CRAINE DAN KESABARAN
   
  “Menuntut perusahaan sih nggak, bagi kami ini kan musibah…” 
  Seorang bapak dari keluarga korban meninggal kecelakaan craine kemarin, 
menjawab pertanyaan reporter televisi swasta di siaran berita yang saya tonton 
pagi tadi. Air muka begitu tenang. Bisa ya?
   
  Saya jadi ingat, kata ustadz saya kesabaran itu datang  pada respon yang 
pertama. Jadi sikap atau reaksi pertama itulah yang menunjukkan ‘wajah’ asli 
kesabaran yang kita miliki. Bukan sikap yang kemudian, misalnya setelah kita 
sadar, bisa berpikir dengan tenang, dll baru kita bisa sabar. Wah, nggak 
gampang ya. Dalam menghadapi masalah, apalagi masalah yang negatif, kita 
cenderung emosional. Bentuknya bisa macam-macam. Marah, menangis, mengeluarkan 
kata-kata yang tidak enak di dengar, atau sekedar ditunjukkan dengan body 
language yang maknanya sama. Kalau saya sih biasanya nangis bombay... *hihi* 
   
  Yang saya bayangkan dari ucapan bapak keluarga korban meninggal itu adalah 
sepertinya itu keluar dari hati yang legowo, ikhlas dan menerima kematian 
keluarganya, walaupun musibah itu akibat dari kecelakaan craine. Kalau mau bisa 
aja kan dia bilang misalnya pihak keluarga menuntut ganti rugi dan semacamnya, 
yang sering kita dengar kalau ada kecelakan yang memakan korban.
   
  Meski cerita dan kejadian sebenarnya saya nggak tau persis, tapi kata-kata 
Bapak itu seperti mengingatkan kembali bahwa apapun kejadian buruk yang 
menimpa, semua itu adalah musibah. Musibah adalah hal yang umum terjadi seperti 
halnya ketiban rejeki atau mendapat anugerah. Cuma beda cabang aja, tapi 
bersumber dari sesuatu yang sama: Tuhan, Allah SWT. Dengan mengembalikan 
semuanya kepada yang di-Atas, mungkin kita bisa menyikapinya dengan lebih 
tenang dan sabar, seperti Bapak itu.
   
  Ah, andai kita bisa selalu memiliki sikap seperti itu…
   
   Have a nice weekend!








       
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 

Kirim email ke