Sdri Eugenia,

Wah, protesnya benar benar keras, sampai harus mengutuk, he he. 
Sebelum menghubungi organisasi pencinta binatang, sebaiknya kasih 
masukan dan saran dulu sama Pak Wako, kuatirnya saya, kalo sampai 
ke organisasi internasional bisa memberi citra buruk di bidang pa 
riwisata skw. 
Soal roh dewa dewi, sekarang mah gak kayak dulu, banyak variasi 
nya, ada datuk, ada latok, dll. Kita hormati saja, sepanjang ti 
dak dipertontonkan di depan umum. 
Tadi ada yg berpendapat bahwa atraksi makan binatang bisa menarik 
penonton[wisatawan?]. Apakah benar? Mesti dianalisa lebih lanjut, 
kuatirnya saya malah sebaliknya bikin takut para wisatawan terutama 
yg bule.





-- In [email protected], eugenia wu <eugeni...@...> wrote:
>
> 
>  
> Sebagai Pecinta Binatang, saya pribadi memprotes sekeras-kerasnya 
dan mengutuk para pemakan binatang hidup tersebut. Sampai detik ini 
saya masih terus berusaha menghubungi Organisasi2 pencinta maupun 
perlindungan binatang yang bersedia memperhatikan penyiksaan 
binatang di Singkawang ini. Saya tidak akan menyerah sampai masalah 
ini diselesaikan dan diperhatikan oleh pemerintah kota Singkawang.
>  
> Apabila kita memakai akal sehat kita maka kita pasti bisa 
berpikir, 
> Mereka mengaku bahwa mereka kemasukan roh Dewa Dewi ini itu... dan 
Para Roh menuntut harus makan ini dan itu (termasuk Puppy hitam yang 
masih hidup dll).
> Ok, sebagai seorang yang beragama pasti tahu, bahwa semua Agama 
adalah mengajarkan kita untuk berbuat kebaikan, saling mengasihi 
sesama mahkluk hidup,  apalagi kalau beragama Budha atau aliran 
Tao , penganut-penganutnya bahkan tidak ingin membunuh makhluk hidup 
dan mereka Vegetarian. 
>  
> Jadi, kesimpulannya, apabila Roh yang memasuki tubuh si Tatung tsb 
benar adalah Dewa atau Dewi, apakah mungkin mereka meminta untuk 
memakan binatang hidup? sedangkan setahu kita Dewa Dewi tersebut 
kebanyakan sebenarnya adalah Vegetarian (maaf kalau salah). Dan 
kalaupun tidak Vegetarian maka Mereka pun tidak akan menuntut untuk 
memakan binatang hidup dgn cara yang sangat-sangat sadis . Jadi 
kesimpulan saya pribadi adalah : para Tatung yang memakan binatang 
hidup bukanlah Tatung yang dimasuki Roh Dewa Dewi yang sebenarnya 
(Yang/Putih), tetapi Roh yang ada ditubuh mereka adalah dari Roh 
yang berseberangan dengan Ajaran para Dewa Dewi atau Agama, yaitu 
Roh Hitam (Yin / hitam).
>  
> Jadi saya tidak akan menghormati Tatung atau Roh tersebut. 
> Ini pendapat saya, pendapat pribadi yang tidak ditujukan untuk 
Agama apapun jg, krn saya percaya semua Agama adalah mengajarkan 
kebaikan dan kasih sayang. Saya menujukan pendapat ini kepada para 
Roh yang tidak benar yang ingin menunjukkan kesaktiannya dengan 
membunuh dan sadis.
>  
> Salam
> Eugenia
> 
> 
>  
> 
> 
>  
>


Kirim email ke