Terima kasih infonya, Pak Hendy.
Nambah obyek yang mau kami kunjungi dengan para hobbyist fotografi.

Tentang Pekan Gawai Dayak. Saya sudah coba browsing ke mana2, tetapi tidak 
mendapatkan alamat kontak, baik melalui Borneo Tribune, Media Pontianak, dll.
Info yang sementara kami andalkan adalah dari Borneo Tribune, tgl 13-03-09, 
tentang rencana pelaksanaan tanggal 20 - 25 Mei 2009, tetapi belum ada info 
venue (lokasi) dan rangkaian acaranya.

Lalu Pak Deny Suhendra memberikan link: http://tourism-pastikesingkawang.com/,  
Dari situs ini tidak banyak yang kami bisa gali.
Hari ini saya lihat sepintas Anda, menulis tentang Sinka Island. Tahun 2008, 
berserta rombongan kami sempat singgah. Batu2 annya mirip dengan batuan di 
Belitung. Mungkin masih ada hubungan pada zaman es (maaf kalau kesimpulan ini 
dangkal sekali.

Demikian sementara, semoga ada teman yang punya info lebih lengkap.

Terima kasih dan salam dari'

goenadi
[email protected]
www.photopointindonesia.com
www.jepretter.multiply.com
www.garudacompetition.com

  ----- Original Message ----- 
  From: Hendy Lie 
  To: [Y] Singkawang 
  Sent: Thursday, March 26, 2009 9:26 PM
  Subject: [Singkawang] FWD: Pesona Surga Bawah Laut Terindah di Kalbar


  http://efprizan.blogspot.com/2008/08/ekspedisi-3-pulau-randayan-lemukutan.html



  Pesona Surga Bawah Laut Terindah di Kalbar 

  Eksotis. Itulah kesan yang tergambar dari tiga pulau yang ada di Kecamatan 
Sungai Raya Kabupaten Bengkayang. Pulau Randayan, Pulau Lemukutan dan Pulau 
Kabung memiliki pesona yang luar biasa.


  Catatan Perjalanan Efprizan Rzeznik, M Kusdharmadi

  foto-foto: Defri Shando 
  Untuk mereguk keindahan alam ketiga pulau tersebut tidaklah susah. 
Transportasi darat dan laut telah tersedia untuk menuju surga bawah laut 
tersebut.

  Dari Pontianak, rombongan yang terdiri atas para jurnalis Kota Pontianak yang 
tergabung dalam Forum Jurnalis Langkau, Sakawana serta Inhasa Diving Club, 
berangkat menggunakan bus. 

  Perjalanan ditempuh selama 2,5 jam dengan rute Pontianak— Teluk Suak 
Bengkayang. Teluk Suak berada sekitar 115 kilometer dari Kota Pontianak, atau 
32 kilometer dari Kota Singkawang. 

  Dari dermaga Teluk Suak, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan motor air. 
Angkutan penumpang tersebut tersedia sekitar pukul 9.00 sampai dengan 10.00 
WIB. 

  Untuk penumpang umum, biasanya dikenakan tarif sekitar Rp7.500—Rp10.00 per 
orang untuk sampai ke Pulau Kabung. Atau, untuk yang ingin berpergian dalam 
rombongan jumlah besar, bisa menyewa motor air yang disediakan oleh masyarakat 
setempat.

  Alam siang itu cukup bersahabat. Matahari tidak begitu panas. Semilir angin 
laut, membuat mata seakan ingin terpejam. Dari daratan sudah tampak sebuah 
pulau yang berdiri menantang. “Itu pulau Penata,” kata salah seorang penambang 
motor air. 

  Pulau Randayan menjadi tujuan pertama rombongan. Akan tetapi, motor air 
berhenti sejenak di Pulau Lemukutan. Ini dilakukan untuk mengambil makanan yang 
sudah dipesan sebelumnya. 

  Kurang lebih 15 menit bersandar di dermaga Pulau Lemukutan, motor air 
kemudian bergerak ke tetangga sebelah, Pulau Randayan. Sekitar 15 menit 
sampailah di pulau kecil nan indah itu. Pulau kecil ini dikenal akan keindahan 
panorama batu-batu karang, berbagai jenis ikan tropis serta kehidupan laut 
sekitarnya. 

  Pulau Randayan mempunyai pantai dan warna air yang sangat jernih, cocok untuk 
olahraga menyelam. Tersedia villa-villa kecil menghadap ke laut. 

  Dari kejauhan tampak hamparan pasir putih membentang. Pohon-pohon kelapa 
tertiup angin kencang. Pulau ini mempunyai kelebihan akan alamnya yang memesona.

  untuk penginapan, di Randayan tersedia cottage dengan harga bervariasi. Ada 
yang seharga Rp150 ribu permalam. Cukup untuk satu keluarga. 

  Di dasar laut Pulau Randayan, terdapat banyak misteri kehidupan. Dari 
perilaku hidup terumbu-terumbu karang, hingga kisah-kisah makhluk hidup 
lainnya. 

  Mereka tumbuh dan berkembang biak secara alami dalam sebuah mata rantai 
kehidupan yang panjang. kondisi geografis pulau ini sangat layak dikunjungi. 
Letaknya sangat strategis. Aman serbuan ombak besar Laut Natuna. 

  Berdasarkan catatan yang ada, Pulau Randayan memiliki karang hidup sekitar 
4,50 hektar, karang mati 3,69 hektare, lamun 0,63 hektar, dan pasir seluas 4,77 
hektare. Kondisi itu sangat memungkinkan bagi siapa pun pehobi selam 
mengunjunginya.

  Keindahan alam Randayan dimanfaatkan oleh salah seorang pelukis yang ikut 
serta dalam rombongan ini, Zul Ms. Ia mengabadikan keindahan tersebut dalam 
sebuah kanvas.


  Surga Diving di Lemukutan 

  Pulau Lemukutan menjadi tujuan berikutnya. Pulau ini terbesar di Kabupaten 
Bengkayang dengan luas sekitar 7567 Ha, lebih luas dari Pulau Penata Besar 
dengan 4.675 Ha. 

  Pulau Lemukutan ini diapit oleh pulau-pulau kecil, seperti Randayan dan 
Kabung. Kabupaten Bengkayang memiliki 12 pulau kecil dengan kekayaan alam 
berlimpah-ruah. Baru lima dari 12 pulau, dihuni penduduk. Termasuk Pulau 
Lemukutan. Selebihnya, masih seonggok pulau tanpa penghuni. 

  Gugusan karang yang berwarna-warni akan semakin jelas terlihat saat menaiki 
perahu menuju Pulau Lemukutan. Bagan-bagan nelayan menyambut kedatangan. 
Kedalaman air di pulau ini antara dua hingga tiga meter sangat memudahkan bagi 
para penyelam pemula. 

  Di dasar laut kita dapat menikmati beraneka ragam tumbuhan laut yang berwarna 
warni, ikan-ikan tropis yang indah-indah dan beraneka ragam. 

  Tak banyak yang mengetahui asal mula sebutan Lemukutan, namun dari sekian 
banyak cerita rakyat yang ada, jika kita lihat dari topografi pulau ini memang 
menyerupai badan seekor lembu. 

  Kondisi hutan yang masih perawan, terjaga secara alami oleh masyarakat 
setempat, membuat pulau ini masih sangat alami.

  Sepanjang perjalanan sebelum sampai di pulau Lemukutan, terlebih dahulu 
melewati gugusan pulau-pulau lain yang pemandangan bawah lautnya tidak kalah 
indah. 

  Air yang jernih, menyebabkan dasar laut dengan tumbuhan karang 
berwarna-warni, dapat dilihat langsung dari atas perahu. Bisa juga melihat 
rumput laut yang dibudidayakan masyarakat setempat.

  Bermalam di Pulau ini sungguh mengasyikkan. Tidak seperti di Randayan yang 
menyediakan cottage, di pulau ini pengunjung dapat menginap di rumah penduduk 
yang memang disediakan khusus bagi para pengunjung. Rombongan menginap di rumah 
Arifin, warga sekitar. Pengunjung ddapat merasakan manisnya cumi dan ikan segar 
yang baru ditangkap nelayan. 

  Penyelam dari Inhasa Diving Club sangat mencintai pulau ini untuk aktifas 
mereka. Salah satu bagian laut di pulau ini berbentuk curam seperti jurang. Di 
sinilah keindahan alam bawah laut dapat ditemukan.


  Kabung Surga Snorkling

  Bermalam di Randayan, rombongan bertandang ke Pulau Kabung keesokan harinya. 
Di pulau inilah surga bagi para pengunjung untuk menikmati keindahan 
karang-karang aneka warna dan godaan ikan-ikan tropis.

  Cukup dengan berbekal peralatan snorkle dan mengapung di air, Anda akan 
bertemu dengan alam lain yang begitu indah. Jam demi jam akan lewat begitu 
cepat dan tak terasa.

  Ikan badut (clownfish), atau lebih populer dengan sebutan nemo (tokoh utama 
dalam film ‘Finding Nemo’) akan menyapa Anda. Jika berbekal roti tawar dan 
menyebarkannya di dalam air, maka ikan-ikan tersebut akan segera mendekati.

  Sama seperti di Lemukutan, di pulau ini para pengunjung juga dapat bermalam 
di rumah penduduk yang telah disediakan. Seperti di homestay milik Ukas. Dengan 
merogoh kocek Rp100/malam, Anda akan dijamu sehabis-habisnya. Makanan yang 
lezat, ditambah dengan camilan yang selau datang silih berganti.

  Di pulau ini para pengunjung juga dapat menikmati panorma pantainya yang 
indah. Dari homestay Ukas, untuk sampai ke pantai tersebut, pengunjung dapat 
berjalan kaki menyisiri bukit yang ditumbuhi pohon cengkeh sekitar 15 menit.

  Perjalanan menuju ke pantai tersebut merupakan suatu pengalaman tersendiri. 
Harumnya bunga cengkeh menjadi seperti aroma terapi jiwa, bagi yang lelah 
dengan penatnya kehidupan kota dan polusi udara yang menyiksa. Di pantai 
tersebut terdapat batu-batu yang besar dengan pasir yang putih. 

  Wisata lainnya yang bisa didapatkan di Pulau Kabung atau Lemukutan yakni ikut 
mancing di bagan-bagan nelayan. Bagi pecinta fotografi, ketiga pulau tersbeut 
juga merupakan surga tersendiri untuk merekam keindahan ciptaan Tuhan melalui 
lensa.

  “Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah. Indahnya misteri-Mu, tak ada satupun 
kata yang terucap. Seperti sudah Engkau atur dalam masing-masing titik waktu. 
Hingga pada suatu saat menghantar ku ke tempat ini,” kata Shando Safella, 
fotografer koran ini mengagumi keindahan ketiga pulau tersebut. (**) 



  Posted by Efprizan 'zan' Rzeznik at 2:40 AM   



  

Kirim email ke