*I**mlek, Aktivitas Ekonomi Macet* SINGKAWANG – Pasar Hong Kong tutup. Aktivitas ekonomi tersendat. Hal ini berkenaan dengan perayaan Imlek tahun 2560 di Singkawang. Pantauan koran ini, tidak tampak ada rumah toko yang buka. Semuanya tertutup rapat. Pasalnya, mayoritas para pedagang tersebut adalah etnis Tionghoa. Di Jalan Budi Utomo misalnya, hanya banyak terdapat penjual kembang api saja. Pun demikian, dengan para pedagang kaki lima, banyak yang berjualan. Seperti penjual aksesoris, penjual mainan dan sebagai. Begitu pula dengan penjual makanan dan minuman.
A Hua, salah seorang warga mengatakan besar kemungkinan kalau hari ketiga, 29 Januari baru pedagang akan membuka toko.''Tapi itu pun berdasarkan keinginan si pemilik toko. Namun, biasanya sesuai kebiasaan, apabila pada hari pertama tidak buka, ya sampai hari ketiga. Hari ketiga belum buka, biasanya baru buka pada hari kelima,'' kata lelaki 45 tahun yang sedang merayakan Imlek, menyambangi keluarganya di Jalan Diponegoro ini. Di Jalan Kempol Mahmud juga demikian. Nyaris tidak ada toko yang buka. Hanya pedagang kaki lima bertebaran. Tentunya mereka bukan dari etnis Tionghoa. Demikian juga di Jalan Sejahtera. Sama saja. Ruko-ruko milik pedagang Tionghoa tertutup rapat. "Mana ada yang jualan. Mereka kaya kita juga, lebaran. Biasanya tiga harilah tutupnya," kata Amir salah seorang pedagang ditemui Pontianak Post kemarin. Hiasan lampion menghiasi pasar tersebut. Dengan tali, bola bulat berwarna merah itu tergantung dengan rapi, dari ruko ke ruko menyebrangi jalan raya. Sementara, banyak warga Tionghoa yang berkeliaran di pasar itu. Rumah-rumah penduduk yang merayakan imlek, tampak terbuka di kawasan tersebut. Banyak para tamu yang berkunjung. Di jalanan, tampak para warga Tionghoa berlalu lalang dengan mengenakan pakaian baru. Sebagian besar menggunakan sepeda motor. Akan tetapi, banyak juga yang mengayuh sepeda. Bahkan, ada yang berjalan kaki menelusuri pasar. Beberapa pedagang yang menjual makanan, diserbu pengunjung. Sementara di Vihara Tri Dharma Bumi Raya Pusat Kota Singkawang banyak warga yang menjalankan ritual. Lilin-lilin besar pun masih menyala. Bau dupa, semerbak tertiup angin. Jalan depan pekong tua itu ditutup dengan kerucut milik kepolisian. Hal ini agar tidak menimbulkan kemacetan, di saat warga memenuhi kelenteng itu. Pada malam menyambut pergantian tahun dari 2559 ke 2560, pesta kembang api digelar masyarakat. Langit Kota Singkawang malam itu penuh warna-warni menyambut kedatangan tahun Kerbau Tanah menggantikan tahun Tikus. Jalan raya macet total. Hujan gerimis tak menghalangi warga untuk berpesta. Warga berharap, tahun ini bisa lebih baik dari sebelumnya. Terutama dalam hal rezeki, keselamatan dan keharmonisan. Kini masyarakat Tionghoa sedang asyik merayakan Imlek, sambil menunggu acara puncak, yakni Cap Go Meh, 9 Februari 2009, atau 15 hari Imlek. (ody)
