12 Ribu Pelanggan Terancam Kekeringan
SINGKAWANG-Aksi mogok yang digelar oleh karyawan PDAM Sambas di Singkawang 
sejak dua hari lalu masih terus berlanjut hingga Rabu (24/9). Aktivitas 
perkantoran di gedung yang berletak di Jalan Sudirman itu lumpuh. Bahkan, 
beberapa warga yang ingin membayar rekening juga terpaksa balik kanan karena 
loket ditutup. Di instalasi pengolahan air (IPA) Roban juga tidak terlihat 
adanya aktivitas seperti biasa. Dari sini, air bersih tidak lagi disalurkan 
kepada pelanggan.

Menurut data dari karyawan PDAM, jumlah pelanggan yang bermukim di Singkawang 
mencapai lebih dari 12 ribu. Jika aksi mogok terus berlanjut, maka 
pelanggan-pelanggan tersebut akan kesulitan air bersih dan terancam kekeringan. 
Pantauan Pontianak Post kemarin pagi, para pegawai PDAM hanya duduk-duduk 
sambil berbincang-bincang di ruang kantor atau di pelataran. Tak ada spanduk 
atau aksi orasi seperti demonstrasi umumnya. Mereka masih masuk seperti biasa 
tetapi tidak ada yang bekerja. gLagi acara mogok nih oom,h kata seorang 
karyawati.

Di loket pembayaran rekening, terpampang sebuah pengumuman yang antara lain 
berisi alasan-alasan karyawan melakukan mogok. Tak satu pun petugas yang 
berjaga di loket tersebut. Hanya seorang satpam yang duduk di tempat penjagaan. 
Satpamlah yang menjelaskan kepada konsumen bahwa untuk sementara PDAM tidak 
menerima pembayaran rekening. Dalam pengumuman yang dipampangkan itu, 
dituliskan bahwa sejak beberapa bulan ini direktur tidak hadir di kantor pusat 
PDAM Sambas di Singkawang sehingga komunikasi antara karyawan dengan pimpinan 
pun terputus. gKalau dihitung-hitung, sudah sekitar empat bulan sejak mosi 
tidak percaya kami layangkan. Kalaupun ada urusan surat-menyurat, diarahkan 
langsung ke rumah pimpinan,h ujar AS Lutfi, juru bicara karyawan. Kondisi 
tersebut dianggap telah berdampak pada pelayanan PDAM yang kian terabaikan. 
Pendapatan PDAM pun mengalami penurunan setiap bulan.

Menurut Lutfi, dalam aksi mogok ini, para karyawan tidak hanya menghentikan 
pelayanan administrasi serta pendistribusian air melalui IPA . Distribusi air 
bersih menggunakan truk-truk tanki keliling juga di-stop. Sebelum aksi ini 
digelar, tambah Lutfi, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan kepada 
berbagai instansi terkait seperti Pemkab Sambas, DPRD Sambas, Polres 
Singkawang, Wali Kota Singkawang dan DPRD Singkawang.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi mogok dilakukan karena karyawan menuntut 
adanya tunjangan hari raya (THR) dan perbaikan manajemen. gTHR mestinya 
dibayarkan paling lambat sepekan sebelum Lebaran. Tetapi sampai sekarang belum 
kami terima. PNS saja, selain dapat THR, pembayaran gaji Oktober yang biasa 
dibayarkan tanggal 1 juga dimajukan menjadi tanggal 25 September. Pegawai PDAM 
itu gajian setiap tanggal 25. Masaf gajian kami tidak dimajukan atau malah 
mundur dan kapan THR-nya cair,h tandas Lutfi.

Pihaknya berharap, direktur PDAM dapat hadir di tengah-tengah karyawan dan 
berdialog demi mencari solusi yang terbaik. Aksi mogok yang mempertaruhkan 
nasib belasan ribu pelanggan air bersih ini menjadi sejarah baru bagi Kalbar. 
Dengan cara ini, karyawan ingin memancing perhatian serius dari pemerintah. 
Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Direktur PDAM Sambas, Sulaiman SH tidak 
berada di tempat. Ponselnya tidak aktif. Saat dihubungi nomor telepon rumah, 
juga tidak diangkat-angkat. Berdasarkan informasi dari salah satu karyawan, 
Direktur PDAM Sambas telah dipanggil oleh bupati.(rnl)

Sumber : www.pontianakpost.com

Kirim email ke