“You know you've read a good book when you turn the last page and 
feel as if you've lost a friend.” – Unknown – diambil dari salah satu blog
   
  Hal yang sama saya rasakan ketika sampai di bab terakhir buku seri Harry 
Potter yang ke-7, Harry Potter and the Deathly Hallows. Lega (akhirnya tahu 
akhir dari cerita sebanyak 7 seri-nya)…dan sekaligus seperti kehilangan teman 
*halah...:) 
   
  Kalau melihat ke belakang, buku Harry Potter seri pertama keluar sekitar 
tahun 1997, saat saya baru aja lulus kuliah. Waktu itu, Sandra, teman kos saya, 
mengenalkan buku ini. Dia pinjam dari dosennya. Kebetulan suami bu dosen ini 
WNA dari Scotland (hihi sodaraan kali ya sama JK. Rowling ;). Baru bab-bab 
pertama aja udah sangat menghibur. Tapi siapa yang bisa menyangka ternyata 
setelah itu pembaca akan dibawa ke ratusan bab lain yang hampir seluruhnya 
memikat alias nggak kebosenin. Saya jadi ketagihan dan selalu menanti setiap 
seri terbarunya. 
   
  Sulit mengungkapkan dengan kata-kata betapa hebatnya Tante Rowling ini 
merangkai cerita. Teman saya (laki-laki) sampai bilang ”kalo ketemu di jalan, i 
don’t mind kissing her...” Saking nge-fans-nya :) Weleh.... Tapi emang sih, 
bagi para pembaca dan fans-nya, siapa yang nggak ’jatuh cinta’ sama perempuan 
terkaya sedunia ini karena bisa bikin cerita yang segitu kerennya. 
   
  Butuh sepuluh tahun untuk sampai di akhir cerita yang membuat pembaca bisa 
memperoleh satu kisah yang utuh. Coba bayangin, ‘teman’ macam apa yang menemani 
dengan begitu setia selama sepuluh tahun? (hiks... menemani dakyu sejak pertama 
memasuki dunia kerja sampe sekarang).
   
  So, goodbye Harry... *melow.mode (weleh...weleh...;)
   
   
  (ditulis beberapa saat setelah menyelesaikan buku terakhir Harry Potter, 
pertengahan Agustus 2007, baru diposting sekarang )
   
   
   
   
   
   
   
   








       
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 

Kirim email ke