Kalo dianalogikan seperti bermain sepak bola,
saya ini tak lebih dari pemberi umpan,  kadang ngasih umpan
panjang, sesekali juga bermain dgn umpan-umpan pendek, kadang juga dapat
serangan balik, bermain total football dan lain sebagainya... tapi itu semua 
hal biasa
buat saya dalam berdiskusi. Sebenernya diskusi tentang ketidakadilan
yang dipengaruhi media saat PEMILU 2009 sudah diselesaikan dengan cantik oleh 
bung
usmar dengan uraiannya. Demikian juga bung dicky ikut
berpartisipasi menyelesaikannya, tentang kecerdasan masyarakat
kita seperti yang diuraikannya "...yang ideal memang ada pendidikan politiknya 
ke masyarakat ... dan ini semestinya tugas masyarakat yang lebih cerdas .. tapi 
ini mandeg ... parpol terjebak kepentingan golongan dan institusi pendidikan 
malah lebih parah, terjebak pada kepentingan pemerintah dan modal.




Buat saya itu semua merupakan
pembuktian atas fakta yang saya temukan pada 8 juli lalu 10.15,
yang kemudian di koreksi oleh bung usmar jam 9.00... satu jam lima belas
menit lebih awal. Bagaimana pun diskusi ini sangat
menarik buat saya terutama dalam ber-brainstroming dengan yang ada di
milis ini, terima kasih saya ucapkan, dengan demikian kita dapat lebih
mengenal karakter satu sama lainnya, hanya saja ada beberapa hal yang kita 
perlu koreksi agar tidak menjadi rancu, sebagai seorang muslim
Insya Allah dalam melemparkan suatu topik/tema saya selalu bersandar
kepada Qur’an yaitu  Iqro (QS 96:1 bacalah)…tartiila (QS 73:4
…dengan perlahan-lahan) 




Salah satunya adalah tentang kata
‘propaganda’, ketika saya posting tentang “Innalillahi wa inna
ilahi roji’un“ adalah bukan sebuah propaganda, tetapi ungkapan hati yang pasrah 
dan turut prihatin atas yang dialami pada pilpres saat ini...  karena kejadian 
tersebut tidak mungkin kita memperbaiki... walaupun kita mempunyai mesin 
waktu... semua akan kembali kepada Yang Maha Pembuat Skenario...  ungkapan hati 
saya tersebut berhubungan dengan bukti/fakta yang saya lihat dengan mata kepala 
saya
sendiri pada 8 juli 10.15 yang kemudian dibenarkan dan dikoreksi oleh
bung usmar dan menjadikan diskusi ini lebih cantik untuk
kita semua. 




Mengenai propaganda, mari kita pahami
bersama-sama. Coba ketik di MS word anda kata propaganda (gunakan 
thesaurus..-red) maka
akan muncul kata padanan yaitu misinformation, party
line=dogma, doctrine dll, half truths, cant=lip
service, false piety etc. kurang lebih anda mengerti apa artinya
propaganda...
Jadi secara harfiah propaganda=informasi yang salah..  dan lawannya adalah 
fakta=informasi sebenarnya... jadi apa yang saya ungkapkan di
milis ini bukan propaganda tapi fakta karena memang begitu adanya...
tsunami adalah fakta.. terjadi setelah selesai pemilu 2004, demikian juga
dengan Korut... dia memang memiliki senjata nuklir itu fakta … bukan
propaganda… bukan misinformation ataupun dogma ataupun doctrine tapi itu memang 
begitu adanya... demikian juga kejadian2 sebelum pemilu 2009 seperti jatuhnya 
pesawat TNI-AU, hercules, helikopter puma yang menelan banyak perwira adalah 
fakta... 

tinggal terserah kepada kita bagaimana cara membacanya...


Jadi beda dengan Iran … ketika Iran
mengumumkan tentang pengayaan uranium lalu Amerika menuduh Iran
memiliki Senjata Nuklir … baru itu namanya propaganda … karena
Iran menggunakan reactor tersebut hanya untuk men-supply listrik ke
desa-desa terpencil dan Iran pun sudah mengikuti aturan IAEA (badan atom PBB) 
dan
Iran tidak memiliki sumber daya lain seperti aliran sungai untuk dijadikan
PLTA seperti di Indonesia… 

Contoh lain adalah Irak yang dituduh
memiliki senjata pemusnah massal … itu propaganda... informasi yang salah 
disebarluaskan di DK-PBB... karena tidak
terbukti sampai sekarang… 
contoh propaganda ala lokal… ketika Iran
datang ke Indonesia, Indonesia bilang mendukung program nuklir untuk damai
dan abstain di DK-PBB… tapi sebaliknya malah ikut menyetujui
resolusi DK-PBB 1747 yang menekan Iran … itu yang disebut
propaganda=halftruths… ga semuanya bener yang gw omongin ke elo ran... 
(ran=Iran -red).. atau balik lagi ke pelajaran sejarah SMA/SMP dulu... ketika
NICA masuk ke Indonesia ternyata diboncengi Belanda itu namanya
propaganda… dikirain inggris doank nyeng dateng… eh ade Belande dompleng di 
belakangnye… itu propaganda ... 

yang baru saja terjadi pada 8 jul 2009 adalah fakta ... 
misinformation/propaganda dari media karena menampilkan data quick count 
sebelum waktu pemilihan di Indonesia Bagian Barat selesai...  dimana 
misinformation-nya ???. diwaktu penanyangannya... hanya itu dan tidak lebih... 
namun karena itu semua membuat PEMILU 2009 tidak berlangsung dengan cantik... 
dan akan mengurangi legitimasi dari pemenang... sungguh hal ini sangat di 
sayangkan... 



Jadi cukup jelas perbedaan antara
Propaganda dan Fakta…. Karena mereka memang berbanding terbalik antara 
keduanya… 
jadi kalo di bilang tawar menawar tempe, iklan mobil, baliho dsb.. di media 
sebagai
propaganda … saya kira itu contoh yang terlalu mengada-ngada…
beda lagi kalo "Seorang capres makan tempe lalu di justifikasi sebagai
merakyat…" mungkin ini bisa dikategorikan propaganda…

 

Jadi mungkin itu yang patut
dipertimbangkan oleh kawan-kawan dimilis ini…. 
tapi intinya selama kita memegang Al-Qur’an sebagai dasar membaca, menganalisa, 
meneliti dsb..
Insya Allah …akan memberikan kecerdasan tersendiri kepada kita dari yang 
menurunkannya... robbii shohri sodhri wayaashirliiamri wahluluqdatanmiilisani 
ya qaulquli...Amiiienn… yang benar datangnya dari Allah dan apa yang salah dari 
kesalahan diri saya pribadi ...




Mohon maaf apabila ada yang tersinggung
selama diskusi ini berlangsung... 
maklumlah saya sendiri masih terus
belajar.. dan terus menambah wawasan…. 


Mudah-mudahan kita semua bisa
Bangun dari Tidur Kita … menjadi bangsa yang cerdas… untuk
melihat apa yang terjadi di Negara ini dengan wawasan Al-Qur’an,
seperti diperintahkan Allah dalam Al Mudatstsir (QS: 74 : 1-2)
Hai orang yang berkemul
        (berselimut),
        bangunlah, lalu berilah
        peringatan!
        dan Tuhanmu agungkanlah!
        dan pakaianmu bersihkanlah,
        dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
        dan janganlah kamu memberi (dengan
        maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
        Dan untuk (memenuhi perintah)
        Tuhanmu, bersabarlah.




Al Muzzammil QS 73:1-6
Hai orang yang berselimut 

        bangunlah di malam hari, kecuali
        sedikit (daripadanya),
        (yaitu) seperduanya atau
        kurangilah dari seperdua itu sedikit.
        atau lebih dari seperdua itu. Dan
        bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.
        Sesungguhnya Kami akan menurunkan
        kapadamu perkataan yang berat.
        Sesungguhnya bangun di waktu malam
        adalah lebih tepat dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.


bangun... bangun... Indoensiaku..

Toby Fittivaldy 
Fis2  '94   
--- On Sun, 7/12/09, komarudin ibnu mikam <[email protected]> wrote:

From: komarudin ibnu mikam <[email protected]>
Subject: Re: [sma1bks] Re: Cerita Negara Boneka (innailahi... part2)
To: [email protected]
Date: Sunday, July 12, 2009, 2:37 PM











    
            
            


      
      Buat Marwan, thanks atas sharingnya dan kejujurannya,
 
Satu hal yang memang disadari adalah ketika kita masuk dalam lembaga tertentu. 
Apapun. Kita langsung bersenyawa. Bersatu padu dengan lembaga itu. Padahal itu 
bukan bagian kita, tapi tetap aza ada asumsi kita adalah bagian dari itu. Dalam 
konteks ini gue pesimis dengan teori memisahkan gue sebagai pribadi. Gue 
sebagai penulis. Gue sebagai karyawan dari Penerbit Dian rakyat. Gue sebagai 
LSM ALU (Aliansi Utara). Gue sebagai Suami dari Herlinda Novita Rahayu (istri 
per1). Susah deh misahin. 

 
Makanya kalau saya masuk dalam organisasi atau lembaga biasanya saya full. Saya 
masuk secara kafaah. Menyatu sepenuh hati. Atau, keluar dari situ.
 
Nah, dalam kasus ini Marwan pun  harus menanggung beban secara moril sebagai 
bagian dari TV-one. GUe secara pribadi benci setengah hidup sama TV -One. Walau 
pun secara pribadi gue sobatan dengan Ente kan...Tapi dalam kasus ini gue kudu 
minta maaf, kalu gue serang Marwan. Tapi sebagai karyawan TV one ya . Bukan 
sebagai pribadi.

 
TV one sudah menghalalkan segala cara. Untuk meraih kemenangan dalam persaingan 
media. Menginjak-injak Hak Asasi warga negara untuk mampu merdeka dan 
independen. Tanpa panduan emosional media untuk menentukan pilihan.


TV One selayaknya mengusung tugas media untuk mencerdaskan khalayak. BUkannya 
malah memperbodoh. Sayangnya, tugas mulia itu raib entah ke mana. Dengan 
argumentasi persaingan media. Itu pun kalau memang benar. Toh, Marwan juga gak 
punya bukti ke kita. Sama halnya tidak ada data dan fakta yang membuktikan 
bahwa incumbent membeliTv one dan membayar LSi untuk mengeluarkan hasil polling 
yang menguntungkan incumbent.

 
TV one dan semua media melakukan komunikasi biadab. Dengan menjadikan konsumen 
media sebagai objek. Yang bisa diapa-apain aza. Teserah lo! TVone kudu 
dipancung karena memperkosa kehendak khalayak. Sayang, hanya sedikit pemirsa 
yang ngamuk karena 'diperkosa'. Sisanya malah seolah kesenengan. Malah ada yang 
seneng beneran karena pendaringannya aman.

 
Oh, alangkah indahnya bila media melakukan pendidikan dan penguatan konsumen 
media. Dididik supaya cerdas. Sehingga mereka bisa menjadi bagian aktif, 
dinamis dan menentukan dalam proses komunikasi.. ...
 
 
Sayang those are dreams....... ....
 
 
 
Sorry ya brother....
[gile....gue lagi marah ni ya.....]

2009/7/12 Renata Pramento <renata_pramento@ yahoo.com>












Wakaka... tau aja loe ry harapan gw, ga tau nih kapan gw nyusul loe, mudah2an 
tahun depan, soalnya gw harus siapin pondasinya dulu... baru gw bisa tinggalin 
dengan tenang... go public... hueheuhe... 



--- On Sat, 7/11/09, arrysign <arrys...@yahoo. com> wrote:



From: arrysign <arrys...@yahoo. com>
Subject: [sma1bks] Re: Cerita Negara Boneka (innailahi.. . part2)
To: sma1...@yahoogroups .com

Date: Saturday, July 11, 2009, 9:02 AM 





Phi gue tau harapan lu, bisa nyusul gue kerja disini khan... 
udah kapan lu kesini tar kita photo2 di merlion hehehe..

one world order, tak ada batas negara lagi, yang ada hanya batas ketaqwaan dan 
nomor rekening,

ibarat dunia ini suatu perusahaan, maka posisi2 sudah dibagi2 siapa yg jd CEO, 
Manager, Staff, and OB.

jd bisa dibayangkan apa yg harus dilakukan seorang OB untuk menjadikan dirinya 
staff atau kalo ga jd karyawan tetap aja...

meskipun berkehendak mau jd staff, pas manager bilang jgn dulu deh kamu masih 
cocok di posisi OB, so kembali lagi si OB diposisinya semula... :D

cheerss...

--- In sma1...@yahoogroups .com, Renata Pramento <renata_pramento@ ...> wrote:

>
> Saya mungkin memang tidak sepintar Anda bung, tapi saya setidaknya masih 
> menaruh harapan untuk bangsa ini, tidak seperti judul Anda bung.
> 
> 
> --- On Fri, 7/10/09, Toby Fittivaldy <toby.fittivaldy@ ...> wrote:

> 
> From: Toby Fittivaldy <toby.fittivaldy@ ...>
> Subject: Re: [sma1bks] Cerita Negara Boneka (innailahi.. . part2)
> To: sma1...@yahoogroups .com

> Date: Friday, July 10, 2009, 3:47 PM
> 








-- 
Komarudin Ibnu Mikam
WTS - Writer Trainer Speaker
komarmikam.multiply .com
0818721014-33113503
karya-karya ;
Novel Intelijen SOA (luxima)

sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
prahara buddenovsky (GIP)
dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
merit yuk! (qultum media)

rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)



 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke