Siapa hayo yang tadi pas bangun pagi ngerasa ngilu di persendian, 
demam, mual, pusing, dan tidak bertenaga (bahkan untuk bangun aja nggak bisa)? 
Waspadalah, kemungkinan anda terkena gejala Chingunya!
   
  Tinggal di Indonesia ini memang seru. Setiap hari selalu ada berita baru, 
yang…. bikin ngelus dada. Macam-macam beritanya. Mulai dari pemilihan miss 
Indonesia sampai wabah Chikungunya. Dari jebolnya tanggul lumpur di Porong 
sampai aksi mahasiswa yang melempari Pengadilan Negeri Bekasi dengan tomat. 
Sepertinya, semua tempat berlomba menyumbangkan berita. Sayangnya, berita 
bagusnya tidak seimbang dengan berita tidak bagusnya. So, kalau terlalu 
‘menjiwai’ kita bisa melalui hari baru dengan ‘wajah’ yang suram, sikap yang 
pesimis dan bahkan tanpa harapan. Huaaa…*mending jangan denger berita deh*
   
  “Anda dari Malaysia?”
  “Bukan, saya dari Indonesia.”
  “Masya Allah, anda harus banyak-banyak berdoa, beriman kepada Allah dan minta 
pertolongan pada-Nya.”
  Si Mbak berjilbab yang dikira datang dari Malaysia itu jelas shock. Emang 
kenapa?
  “Indonesia negeri yang diujung tanduk. Pusat dari banyak bencana…” si Bapak 
dari orang Luar (dari Negara Islam) mencoba menjelaskan. Selanjutnya, baru deh 
si Muslimah tersebut ngeh. Rupanya si Bapak yang kebetulan seorang ilmuwan itu 
memiliki banyak referensi tentang ‘bencana alam’ di Indonesia. Dan beliau 
begitu khawatir ketika bertemu dengan si Mbak berjilbab dari Indonesia itu.
   
  Bagi dunia luar, mendengar bencana dan musibah yang terjadi di negara kita, 
mungkin sudah nggak keitung berapa kali nyebut dan ber-istighfar hehehe. Sikap 
yang sangat bisa dimaklumi sekaligus mengundang komentar… “ah, sampe 
segitunya…” Kita yang ada di sini sih tenang-tenang saja tuh, bahkan lama-lama 
jadi biasa aja.
  “Ombak pasang, sampe lima meter!”
  Ah, belom segede tsunami.
  “Angin puting beliung!”
  Badai Katrina lebih gede kali ya…
  “Hari ini memperingati setahun LUSI (Lumpur Sidoarjo)..”
  Oh, udah setahun ya.. ya ampun, nggak berasa. Kayaknya baru kemarin.
  “Banjir..”
  Di sini panas banget, di sana malah banjir ya..
  “Ada gempa sekian skala richter..”
  Nggak berasa ya, di sini aman-aman aja tuh…
  “Wabah chingunya di Tangerang dan Bekasi!”
  Iya sih, ngilu-ngilu dikit, tapi nggak segawat DB kan?
   
  Hihi, kalau kita bisa sangat ‘sabar’ menyikapi segala musibah di sekeliling 
kita, bahkan nyaris dengan ‘kesabaran’ itu tidak mengubah sikap dan tindakan, 
kira-kira apakah musibah dan bencana akan berakhir ya?
   
   
  ~ygsedangmerasatidakberdaya








       
---------------------------------
You snooze, you lose. Get messages ASAP with AutoCheck
 in the all-new Yahoo! Mail Beta. 

Kirim email ke