Noon Coffee Break
Barangnya nggak dibayar Bu? tegur sopir angkot tadi pagi pada seorang
Ibu yang entah dengar atau tidak, ngeloyor aja pergi setelah menyerahkan uang
6000 rupiah.
Si Ibu ini hanya membayar untuk 4 orang saja (@ Rp 1500), dia sendiri dan 3
kulinya yang masing-masing bawa karung besar-besar. Cukup bermasalah memang
buat penumpang yang keluar masuk angkot. Pak supir sejak awal sudah kelihatan
sewot karena gara-gara barang bawaan si ibu itu, orang jadi ribet semua soalnya.
Orang itu boleh aja pinter kayak apa, tapi musti bisa nauin.. ujar pak
Sopir sambil nge-gas.
Harusnya barangnya dibayar ya, Pak, saya menanggapi, soalnya emang duduknya
pas samping supir.
Ya iya, harusnya begitu. Berapa kek, lima ratus, seribu, harusnya merasa
lah.. bisa menghargai supir
Nah lho..kok jadi ke sana arahannya.
Biar jelek-jelek gini, supir kan mesti dihargai. Harga solar kan mahal
eh
ngeloyor aja. Hehehe..waktu bilang jelek, pak Supir ketawa kecil
ngerasa kali
*huss*
Nggak denger kali Pak.
Bukan itu masalahnya, dia mustinya nauin
percuma pinter-pinter kalo nggak
bisa ngerti hal-hal kayak gini
Ok deh, Pak Supir.. kapan-kapan saya kalau bawa barang besar, kasih ongkos
lebih deh
Secara penampilan, si Ibu tadi emang kelihatan perlente, pakaian rapi,
ber-make up, dan pake kerudung pula, kelihatan orang pinternya (versi pak Supir
;). Yah, pak Supir mungkin bicara lain kalau si Ibu ini lusuh dan kelihatan
susah
Penampilan ternyata kudu matching sama kelakukan ya
Have a nice day!
ps. pelajaran moral: baik-baiklah sama Pak Supir karena dia sudah
mengantarkan kita ke tempat tujuan, nggak dibikin nyasar...hehehe
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
Try the free Yahoo! Mail Beta.