Wuiiih sgitunyaaaa
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Toby Fittivaldy <[email protected]>

Date: Mon, 6 Jul 2009 18:27:20 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [sma1bks] Sertifikat BlackBerry Akan Dibekukan


benerkan..!!! pemerintah maksa RIM inves di indo... hehehe...
emang lagi bokek....!!! bulan2 ini kan puncak krisis global...

Toby Fittivaldy 
Fis2  '94   


--- On Mon, 7/6/09, Arief Kurniawan <[email protected]> wrote:

From: Arief Kurniawan <[email protected]>
Subject: Re: [sma1bks] Sertifikat BlackBerry Akan Dibekukan
To: [email protected]
Date: Monday, July 6, 2009, 1:50 PM











    
            
            


      
      
     System bisnis RIM adalah ngejual HH via operator, dari kacamata legalitas 
RIM ngga ada yang namanya agen, distro apalah. Untuk repair centre RIM untuk 
asia tenggara ada di singapore, kalo HH ente yang beli dari ops A rusak, ente 
akan dapet swap unit sambil nunggu handheld ente di repair di singapore. Kalo 
ente beli HH dari distro, agen yang bukan operator, tidak ada jaminan repair. 
(Mau repair kemana coba)? Karena menurut RIM dealer resmi BB di Indo ya cuman 
operator. Trus koq bisa distro dan agen2 pada jualan BB? Pemerintah yang 
buatkan ijin importir buat mereka2. Nah, karena BB para agen2 tersebut banyak 
yang kena suspend makanya pada kebakaran jenggot dan buat gimana caranya biar 
RIM repair dan responsible.

Cuman kenapa harus di singapore, ngga di Indonesia? Mereka berkaca dari 
pengalaman Sony dan lain2nya. Gue setuju RIM buka repair di indo, cuman 
pemerintah ngga ngaca kenapa tuh RIM males buka di indonesia. Ujung2nya bukan 
beresin birokrasi yang acak kadut malah nyetop sertifikasi dan ngelarang 
import. Nah ini sebenarnya permasalahannya.

Diskusi ini dah berdarah2 di milis blackberry sejak sebulan lalu. Let will see 
what happened next.

BB is not handphone BB is BB
AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XLFrom:  Dicky Kurniawan 
Date: Mon, 6 Jul 2009 00:47:56 -0700 (PDT)
To: <sma1...@yahoogroups .com>
Subject: Re: [sma1bks] Sertifikat BlackBerry Akan Dibekukan
                           Kalo sikapnya membatasi impor blekberi sama 
pemerintah berkaitan dengan layanan purna jual sih gua maklum aja...itu memang 
hak konsumen untuk mendapatkan layanan purna jual langsung dari RIM, bukan 
sekedar agen/distributor. ..sama aja lu beli mobil toyota tapi yang nanganin 
layanan purnajualnya cuma agen, bukan bengkel resmi....
 It's only a transition.. .

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
marcial_riquelme@ yahoo.com
dicky.kurniawan@ gmail.com
omongkosongku. blogspot. comanswerlieswithin. multiply. com   

From: Arief Kurniawan <batigol_arief@ yahoo.com>
To: sma1...@yahoogroups .com
Sent: Monday, July 6, 2009 2:36:29 PM
Subject: Re: [sma1bks] Sertifikat BlackBerry Akan Dibekukan

                                  Ini jadi diskusi hangat di milis blackberry. 
Pro dan kontra menyangkut sikap pemerintah.

Kalau ane melihat ini sebagai supply and demand, harga BB akan naik seiring 
import dibekukan. Dan menariknya bakalan jadi bumerang buat pemerintah, barang 
BM BB bakal makin merajalele.. ....ujung2nya user yang dirugikan... .

Setali tiga uang

AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XLFrom:  Toby Fittivaldy 
Date: Sun, 5 Jul 2009 18:32:40 -0700 (PDT)
To: Kirim Pesan<sma1...@yahoogroups .com>
Subject: [sma1bks] Sertifikat BlackBerry Akan Dibekukan
                           Minggu, 5 Juli 2009 | 19:24 WIB                      
                JAKARTA, KOMPAS.com - Departemen Komunikasi dan Informatika 
(Depkominfo) akan membekukan sertifikat alat perangkat telekomunikasi yang 
pernah diterbitkan oleh Ditjen Postel untuk semua merk produk BlackBerry 
rilisan Research in Motion (RIM)."Sertifikat alat perangkat telekomunikasi yang 
pernah diterbitkan oleh Ditjen Postel untuk semua merk produk BlackBerry (RIM) 
akan dibekukan," kata Kepala Pusat Indormasi dan Humas Departemen Kominfo, 
Gatot S. Dewa Broto, di Jakarta, Minggu (5/7).Konsekuensinya, pemegang 
sertifikat produk BlackBerry untuk sementara tidak dapat melakukan importasi 
atas produk tersebut. Pembekuan, kata Gatot, akan dilakukan sampai ada komitmen 
dan realisasi/implement asi pemberian garansi dan  pendirian layanan purna jual 
produk RIM (BlackBerry) di Indonesia."Tidak ada maksud dari Ditjen Postel untuk 
memaksakan kehendaknya secara sepihak karena kesempatan bagi RIM untuk
 membuka layanan purna jual sudah cukup panjang, namun belum ada juga 
komitmennya, " katanya.Sebelumnya pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan 
RIM untuk membicarakan rencana pembukaan kantor layanan purnajual sebagai upaya 
perlindungan konsumennya di Indonesia. RIM saat itu meminta waktu untuk 
melakukan studi kecocokan demi menentukan bentuk kantor cabang yang dinilai 
paling pas di Indonesia namun sampai saat ini belum ada kepastian 
tersebut."Ditjen Postel dapat saja melakukan penghentian proses sertifikasi 
beberapa bulan yang lalu, namun demikian itu sama sekali tidak dilakukan karena 
tetap memberi kesempatan pada RIM untuk sesegera mungkin merealisasikan 
komitmennya, " katanya. Tetapi, pihaknya memutuskan tidak dapat lagi 
memperpanjang  sikap fleksibilitas tersebut karena pertumbuhan BlackBerry sudah 
cukup tajam peningkatannya di Indonesia.  "Ditjen Postel sudah memberi 
toleransi cukup besar kepada RIM," katanya. Upaya tersebut menurut Gatot,
 juga merupakan bentuk perlindungan secara tidak langsung dari Ditjen Postel 
kepada RIM untuk mengantisipasi bila suatu saat terjadi kondisi buruk akibat 
munculnya legal action dari masyarakat akibat buruknya layanan purna 
jual.Terlebih dengan mengacu pada UU Perlindungan Konsumen yang mewajibkan 
pelaku usaha (dalam hal ini perdagangan produk BlackBerry) untuk mematuhinya 
tersebut di antaranya Pasal 4 butir (h) yang menyebutkan, bahwa hak konsumen 
adalah hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, 
apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau 
tidak sebagaimana mestinya."Keputusan dengan jangka waktu tersebut sudah 
dipertimbangkan dengan sangat hati-hati  dan juga mempertimbangkan segala aspek 
serta sama sekali tidak didorong oleh suatu kepentingan persaingan industri 
vendor/importir telekomunikasi, " katanya. Ia menekankan, Ditjen Postel, 
Departemen Kominfo, tetap mengedepankan esensi transparansi,
 obyektivitas, dan anti-kolusi. Gatot menegaskan, masyarakat umum berhak 
melakukan monitoring terhadap pelaksanaan keputusan tersebut.  "Keputusan ini 
juga tetap mempertimbangkan iklim investasi dan juga hubungan kerja sama dan 
perdagangan Indonesia dengan Kanada yang sesungguhnya cukup harmonis dan 
konstruktif, " katanya.Oleh karena itu, katanya, jika nantinya RIM 
merealisasikan komitmennya, maka Departemen Kominfo akan mencabut kembali 
keputusan tersebut. Namun demikian, menurut dia, keputusan terhadap masalah 
BlackBerry itu terpaksa diambil karena justru merupakan manifestasi dari 
kepatuhan dan konsistensi pelaksanaan ketentuan yang berlaku. "Kepada warga 
masyarakat  yang sudah memiliki dan akan membeli produk BlackBerry diberi 
jaminan, bahwa mereka tetap dapat menggunakan BlackBerry," katanya.Gatot 
menekankan agar masyarakat membeli perangkat tersebut yang telah bersertifikat, 
berlabel, dan bukan produk black market.
http://bisniskeuang an.kompas. com/read/ xml/2009/ 07/05/1924509% 
20/sertifikat. blackberry. akan.dibekukan

Toby Fittivaldy 
Fis2  '94   

                                                                                
                                                   
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke