SINGKAWANG (Pos Kota) - Kota Singkawang, Kalimantan Barat, selalu menjadi pusat 
perayaan Cap Go Meh, yaitu tradisi masyarakat China yang dilaksanakan di hari 
ke-15 setelah Tahun Baru Imlek. 

Menurut Walikota Singkawang, Hasan Kaman, yang ditemui di Jakarta, mayoritas 
atau sekitar 60 persen warga Singkawang adalah etnis China. 

"Dulu, pada 1740, Sultan Sambas mengundang para penambang dari Tiongkok untuk 
datang ke kota Mantrodi, sekitar 20 km dari Singkawang. Sejak itu, warga 
Tiongkok terus berdatangan dan menetap, bahkan kawin dengan masyarakat asli, 
yaitu suku Dayak," paparnya. 

Menurut Hasan, sejak tahun 1750 warga China di daerah itu melaksanakan Cap Go 
Meh, upacara ritual yang dilakukan untuk mengusir roh jahat. 

Setelah pecah kerusuhan tahun 1967, terjadi arus perpindahan masyarakat etnis 
China ke Singkawang. Upacara yang tadinya berpusat di Mantrodi pun bergeser ke 
kota Singkawang. 

Acara Festival Cap Go Meh di Singkawang dijadwalkan berlangsung mulai 25 
Januari hingga 9 Februari mendatang. (anggara/rf/r)

Sumber : http://poskota.co.id/news_baca.asp?id=50815&ik=5

Kirim email ke