Yang pasti bukan perpanjangan dari RIM. Btw, w** dah rame dibicarakan di milis Blackberry, baik atau buruk? Silahkan dicoba sendiri, do it with your own risk
*maaf takut kena pasal prita kalo blak2an :-) AriefK Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL -----Original Message----- From: Dicky Kurniawan <[email protected]> Date: Mon, 6 Jul 2009 08:52:18 To: <[email protected]> Subject: Re: [sma1bks] Sertifikat BlackBerry Akan Dibekukan Terus PT wii yang di ambas itu apaan? agen ato distributor??? It's only a transition... Dicky Kurniawan News Camera Person NEWS DIVISION PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Gd. Trans TV 3rd Fl.. Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A Jakarta Selatan 12790 +628174964705 [email protected] [email protected] omongkosongku.blogspot.com answerlieswithin.multiply.com ________________________________ From: Arief Kurniawan <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, July 6, 2009 8:50:25 PM Subject: Re: [sma1bks] Sertifikat BlackBerry Akan Dibekukan System bisnis RIM adalah ngejual HH via operator, dari kacamata legalitas RIM ngga ada yang namanya agen, distro apalah. Untuk repair centre RIM untuk asia tenggara ada di singapore, kalo HH ente yang beli dari ops A rusak, ente akan dapet swap unit sambil nunggu handheld ente di repair di singapore.. Kalo ente beli HH dari distro, agen yang bukan operator, tidak ada jaminan repair. (Mau repair kemana coba)? Karena menurut RIM dealer resmi BB di Indo ya cuman operator. Trus koq bisa distro dan agen2 pada jualan BB? Pemerintah yang buatkan ijin importir buat mereka2. Nah, karena BB para agen2 tersebut banyak yang kena suspend makanya pada kebakaran jenggot dan buat gimana caranya biar RIM repair dan responsible. Cuman kenapa harus di singapore, ngga di Indonesia? Mereka berkaca dari pengalaman Sony dan lain2nya.. Gue setuju RIM buka repair di indo, cuman pemerintah ngga ngaca kenapa tuh RIM males buka di indonesia. Ujung2nya bukan beresin birokrasi yang acak kadut malah nyetop sertifikasi dan ngelarang import. Nah ini sebenarnya permasalahannya. Diskusi ini dah berdarah2 di milis blackberry sejak sebulan lalu. Let will see what happened next. BB is not handphone BB is BB AriefK Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL ________________________________ From: Dicky Kurniawan Date: Mon, 6 Jul 2009 00:47:56 -0700 (PDT) To: <sma1...@yahoogroups .com> Subject: Re: [sma1bks] Sertifikat BlackBerry Akan Dibekukan Kalo sikapnya membatasi impor blekberi sama pemerintah berkaitan dengan layanan purna jual sih gua maklum aja...itu memang hak konsumen untuk mendapatkan layanan purna jual langsung dari RIM, bukan sekedar agen/distributor. ..sama aja lu beli mobil toyota tapi yang nanganin layanan purnajualnya cuma agen, bukan bengkel resmi.... It's only a transition.. . Dicky Kurniawan News Camera Person NEWS DIVISION PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Gd. Trans TV 3rd Fl. Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A Jakarta Selatan 12790 +628174964705 marcial_riquelme@ yahoo.com dicky.kurniawan@ gmail.com omongkosongku. blogspot. com answerlieswithin. multiply. com ________________________________ From: Arief Kurniawan <batigol_arief@ yahoo.com> To: sma1...@yahoogroups .com Sent: Monday, July 6, 2009 2:36:29 PM Subject: Re: [sma1bks] Sertifikat BlackBerry Akan Dibekukan Ini jadi diskusi hangat di milis blackberry. Pro dan kontra menyangkut sikap pemerintah. Kalau ane melihat ini sebagai supply and demand, harga BB akan naik seiring import dibekukan. Dan menariknya bakalan jadi bumerang buat pemerintah, barang BM BB bakal makin merajalele.. ....ujung2nya user yang dirugikan... . Setali tiga uang AriefK Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL ________________________________ From: Toby Fittivaldy Date: Sun, 5 Jul 2009 18:32:40 -0700 (PDT) To: Kirim Pesan<sma1...@yahoogroups .com> Subject: [sma1bks] Sertifikat BlackBerry Akan Dibekukan Minggu, 5 Juli 2009 | 19:24 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) akan membekukan sertifikat alat perangkat telekomunikasi yang pernah diterbitkan oleh Ditjen Postel untuk semua merk produk BlackBerry rilisan Research in Motion (RIM). "Sertifikat alat perangkat telekomunikasi yang pernah diterbitkan oleh Ditjen Postel untuk semua merk produk BlackBerry (RIM) akan dibekukan," kata Kepala Pusat Indormasi dan Humas Departemen Kominfo, Gatot S. Dewa Broto, di Jakarta, Minggu (5/7). Konsekuensinya, pemegang sertifikat produk BlackBerry untuk sementara tidak dapat melakukan importasi atas produk tersebut. Pembekuan, kata Gatot, akan dilakukan sampai ada komitmen dan realisasi/implement asi pemberian garansi dan pendirian layanan purna jual produk RIM (BlackBerry) di Indonesia. "Tidak ada maksud dari Ditjen Postel untuk memaksakan kehendaknya secara sepihak karena kesempatan bagi RIM untuk membuka layanan purna jual sudah cukup panjang, namun belum ada juga komitmennya, " katanya. Sebelumnya pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan RIM untuk membicarakan rencana pembukaan kantor layanan purnajual sebagai upaya perlindungan konsumennya di Indonesia. RIM saat itu meminta waktu untuk melakukan studi kecocokan demi menentukan bentuk kantor cabang yang dinilai paling pas di Indonesia namun sampai saat ini belum ada kepastian tersebut. "Ditjen Postel dapat saja melakukan penghentian proses sertifikasi beberapa bulan yang lalu, namun demikian itu sama sekali tidak dilakukan karena tetap memberi kesempatan pada RIM untuk sesegera mungkin merealisasikan komitmennya, " katanya. Tetapi, pihaknya memutuskan tidak dapat lagi memperpanjang sikap fleksibilitas tersebut karena pertumbuhan BlackBerry sudah cukup tajam peningkatannya di Indonesia. "Ditjen Postel sudah memberi toleransi cukup besar kepada RIM," katanya. Upaya tersebut menurut Gatot, juga merupakan bentuk perlindungan secara tidak langsung dari Ditjen Postel kepada RIM untuk mengantisipasi bila suatu saat terjadi kondisi buruk akibat munculnya legal action dari masyarakat akibat buruknya layanan purna jual. Terlebih dengan mengacu pada UU Perlindungan Konsumen yang mewajibkan pelaku usaha (dalam hal ini perdagangan produk BlackBerry) untuk mematuhinya tersebut di antaranya Pasal 4 butir (h) yang menyebutkan, bahwa hak konsumen adalah hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya. "Keputusan dengan jangka waktu tersebut sudah dipertimbangkan dengan sangat hati-hati dan juga mempertimbangkan segala aspek serta sama sekali tidak didorong oleh suatu kepentingan persaingan industri vendor/importir telekomunikasi, " katanya. Ia menekankan, Ditjen Postel, Departemen Kominfo, tetap mengedepankan esensi transparansi, obyektivitas, dan anti-kolusi. Gatot menegaskan, masyarakat umum berhak melakukan monitoring terhadap pelaksanaan keputusan tersebut. "Keputusan ini juga tetap mempertimbangkan iklim investasi dan juga hubungan kerja sama dan perdagangan Indonesia dengan Kanada yang sesungguhnya cukup harmonis dan konstruktif, " katanya. Oleh karena itu, katanya, jika nantinya RIM merealisasikan komitmennya, maka Departemen Kominfo akan mencabut kembali keputusan tersebut. Namun demikian, menurut dia, keputusan terhadap masalah BlackBerry itu terpaksa diambil karena justru merupakan manifestasi dari kepatuhan dan konsistensi pelaksanaan ketentuan yang berlaku. "Kepada warga masyarakat yang sudah memiliki dan akan membeli produk BlackBerry diberi jaminan, bahwa mereka tetap dapat menggunakan BlackBerry," katanya. Gatot menekankan agar masyarakat membeli perangkat tersebut yang telah bersertifikat, berlabel, dan bukan produk black market. http://bisniskeuang an.kompas. com/read/ xml/2009/ 07/05/1924509% 20/sertifikat. blackberry. akan.dibekukan Toby Fittivaldy Fis2 '94
