Singkawang–Pemerintah Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, menegaskan, 
pembangunan Patung Naga di jantung kota Singkawang, sama sekali tidak terkait 
pada aqidah agama tertentu atau bukti fisik penyebaran agama tertentu.

Wali Kota Pontianak*, Hasan Karman, Senin (26/1), menjelaskan kepada SH, patung 
naga yang dilanjutkan pembangunanya oleh pihak swasta, bertujuan mendukung 
program pembangunan pemerintah di bidang pariwisata.

Menurut Hasan, setiap perayaan Imlek dan Cap Goh Meh di Indonesia, Singkawang, 
selalu mendapat perhatian khusus, sehingga mesti ada dukungan rasa seni dan 
estetika yang bisa dilihat secara fisik. ”Warga Tionghoa yang merayakan Imlek 
dan Cap Goh Meh setiap tahun, hanya merayakan tradisi budaya leluhur, dan bukan 
bentuk dari kegiatan penyebaran atau ekspansi agama tertentu. Patung naga 
merupakan salah satu ekspresi budaya leluhur itu,” ujar Hasan.

Hasan mengungkapkan, rencana pembangunan patung naga di Singkawang sudah 
direncanakan Wali Kota Singkawang terdahulu, Awang Ishak, yang kebetulan 
beragama Islam. Dengan demikian, Hasan Karman merasa bahwa pembangunan patung 
naga hanya melanjutkan program pendahulunya. Hasan mengatakan, sebagai Pamong 
Praja, pihaknya tetap sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Sejauh ini 
kegiatan dialog terus dilakukan, dan pihak yang pro dan kontra, akan terus 
dieliminasi. ”Pemerintah Kota Singkawang juga telah memberikan bantuan 
pembangunan rumah ibadat semua agama yang diakui di Indonesia. Jumlah cukup 
banyak, tapi tidak etis jika saya kemukakan secara detail,” ungkap Hasan. (aju) 

Sumber : http://www.sinarharapan.co.id/berita/0901/27/nus03.html

* = Redaksi Sinar Harapan salah tulis atau salah Informasi? 
Komplain ke redaksinya di email :[email protected]

Kirim email ke