Sebagai Pecinta Binatang, saya pribadi memprotes sekeras-kerasnya dan mengutuk para pemakan binatang hidup tersebut. Sampai detik ini saya masih terus berusaha menghubungi Organisasi2 pencinta maupun perlindungan binatang yang bersedia memperhatikan penyiksaan binatang di Singkawang ini. Saya tidak akan menyerah sampai masalah ini diselesaikan dan diperhatikan oleh pemerintah kota Singkawang. Apabila kita memakai akal sehat kita maka kita pasti bisa berpikir, Mereka mengaku bahwa mereka kemasukan roh Dewa Dewi ini itu... dan Para Roh menuntut harus makan ini dan itu (termasuk Puppy hitam yang masih hidup dll). Ok, sebagai seorang yang beragama pasti tahu, bahwa semua Agama adalah mengajarkan kita untuk berbuat kebaikan, saling mengasihi sesama mahkluk hidup, apalagi kalau beragama Budha atau aliran Tao , penganut-penganutnya bahkan tidak ingin membunuh makhluk hidup dan mereka Vegetarian. Jadi, kesimpulannya, apabila Roh yang memasuki tubuh si Tatung tsb benar adalah Dewa atau Dewi, apakah mungkin mereka meminta untuk memakan binatang hidup? sedangkan setahu kita Dewa Dewi tersebut kebanyakan sebenarnya adalah Vegetarian (maaf kalau salah). Dan kalaupun tidak Vegetarian maka Mereka pun tidak akan menuntut untuk memakan binatang hidup dgn cara yang sangat-sangat sadis . Jadi kesimpulan saya pribadi adalah : para Tatung yang memakan binatang hidup bukanlah Tatung yang dimasuki Roh Dewa Dewi yang sebenarnya (Yang/Putih), tetapi Roh yang ada ditubuh mereka adalah dari Roh yang berseberangan dengan Ajaran para Dewa Dewi atau Agama, yaitu Roh Hitam (Yin / hitam). Jadi saya tidak akan menghormati Tatung atau Roh tersebut. Ini pendapat saya, pendapat pribadi yang tidak ditujukan untuk Agama apapun jg, krn saya percaya semua Agama adalah mengajarkan kebaikan dan kasih sayang. Saya menujukan pendapat ini kepada para Roh yang tidak benar yang ingin menunjukkan kesaktiannya dengan membunuh dan sadis. Salam Eugenia
