Untuk Bapak Uray Alisjahran,
 
Saya turut merasakan Suasana kebahagian yang ada dalam keluarga Bapak.Karena 
saya percaya bahwa anak-anak Bapak pasti adalah anak-anak yang sangat care dan 
mencintai sesamanya. Karena seseorang apabila dengan binatang saja dia begitu 
sayang, maka apalagi terhadap keluarga dan sesamanya. 
 
Dan cerita Bapak tentang laba-laba membuat saya teringat dengan keponakan saya. 
Keponakan saya tersebut sejak kecil sudah kelihatan bahwa dia sangat sayang 
dengan binatang, ya binatang kecil sekalipun. Dan pernah tetangga mendapatkan 
sarang tikus dengan anak-anak tikus yang masih kecil dan merah, dan biasa kalau 
dikampung maka anak tikus tersebut pasti akan dihabisi nyawanya, tetapi 
keponakan saya dg segala cara mendapatkan segerembolan anak tikus tersebut dan 
dibawa pulang kerumah, dia minta untuk boleh memelihara anak-anak tikus yang 
masih merah tersebut, katanya kasihan....
 
Pernah juga dia memungut anak kucing yg dibuang orang, dia bawa pulang dan 
menyembunyikan dirumah kakek (sebelah rumah kita), karena dia takut dimarahin 
oleh orang tuanya. Keponakan saya nitip pesan sama buyutnya (kakek saya) untuk 
membantu dia merahasiakan tentang keberadaan anak kucing tersebut. setiap hari 
dia menyisakan makanan dia dan dibawa kerumah sebelah, lama2 orang tuanya 
curiga kenapa itu anak selalu tidak menghabiskan makanannya, akhirnya ketahuan 
deh hehe....
tapi akhirnya kucing itu tetap dipertahankan krn udah lumayan gede juga dan 
jadi dekat dengan kakek saya. Akhirnya keponakan saya menang lagi...
Dan dari TK dia kelihatan sayang binatang, semakin lama saya melihat dia mulai 
terlihat juga sangat peduli dg sesama, dia bisa mengamati temannya mana yg 
kekurangan dan akan meminta kepada orang tuanya untuk membantu keluarga 
temannya tsb. (Maaf tujuan saya menceritakan ini semua karena saya ingin 
menyampaikan bahwa anak-anak yang mencintai binatang pastilah anak-anak yang 
kelak akan peduli dengan sesamanya).
 
Maka saya pun percaya bahwa anak-anak Bapak pastilah anak-anak yang penuh kasih 
sayang dan juga karena mereka dibesarkan dikeluarga yang penuh kasih sayang 
juga. 
Dan saya pernah mendengar bahwa ada penelitian yang menyebutkan bahwa anak-anak 
yang tumbuh besar bersama pets, maka akan bertumbuh menjadi anak yang memiliki 
jiwa pengasih, dan juga anak-anak yg bertumbuh bersama doggie maka akan 
mengurangi tingkat alergi yang akan terjadi pada anak tersebut. Dan saya 
percaya akan hasil penelitian ini . Dan semoga anak-anak Singkawang adalah 
anak-anak yang memiliki jiwa pengasih dan peduli dengan sesamanya maupun 
makhluk hidup lainnya. Biar Singkawang menjadi Kota yg Damai dan penuh kasih.
 
Akhir kata, saya ucapkan salam kenal untuk Bapak Uray.
 
Salam 
Eugenia 

--- On Tue, 2/17/09, uray alisjahran <[email protected]> wrote:

From: uray alisjahran <[email protected]>
Subject: Re: RE: [Singkawang] Re: Makan Binatang
To: [email protected]
Date: Tuesday, February 17, 2009, 1:32 AM

Nona Eugeniawu yang baik,

Saya dapat merasakan sekali rasa kasih sayang yang Anda rasakan terhadap 
mahluk hidup, karena ini juga dapat saya rasakan sendiri pada diri saya,pada
anak² saya atau lingkungan dimana saya sekarang berada.

Ini berdasarkan pengalaman saja, dimana saya waktu pulang di indonesia, tanpa
disengaja anak² saya melihat seseorang lagi memotong ayam, dan saya merasa
kaget karena kedua anak saya menangis, dan mereka tdk menerima dengan kenyataan
yang mereka lihat.Namun di pihak lain, anak² lain yang melihat ayam yg di
potong tsb sangat ber-senang²hati dan  ber-sorak² karena ayam yang di sembelih
tadi dalam keadaan meng-gelepar² karena kesakitan.
Dan tanpa di sadaripun saya meneteskan air mata.

Lalu pengalaman yang lain, di dalam rmh kadang² kemasukan binatang kecil,
seperti laba², terus terang anak² saya takut, namun mereka menyuruh mengambil
laba² tsb bukan untuk dibunuh namun untuk di lepas kan diluar rumah. 

Dalam arti anak² yang ber-sorak kesenangan tadi, mereka sdh terbiasa dalam hal
kekerasan, sampai suatu ketika, jiwa tanpa kasihan tsb akan tertanam pada
mereka. 

Dan pada waktunya mereka sdh dewasa, mereka jadi seorang pemimpin atau org yang
berada atau org yang berkuasa, mereka tidk punya rasa kasihan terhadap apa yang
ada dilingkungan mereka.Mereka akan merasa angkuh dengan kekuasaan mereka dan
merasa senang dengan kemiskinan orang lain.  

Untuk itu saya sependapat dengan Nona Eugeniawu, kalau atraksi Capgome yang
diiringi dengan memakan binatang yang masih hidup, sama hal nya dengan
menanamkan suatu kesadisan pada anak² atau masyarakat secara tdk langsung.

Kapan lagi kita hrs menanamkan rasa kasih sayang terhadap sesama mahluk hidup
pada generasi yang baru, kalau tdk dr sekarang.

Mohon maaf, kalau kata² atau pendapat saya ini kurang berkenan.

Wassalam,

U.AS


      

Kirim email ke