Ramadhan di ambang pintu. Sudah beberapa kali menerima email,
sms, dan message offline/online permintaan maaf. Setiap membuka pesannya, suka
bertanya-tanya sendiri, kesalahan apa ya yang perlu dimaafkan? atau,
jangan-jangan justru saya yang banyak dosa kedia secara pernah ngomongin..
dst Kalau sudah begitu, biasanya kirim balik permintaan maaf. Kadang nulis
sendiri dan sering juga menggunakan lagi sms dari teman yang lain. Soalnya
kata-katanya puitis dan bagus sih
Tapi kalau nulis sendiri kok rasanya lebih afdhol ya. Meski nggak gitu
puitis, saya berharap kata-kata itu benar-benar keluar dari hati nurani
cieee.
Soalnya suka rada sebel begitu dapat pesan yang sama bahkan berulang-ulang
dari orang yang berbeda-beda. Kesannya kok nggak ada sentuhan
pribadinya
hehehe. Tapi ya, namanya juga usaha. Sah-sah aja dan halal-halal aja
itu dilakukan. Selain pesan bisa langsung dikirim (karena Cuma mem-forwardkan
doang), menulis kata-kata sendiri suka makan waktu dan seringnya saya jadi
telat membalas.
Dulu, suka iseng ngitungin email or sms ucapan menjelang Ramadhan maupun Idul
Fitri yang masuk. Suka kegeeran kalau kebetulan banyak, dan sedih kalau Cuma
sedikit...hihi itu artinya gue ga banyak punya temen dunk :p. Tapi terus mikir
juga, emangnya gue siapa? Lagi pula, bukannya lebih baik kita yang mengucapkan
duluan? Katanya pahalanya lebih banyak.
Ah, sekarang menjelang Ramadhan lagi. Alhamdulillah. Semoga saya diberi umur,
kesehatan, keceriaan, dan semangat yang lebih daripada bulan-bulan yang lain
(Pembaca juga, amiin). Kata Pak Ustadz di pengajian kantor Jumat kemarin, kalau
kita menyambut kedatangan Ramadhan dengan hari riang dan senang (cuma riang dan
senang doang aja), Allah mengharamkan tubuh kita dari api neraka. Alias, diberi
rahmat dan ampunan dari dosa-dosa tahun sebelumnya. Seperti bayi yang baru
lahir. Suci. Fitri.
Ok, guys...buat yang akan menjalankan ibadah Puasa, semoga Ramadhan ini
menjadi Ramadhan terbaik kita ya.... Mohon maaf atas segala kesalahan. Tulisan
saya ini entah dibaca berapa orang (hehe, geer amat yak). Semakin banyak nulis
(yang nota bene banyak ngomong) lebih banyak dosanya dari yang membaca. Karena
bisa saja apa yang ditulis ini salah, menyinggung perasaan atau bohong alias
ngibul hehehe... Maaf ya...
Buat yang tidak menjalankan ibadah puasa, terima kasih telah begitu
pengertian tidak makan es teler or es krim terang-terangan di depan mata orang
yang puasa di siang bolong yang sangat terik pula...hehehe *just kidding*
Have a nice day!
---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.