sarannya bagus sekali tuh.....btw, mau tanya, apakah ada diantara alumni yang 
jadi pengajar atau guru di SMAN 1 ? karena kalau ada setidaknya ada jalur untuk 
bisa disampaikan ke pihak sekolah...

   
  
ELFIRA ROSA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            saran buat para pengajar. klo bikin soal ujian, jangan yg 
jawabannya text book. bisa di contek karna jawaban pasti sama. mendingan bikin 
pertanyaan yg mengeksplorasi wawasan siswa. seperti pertanyaan "mengapa?' atau 
"bagaimana pendapat anda ttg?" pokoknya jawaban yg jawabannya nggak mungkin 
sama (karna tiap kepala isinya pasti beda2). tanya pendapat, tanya pemikiran 
dia, tanya apa yg dia tau ttg suatu hal, pokoknya pertanyaan2 "terbuka". dengan 
pertanyaan2 ky gt juga siswa lebih bisa mengeksplorasi wawasannya. n pengajar 
juga sebaiknya lebih terbuka terhadap jawaban dari siswa.
   
  yg terjadi sekarang ini masih sistem pembodohan (sebagian besar sih, nggak 
semuanya koq). guru lebih sering ngasih soal dengan jenis pertanyaan "tertutup" 
/ yg jawabannya text book. dan klo jawabannya "nggak sama dgn si guru" dianggap 
salah. ini lah salah satu faktor yg membuat anak didik menyontek.

   
   
  
QiDHiR Abdul Salam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
         Banjarmasin, 12 Januari 2007 11:44
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai, perilaku nyontek saat 
ujian bagi anak-anak sekolah sudah bagian dari korupsi. Makanya, perilaku 
demikian harus dicegah.

"Penilaian tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Sjahruddin Rasul, saat 
mengunjungi sekolah di Banjarmasin," kata Kepala Dinas Infokom Banjarmasin, 
Bambang Budiyanto di Banjamasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jum`at (12/1).

Rombongan KPK yang dipimpin Wakil Ketua Sjahruddin Rasul bersama Wakil Wali 
Kota Banjarmasin Haji Alwi Sahlan, dan Kepala Inspektorat Provinsi Kalsel 
mengunjungi SMP Negeri 1 Banjarmasin, ke kantor camat Banjarmasin Timur, serta 
Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KP2T)

Berdasarkan keterangan Bambang Budiyanto saat kunjungan di SMP Negeri 1 
Banjarmasin, Sjahruddin rasul menyempatkan berdialog dengan para siswa seputar 
masalah korupsi.

Menurutnya perbuatan nyontek merupakan tindakan korupsi kecil-kecilan, karena 
perilaku tersebut mengajarkan siswa untuk tidak jujur dan dilakukan dengan 
kerjasama guna melakukan hal yang tidak baik. Oleh karena itu ia mengingatkan 
para siswa untuk tidak melakukannya perilaku nyontek tersebut.

Upaya pencegahan terhadap perbuatan korupsi juga dapat dilakukan melalui jalur 
pendidikan, yakni dengan memasukan materi tersebut dalam pelajaran sekolah, 
mengingat anak - anak merupakan calon pemimpin yang akan menerima tongkat 
estapet negeri ini.

Kepada kepada mereka perlu juga diberikan bekal pengetahuan seputar masalah 
korupsi dalam rangka mengantisipasi perbuatan tersebut.

Sementara itu, pada kunjungannya di kantor camat Banjarmasin Timur, Sjahruddin 
Rasul meminta camat beserta stafnya untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan 
kemudahan kepada masyarakat, termasuk yang berkenaan proses pembuatan 
perizinan, seperti pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Kunjungan diakhiri di Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu. Ia mengarapkan agar 
dalam memberikan pelayanan harus lebih transparan, baik dalam hal persyaratan, 
waktu penyelesaian, dan tarif.

Alwi Sahlan mengatakan bahwa pemko berkomitmen untuk melaksanakan pemerintahan 
yang baik dan bersih. Melalui kunjungan KPK tersebut pemko dapat sharing dalam 
penanganan masalah korupsi. [TMA, Ant] 

    
---------------------------------
  Never Miss an Email
Stay connected with Yahoo! Mail on your mobile. Get started!   




    
---------------------------------
  We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.  

         

 
---------------------------------
 Get your own web address.
 Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.

Kirim email ke