Dear Goenadi Haryanto

Maksud saya bapak bisa call langsung kantor dinas kebudayaan pariwisata pemuda 
dan olahraga, karena dari situs itu ada no telp dinas tersebut yaitu (0562) 
631423

Semoga Bermanfaat.

--- Pada Jum, 27/3/09, Goenadi Haryanto <[email protected]> menulis:

Dari: Goenadi Haryanto <[email protected]>
Topik: Re: [Singkawang] FWD: Pesona Surga Bawah Laut Terindah di Kalbar
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 27 Maret, 2009, 8:56 AM











    
            


Terima kasih infonya, Pak Hendy.
Nambah obyek yang mau kami kunjungi dengan para 
hobbyist fotografi.
 
Tentang Pekan Gawai Dayak. Saya sudah coba browsing 
ke mana2, tetapi tidak mendapatkan alamat kontak, baik melalui Borneo Tribune, 
Media Pontianak, dll.
Info yang sementara kami andalkan adalah dari 
Borneo Tribune, tgl 13-03-09, tentang rencana pelaksanaan tanggal 20 - 25 Mei 
2009, tetapi belum ada info venue (lokasi) dan rangkaian acaranya.
 
Lalu Pak Deny Suhendra memberikan link: http://tourism- pastikesingkawan 
g.com/,  
Dari situs ini tidak banyak yang kami bisa gali.
Hari ini saya lihat sepintas Anda, menulis tentang 
Sinka Island. Tahun 2008, berserta rombongan kami sempat singgah. Batu2 annya 
mirip dengan batuan di Belitung. Mungkin masih ada hubungan pada zaman es (maaf 
kalau kesimpulan ini dangkal sekali.
 
Demikian sementara, semoga ada teman yang punya 
info lebih lengkap.
 
Terima kasih dan salam dari'
 
goenadi
dica...@cbn. net.id
www.photopointindon esia.com
www.jepretter. multiply. com
www.garudacompetiti on.com
 

  ----- Original Message ----- 
  From: 
  Hendy 
  Lie 
  To: [Y] Singkawang 
  Sent: Thursday, March 26, 2009 9:26 
  PM
  Subject: [Singkawang] FWD: Pesona Surga 
  Bawah Laut Terindah di Kalbar
  

  
  http://efprizan. blogspot. com/2008/ 08/ekspedisi- 3-pulau-randayan 
-lemukutan. html


  Pesona Surga 
  Bawah Laut Terindah di Kalbar 
  Eksotis. Itulah kesan 
  yang tergambar dari tiga pulau yang ada di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten 
  Bengkayang. Pulau Randayan, Pulau Lemukutan dan Pulau Kabung memiliki pesona 
  yang luar biasa.
  
  Catatan Perjalanan Efprizan Rzeznik, M 
  Kusdharmadifoto-foto: 
  Defri Shando 
  Untuk mereguk 
  keindahan alam ketiga pulau tersebut tidaklah susah. Transportasi darat dan 
  laut telah tersedia untuk menuju surga bawah laut 
  tersebut..
  Dari Pontianak, 
  rombongan yang terdiri atas para jurnalis Kota Pontianak yang tergabung dalam 
  Forum Jurnalis Langkau, Sakawana serta Inhasa Diving Club, berangkat 
  menggunakan bus. 
  Perjalanan 
  ditempuh selama 2,5 jam dengan rute Pontianak— Teluk Suak Bengkayang. 
  Teluk Suak berada sekitar 115 kilometer dari Kota 
  Pontianak, atau 32 kilometer dari Kota Singkawang. 
  
  Dari dermaga Teluk 
  Suak, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan motor air. Angkutan penumpang 
  tersebut tersedia sekitar pukul 9.00 sampai dengan 10.00 WIB. 
  Untuk penumpang 
  umum, biasanya dikenakan tarif sekitar Rp7.500—Rp10.00 
  per orang untuk sampai ke Pulau Kabung. Atau, untuk yang ingin berpergian 
  dalam rombongan jumlah besar, bisa menyewa motor air yang disediakan oleh 
  masyarakat setempat.
  Alam siang itu 
  cukup bersahabat. Matahari tidak begitu panas. Semilir 
  angin laut, membuat mata seakan ingin terpejam. Dari daratan sudah tampak 
  sebuah pulau yang berdiri menantang. “Itu pulau Penata,” kata salah seorang 
  penambang motor air. 
  Pulau Randayan menjadi tujuan 
  pertama rombongan. Akan tetapi, motor air berhenti sejenak di Pulau 
Lemukutan. Ini dilakukan untuk mengambil 
  makanan yang sudah dipesan sebelumnya. 
  Kurang lebih 15 menit bersandar 
  di dermaga Pulau Lemukutan, motor air kemudian 
  bergerak ke tetangga sebelah, Pulau Randayan. Sekitar 15 menit sampailah di 
  pulau kecil nan indah itu. Pulau kecil ini dikenal akan keindahan panorama 
  batu-batu karang, berbagai jenis ikan tropis serta kehidupan laut sekitarnya. 
  
  Pulau Randayan 
  mempunyai pantai dan warna air yang sangat jernih, cocok 
  untuk olahraga menyelam. Tersedia villa-villa kecil menghadap ke 
  laut. 
  Dari kejauhan 
  tampak hamparan pasir putih membentang. Pohon-pohon kelapa tertiup angin 
  kencang. Pulau ini mempunyai kelebihan akan alamnya yang memesona.
  untuk penginapan, 
  di Randayan tersedia cottage dengan harga bervariasi. Ada yang seharga Rp150 
  ribu permalam. Cukup untuk satu keluarga. 
  Di dasar laut Pulau Randayan, 
  terdapat banyak misteri kehidupan. Dari perilaku hidup 
  terumbu-terumbu karang, hingga kisah-kisah makhluk hidup lainnya. 
  Mereka tumbuh dan 
  berkembang biak secara alami dalam sebuah mata rantai 
  kehidupan yang panjang. kondisi geografis pulau ini sangat 
  layak dikunjungi. Letaknya sangat strategis. Aman serbuan ombak besar Laut 
  Natuna. 
  Berdasarkan 
  catatan yang ada, Pulau Randayan memiliki karang hidup sekitar 4,50 hektar, 
  karang mati 3,69 hektare, lamun 0,63 hektar, dan pasir seluas 4,77 hektare. 
  Kondisi itu sangat memungkinkan bagi siapa pun pehobi selam 
  mengunjunginya.
  Keindahan alam Randayan 
  dimanfaatkan oleh salah seorang pelukis yang ikut serta 
  dalam rombongan ini, Zul Ms. Ia mengabadikan keindahan tersebut dalam sebuah 
  kanvas.
  
  Surga Diving di 
  Lemukutan 
  Pulau Lemukutan 
  menjadi tujuan berikutnya. Pulau ini terbesar di Kabupaten Bengkayang 
  dengan luas sekitar 7567 Ha, lebih luas dari Pulau Penata 
  Besar dengan 4.675 Ha. 
  Pulau Lemukutan 
  ini diapit oleh pulau-pulau kecil, seperti Randayan dan Kabung. Kabupaten 
  Bengkayang memiliki 12 pulau kecil dengan kekayaan alam berlimpah-ruah. Baru 
  lima dari 12 pulau, dihuni penduduk. Termasuk Pulau Lemukutan. Selebihnya, 
masih seonggok pulau tanpa penghuni. 
  Gugusan karang 
  yang berwarna-warni akan semakin jelas terlihat saat menaiki perahu menuju 
  Pulau Lemukutan. Bagan-bagan nelayan menyambut 
  kedatangan. Kedalaman air di pulau ini antara dua hingga 
  tiga meter sangat memudahkan bagi para penyelam pemula. 
  Di dasar laut kita 
  dapat menikmati beraneka ragam tumbuhan laut yang 
  berwarna warni, ikan-ikan tropis yang indah-indah dan beraneka 
  ragam. 
  Tak banyak yang mengetahui asal 
  mula sebutan Lemukutan, namun dari 
  sekian banyak cerita rakyat yang ada, jika kita lihat 
  dari topografi pulau ini memang menyerupai badan seekor lembu. 
  Kondisi hutan yang 
  masih perawan, terjaga secara alami oleh masyarakat setempat, membuat pulau 
ini masih sangat alami.
  Sepanjang 
  perjalanan sebelum sampai di pulau Lemukutan, terlebih dahulu melewati 
gugusan 
  pulau-pulau lain yang pemandangan bawah lautnya tidak kalah 
  indah. 
  Air yang jernih, 
  menyebabkan dasar laut dengan tumbuhan karang berwarna-warni, dapat dilihat 
  langsung dari atas perahu. Bisa juga melihat rumput laut 
  yang dibudidayakan masyarakat setempat.
  Bermalam di Pulau ini sungguh 
  mengasyikkan. Tidak seperti di Randayan yang menyediakan cottage, di pulau 
ini 
  pengunjung dapat menginap di rumah penduduk yang memang disediakan khusus 
bagi 
  para pengunjung. Rombongan menginap di rumah Arifin, warga sekitar. 
Pengunjung 
  ddapat merasakan manisnya cumi dan ikan segar yang baru 
  ditangkap nelayan. 
  Penyelam dari 
  Inhasa Diving Club sangat mencintai pulau ini untuk aktifas mereka. Salah 
satu 
  bagian laut di pulau ini berbentuk curam seperti jurang. Di sinilah keindahan 
  alam bawah laut dapat ditemukan.
  
  Kabung Surga Snorkling
  Bermalam di 
  Randayan, rombongan bertandang ke Pulau Kabung keesokan harinya. Di pulau 
  inilah surga bagi para pengunjung untuk menikmati keindahan karang-karang 
  aneka warna dan godaan ikan-ikan tropis.
  Cukup dengan 
  berbekal peralatan snorkle dan mengapung di air, Anda akan bertemu dengan 
alam 
  lain yang begitu indah. Jam demi jam akan lewat begitu cepat dan tak 
  terasa.
  Ikan badut 
  (clownfish), atau lebih populer dengan sebutan nemo (tokoh utama dalam film 
  ‘Finding Nemo’) akan menyapa Anda. Jika berbekal roti tawar dan 
menyebarkannya 
  di dalam air, maka ikan-ikan tersebut akan segera mendekati.
  Sama seperti di 
  Lemukutan, di pulau ini para pengunjung juga dapat bermalam di rumah penduduk 
  yang telah disediakan. Seperti di homestay milik Ukas. Dengan merogoh kocek 
  Rp100/malam, Anda akan dijamu sehabis-habisnya. Makanan yang lezat, ditambah 
  dengan camilan yang selau datang silih berganti.
  Di pulau ini para 
  pengunjung juga dapat menikmati panorma pantainya yang indah. Dari 
  homestay Ukas, untuk sampai ke pantai tersebut, pengunjung dapat 
  berjalan kaki menyisiri bukit yang ditumbuhi pohon cengkeh sekitar 15 
  menit.
  Perjalanan menuju 
  ke pantai tersebut merupakan suatu pengalaman tersendiri. Harumnya bunga 
  cengkeh menjadi seperti aroma terapi jiwa, bagi yang lelah dengan penatnya 
  kehidupan kota dan polusi udara yang menyiksa. Di pantai tersebut terdapat 
  batu-batu yang besar dengan pasir yang putih. 
  Wisata lainnya yang bisa didapatkan di Pulau Kabung atau Lemukutan 
  yakni ikut mancing di bagan-bagan nelayan. Bagi pecinta fotografi, ketiga 
  pulau tersbeut juga merupakan surga tersendiri untuk merekam keindahan 
ciptaan 
  Tuhan melalui lensa.
  “Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah. Indahnya misteri-Mu, tak ada 
  satupun kata yang terucap. Seperti sudah Engkau atur dalam masing-masing 
titik 
  waktu. Hingga pada suatu saat menghantar ku ke tempat ini,” kata Shando 
  Safella, fotografer koran ini mengagumi keindahan ketiga pulau tersebut. 
  (**) 
  
  
  
  
  
  Posted by Efprizan 'zan' 
  Rzeznik at 2:40 AM   
  

  
  

 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Pamer gaya dengan skin baru yang keren. Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru 
sekarang! http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke