Sumber Berita : http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=15288
Sebagai institusi pemerintah yang mengedepankan pelayanan terhadap masyarakat, Samsat memberi pelayanan dimana segala urusan bisa diselesaikan dalam 1 waktu dan dalam 1 tempat sesuai dengan nama Sistem Administrasi Mannggal Satu Atap. Tetapi kenyataannya berbeda. Saya sebagai warga Singkawang yang ingin mengurus segala kelengkapan surat menyurat kendaraan tidak mendapat pelayanan yang memuaskan, bahkan mengecewakan. Saya memiliki kendaraan yang BPKB-nya atas nama orang tua saya dan ingin dibalik nama menjadi nama saya sebagai pengguna dan pemilik. Syarat-syarat sudah dilengkapi dan masuk ke loket dengan petugas sipil Samsat pada tanggal 22 November, dengan janji akan selesai selama "1 bulan". Pada waktu yang telah dijanjikan, saya datang kembali kepada petugas yang mengurus BPKB saya, namun beliau mengatakan BPKB saya belum selesai dengan alasan ada penggantian Kapolres. Kemudian petugas tersebut menjanjikan 2 minggu lagi akan selesai setelah ditandatangani Kapolres yang baru. Untuk kedua kalinya pada waktu yang telah dijanjikan, saya datang kembali dan jawaban yang saya terima sama dengan yang pertama yaitu "BPKB belum ditanda tangan Kapolres". Dan dengan janji yang sama, petugas tersebut berkata datang saja sekitar 2 minggu lagi. Karena kecewa saya memutuskan untuk tidak mengambil BPKB tersebut sampai pada tanggal 17 Februari saya kembali datang ke kantor SAMSAT dan bertanya kepada petugas yang menjanjikan. Dan lagi-lagi, sungguh sangat mengecewakan jawaban yang saya terima, "BPKB-nya belum ditandatangani oleh Kapolres". Yang ingin saya pertanyakan apakah selama itu mengurus bea balik nama surat kendaraan bermotor? Apa ada permainan? Atau tidak ada komunikasi antar sesama petugas? Atau karena mengurus secara resmi dan tidak melalui calo jadi prosesnya dipersulit? Sedangkan didepan loket tertulis, "Jangan mengurus melalui calo". Saya harap pihak terkait memperhatikan masalah ini. Dan saya harap hal ini tidak terjadi pada pemilik kendaraan bermotor lainnya. Dan saya juga berharap agar petugas Samsat bersikap profesional dalam memberi pelayanan, tidak mencari keuntungan pribadi. Contohlah kantor Samsat di Pontianak yang dapat memberikan pelayanan lebih baik dan tidak berbelit-belit dan dalam waktu yang sesingkat mungkin. Sekian dan terima kasih. Dian Vibrianto <[email protected]>
