkapkan koordinator KKM Mahasiwa Untan di Kecamatan Selakau Galih Usmawan, seusai pelepasan KKM Mahasiswa Untan oleh Camat Selakau di Halaman Kantor Camat Selakau, Kamis (28/8) kemarin. Apalagi, kata dia, kebanyakan masyarakat Selakau bermata pencaharian sebagai petani. "Belajar tidak perlu diruang kelas, namun dengan membaca pengetahuan masyarakat bertambah, inilah rekomendasi kita kepada Camat Selakau," katanya. Dia menambahkan rumah baca dapat diakses oleh seluruh masyarakat tanpa kecuali. Bahkan, kata dia, masyarakat dapat meminjam buku sebagai bacaan di rumah. Selain persoalan menggalakkan baca, menurutnya rumah baca dapat dijadikan sebagai tempat bersatunya segala kalangan untuk berinteraksi dan bersosialisasi. Selain itu kata dia, menjadi pusat informasi seperti tempat untuk bertanya, tempat berkreasi menumpahkan segala karya, misalnya gambar dan mewarnai apapun yang berhubungan dengan buku dan seni, serta menjadi tempat rekreasi. "Intinya, bermain sambil belajar sekaligus membantu meringankan masyaraat dengan harga buku yang semakin mahal," ungkapnya. Disamping itu, rumah baca dapat meningkan kepedulian masyarakat akan pendidikan. Menurutnya buku-buku yang tersedia nantinya merupakan bantuan sukarela dari masyarakat, sehingga ada kepedulian untuk bersam-sama memajukan pendidikan dan memberantas buta aksara. Ditambah lagi, kata dia, buku-buku yang dipinjamkan gratis, karena bisanya konsep rumah baca tidak komersil. Menurut Camat Selakau U Jono Darwin, ide mahasiswa tersebut sangat bagus untuk memajukan pendidikan. "Kita akan selalu berupaya meningkatkan mutu dan akses pendidikan kepada masyarakat khususnya Selakau," ungkapnya. Oleh sebab itu, dibutuhkan komitmen seluruh masyarakat untuk memberantas buta aksara. Dalam kesempatan yang sama, dia mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Untan atas bantuan dalam meminimalisasi buta aksara di Selakau. "Kami memang mengharapkan kegiatan seperti ini agar kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan," katanya. Sebanyak 41 mahasiswa FKIP Untan menyelesaikan KKM mereka selama 2 bulan, dengan berbagai kegiatan sosial terutama masalah peningkatan pendidikan di Selakau. (har) Sumber : www.pontianakpost.com
