Karena lebih senior dari saya, saya harus manggil Bang Ruslan.
He..he..he...saya senyam senyum sendiri baca tulisan Bang Ruslan. Luar
biasa....bangga hati ini mendengar ada kakak kelas, Alumni sma 1 yang
jadi pekerja seni di Ubud. Wah, bulan depan kalo agenda saya jadi ke
Ubud, saya sms ya...minimal dapet nginep gratis neh...bila Allah
Rabbul Alamin mengizinkan..

Bang Ruslan, dialog adalah tradisi islam yang hilang. Lost tradition.
Tradisi ilmu yang menjadikan intelektualitas mengarah pada pencerahan
pribadi. Tradisi ini benar-benar punah. Yang ada hanya 'peristiwa yang
dibutuhkan' demi berbagai kepentingan. Seperti demi pubilisitas. Demi
popularitas. Demi jabatan. Demi pengalihan isu. Demi-demi yang
lain.....mungkin juga Demi Moore...artinya untuk kepentingan syahwat
puser ke bawah.

Di sinilah seakan semua dialog buntu. Karena memang ada yang
berkepentingan untuk ribut. kalau tidak ribut, gak ada mutasi. Kata
perwira polisi. Kalau gak rusuh, gak eye catching. Kata wartawan.
Kalau gak ribut, gue gak ada jatah preman neh....kata mandor.

Di sinilah persoalannya. Isu ahmadiyah di atas kertas selesai. tapi
tidak di lapangan. Karena  kepentingan di atas. Kesalahan ahmadiyah
jelas. tapi di atas kertas. Di lapangan, gak bisa begitu saja. Harus
rusuh. Karena ini awalan untuk apa yang 'mereka' sebut revolusi putih.
Jatuhkan SBY. Buat rusuh. Awali dengan percik-percik kecil. Ini test
the hot water.

Dan, yang dimanfaatkan adalah 'rasa cinta' di atas,. Yang keluar
secara spontan. Sentimen psikologis. Ahhhhhhh.....! Kejam ya
bang........

Perbedaan akhirnya menjadi batu bara kekerasan.

Argumentasi inilah yang membenarkan opini abang di atas. Ketika 'rasa
cinta spontan' itu dilampiaskan. Ikutlah berbagai kepentingan.....

Dan, dalam konteks ini, saya berpikirlah biarlah kkita berkelahi. Toh
diakherat nanti masing2 orang ditanya dengan substansi atau ruhiyahnya
sendiri-sendiri. Kenape lo beklai? tanya malaekat.....

anyway, thanks udah kasih sudut pandang lain..... lain waktu kita akan
perdalam-pertajam di Ubud, saya 'tantangin' buka cakrawala mulain dari
cakrawala sunset sampe sunrise.....ha..ha..ha...insyaAllah saya gak
bawa golok.....maklumlah saya kalau di Babelan kerjaannya sama mandor,
ngawasin trailer Pertamina, jadi kudu bawa golok..ka alu ke Ubud gak
saya bawa. Don't worry......be happy!

Salam almamater........!

*garukgarukkepalaadajugayaorangcikarangdiubud.........

On 2/12/11, ruslan wiryadi <[email protected]> wrote:
> Kulo Nuwun....
>
> Salam kenal juga buat bung Komar, dan teman-teman anggota milis ini,
> sebelumnya saya mohon maaf jika tiba-tiba saya nyelonong ikut nimbrung tanpa
> diundang sebelumnya.  Perkenalkan saya lulus SMAN I Bekasi thn 1986, sempat
> ikut-ikutan menjadi anggota OSIS seksi olah raga catur.  Saya lahir di
> Cikarang dan saat ini berdomisili di Ubud, Bali.  Kata orang sih profesi
> saya sebagai pekerja seni.
>
> Buat bung Komar pribadi, janganlah bung terlalu merendah, walau sepintas
> namun saya mengikuti tulisan-tulisan anda (dan semua teman-teman di group
> ini) baik di milis ini ataupun di kompasiana dan saya juga membaca
> kegiatan-kegiatan positif yang telah, sedang dan akan anda lakukan untuk
> Bekasi, luar biasa bung... saya acungkan jempol buat bung Komar dan saya
> dukung dengan do'a.
>
> Saya sangat setuju bahwa dialog itu mencerdaskan, membuat kita menjadi tahu
> bahwa ada banyak pemikiran-pemikiran yang berbeda, yang kita tidak tahu
> sebelumnya.  Terkadang dalam menanggapi suatu topik, saya berusaha untuk
> menggali pandangan dari sudut yang bebeda, bukan bermaksud untuk
> berkonfrontasi mencari pemikiran siapa yang lebih benar dan lebih baik,
> sungguh bukan bermaksud seperti itu, tapi lebih bertujuan untuk melatih daya
> pikir saya yang tidak cerdas.  Dengan mengambil sudut pandang berbeda saya
> akan banyak belajar dari pendapat dan pemikiran-pemikiran orang lain.
>
> Pada contoh yang bang Komar pakai semisal ada orang yang menghina
> Rasullulah,  bagaimanakah reaksi kita?  Sebagian orang akan bereaksi dengan
> spontan, sementara sebagian lainnya akan berpikir untuk melakukan langkah
> apa yang akan dilakukan.  Lalu bagaimana jika saya bereaksi spontan menebas
> kepala orang yang menghina Sang Rasul ? karena junjungan yang sangat kita
> cintai itu telah dihina? Apakah betul saya membunuh si penghina itu KARENA
> saya betul-betul mencintai Sang Rasul?
>
> Sebelumnya mohon maaf jika saya mengambil sudut pandang yang berbeda, semoga
> saya mendapat pencerahan jika pandangan saya terlalu bodoh dan naif.
>
> Jika saya bereaksi spontan dengan membunuh orang yang menghina Sang Rasul
> yang saya cintai, sesungguhnya itu merupakan reaksi saya untuk
> mempertahankan diri, mempertahankan ego dan harga diri saya, karena
> KEMULIAAN RASULLULAH TIDAK AKAN BERKURANG SEDIKITPUN walau jutaan orang
> menghina Beliau. Karena Dialah cahaya diatas cahaya. Dialah matahari
> sekaligus rembulan. Yang bersinar menerangi gelap jalan manusia dhaif ini
> (mohon ijin untuk pinjam kata-kata bang Komar).
>
>
>
> Adalah kodrat semua mahkluk hidup memiliki naluri untuk
> mempertahankan diri, bahkan seekor hewan kecil yang tidak memiliki power
> sekalipun, apalagi manusia yang merasa digjaya dengan ilmu-ilmu yang
> dikuasainya.   Jadi ketika saya
> bereaksi dengan membunuh misalnya, sesungguhnya itu semata adalah untuk
> membela
> harga diri saya yang telah terusik karena ada orang yang menghina KECINTAAN
> saya.
>
> Analogi lain seperti misalnya ada
> orang yang mengatakan  pacar saya jelek,
> padahal bagi saya tentu saja pacar saya cantik.  Nah saya akan marah kepada
> orang yang
> mengatakan pacar saya jelek karena sesungguhnya dia telah MENGHINA PENDAPAT
> SAYA bahwa pacar saya cantik, walau sesungguhnya mungkin saja sebenarnya
> pacar
> saya tidak cantik-cantik banget.  Jadi ketika kita kita
> bereaksi,s esungguhnya itu semata untuk membela harga diri kita.  Jadi yang
> kita bela sesungguhnya bukanlah sang
> objek yang dihina melainkan diri kita sendiri.
>
>
>
>
> Mohon maaf jika tulisan ini terlalu panjang dan
> bertele-tele, sebagai pemula saya belum biasa menulis dengan padat, singkat
> dan
> jelas.  Tentang  anarkhisme  adalah reaksi, istri diganggu orang dan yang
> lain mungkin enaknya kita bikin thread tersendiri kali ya, semoga akan ada
> banyak sudut pandang yang beragam, sehingga dapat menambah wawasan kita.
> Salam kenal untuk para senior di milis ini.
>
>
>
>
>
>
>
>
>  Kurniawan <[email protected]> menulis:
>
> Dari: Arief Kurniawan <[email protected]>
> Judul: Re: [sma1bks] Dialog itu mencerdaskan.....
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Jumat, 11 Februari, 2011, 11:35 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Pepatah yang mengatakan Lidah lebih tajam dari pedang itu benar adanya.
> Mulutmu harimaumu.
>
> Kalau pedang sekali tebas paling banter melukai 10 orang, kalau lidah sekali
> tebas bisa melukai ribuan orang.
>
> Dan itu juga mengapa Fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Fitnah di kata2,
> tulisan, twitter, fb, majalah, buku, koran, propaganda, itu lebih kejam dari
> pembunuhan bahkan lebih tajam dari 1000 pedang.
>
> Saat ini kita diramaikan oleh berita pembunuhan. Yang penyebabnya berupa,
> fitnah, kata2, propaganda, provokasi.
>
> Dan jika ada temen2 yang ada akun di twitter, bisa melihat banyak di twitter
> (walaupun tidak semua) fenomena mulut atau perkataan lebih kejam dari pedang
> dan berisi fitnah, dan bahkan lebih kotor dari kotoran hewan sekalipun
> bahkan lebih menjijikan. Tidak perlu disebutkan disini akun2 twitter yang
> seperti itu, silahkan melihat langsung di timeline timeline orang2 nya juga
> yang itu2 aja, mengaku berintelektual tinggi, tapi perkataan seperti
> kotoran.
>
> Bukannya menenangkan masyarakat dengan kekuasaan dan pengaruhnya yang
> tinggi, dan follower twitternya yang banyak, malah menyebarkan kebencian dan
> provokasi, naudzubillahi.
>
> Saudaraku, Ingat dimana hari ketika mulut tidak bisa lagi bicara, tangan,
> kaki, dimintakan pertanggungjawaban.
>
> Ya Allah lindungilah kami dari FITNAH Dajjal dan Tipu daya setan.
>
> AriefK
>
> Sent from my NerdBerry® freakz smartphoneFrom:  "komarudin ibnu mikam
> [3107]" <[email protected]>
> Sender:  [email protected]
> Date: Fri, 11 Feb 2011 11:03:59 +0700To: <[email protected]>ReplyTo:
> [email protected]
> Subject: [sma1bks] Dialog itu mencerdaskan.....
>
>
>
>
>
>
>
>
>       salam sejahtera untuk kawan2 semua. Adik-adik abang-abang yang
> cerdas-cerdas.
> Salam kenal buat bung Ruslan Wiryadi. Saya lulus tahun 1990. bung Ruslan
> tahun berapa dan sekarang aktif di mana. Kalau saya aktif di Bekasi bagian
> Utara ngurusin orang miskin.
>
> pertama-tama, saya mohon izin untuk melanjutkan thread ini dengan judul
> baru. Bahwa dialog itu mencerdaskan. Sebagai intelectual exercise. Tahulah
> saya sesuatu yang belum saya tahu. Karena dialog. Begitulah kehadiran Anda
> BUng Ruslan. Memberikan saya cakrawala baru dalam memandang fenomena. Tapi,
> maafkan kebodohan saya bung Ruslan. Saya belum bisa sepenuh hati menjalankan
> 'konsep hak milik' seperti yang anda maksudkan.
>
> Karena saya masih punya nilai rasa yang bekerja tidak dengan rasionalitas.
> Cuaca kebatinan yang kadang bekerja dengan logikanya sendiri. Sifatnya
> spontan. Langsung. Tidak mikir dua tiga kali. Ia bekerja secara otomatis
> seperti rasa kita kepada yang kita suka. Tek tok. Tek dung. Potensi rasa ini
> mungkin sesuatu yang disebut sebagai emotional inteligent atau spiritual
> quetions.
>
> Mohon maaf saya terlalu mencintai Rasulullah. Sehingga, kalau ada yang
> menghina Sang Rasul dihadapan saya, saya potong kepalanya. Saat itu juga!
> Golok saya gagangnya gambar macan. Cukuplah untuk menebas kepala orang yang
> menghina Sang Rasul. Karena dialah cahaya diatas cahaya. Dialah matahari
> sekaligus rembulan. Yang bersinar menerangi gelap jalan manusia dhaif ini.
>
> Nah, inilah realitasnya. Ini mungkin yang disebut sebagai sentimen
> keagamaan. Ketika ada rumah ibadah yang dirusak di temanggung. Inilah
> kejadiannya. Warga Temanggung lagi asyik-asyiknya datang seseorang bawa buku
> yang menghina. Wajarlah kemudian anarkhisme muncul. Jadi anarkhisme itu
> sejatinya adalah 'reaksi'. Hasil pancingan. Jadi, yang dipertanyakan itu
> siapa yang memancing. Dan, anarkhisme itu ada di semua orang. Kalau gak
> percaya, keluar kantor sekarang terus tabok aja tukang baso di depan kantor.
> Eh, jangan...gak perlu di tabok. Lu maki-maki aja....saya yakin anarkhis
> spontan terjadi. Itu realitas......
>
> Jadi, konsep hak milik itu akhirnya utopis.
> Kata Hamka, kalau ada suami yang istrinya diganggu orang, dia diem saja,
> berarti orang itu dayus....(bukan gayus ya) kebanci2an lah gitu! Tidak
> jantan.....
>
> Jadi, untuk kasus ahmadiyah dan fpi, saya mikir, jangan-jangan memang ada
> pancingan-ada yang mancing dan ada skenario.......begitulah adanya!
>
> 2011/2/10 ruslan wiryadi <[email protected]>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> hehehe, ...
> istri selingkuh? kalo sy pribadi, kalo misalnya saat itu sy sdg berbesar
> hati maka sy maafin deh, tp kalo hati sy panas mgkn pisahan aja, tp satu hal
> yg pasti sy tdk akan pernah pke kekerasan ...hehehe (mdh2an sy bs menegakkan
> prinsip ini dg konsekwen ya....)
>
>
> kata-kata kahlil gibran: "anakmu bukanlah milikmu" menginspirasi saya untuk
> juga menerapkannya untuk hal-hal yang lain misalnya: "istrimu bukanlah
> milikmu", atau bahkan  "agamamu bukanlah milikmu...!"
>
>
> Ketika kita menanggalkan konsep kepemilikan, maka kita tidak akan pernah
> menjadi orang yang merasa paling berhak atas sesuatu hal yang pada akhirnya
> cenderung membawa kita kepada konsep berhak dan tidak berhak, benar dan
> salah dan berbagai konsep positif dan negatif lainnya yang pada akhirnya
> akan bermuara kepada kerangka berpikir:  Maka jika saya benar dan anda tidak
> sama dengan saya (benar) maka anda salah.
>
>
> Pada orang-orang yang pribadinya positif, maka kerangka berpikir ini menjadi
> pasif dan tidak berkembang, tetapi sebaliknya kerangka berpikir ini akan
> terus berkembang dan cenderung menjadi destruktif ditangan orang-orang
> tertentu.  Kerangka berpikir seperti ini memicu kebencian, nafsu untuk
> menghakimi, kekerasan fisik bahkan hingga menyebabkan perang.  Itulah yang
> terjadi jika kita memperlakukan agama sebagai "hak milik", padahal sudah
> sangat jelas bahwa agama itu diturunkan oleh Sang Pencipta melalui para nabi
> sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan, bukan untuk dimiliki sebagaimana
> halnya property sehingga bisa diklaim oleh salah satu golongan dan jika ada
> golongan lain yang dianggap menyimpang maka salah satu golongan itu berhak
> menghakimi....
>
>
> Sesungguhnya hidup ini akan damai jika kita menanggalkan konsep "hak milik",
> karena
>  dengan begitu kita tidak memiliki perasaan bahwa kitalah yang "paling
> berhak dan paling benar".
>
> Walau mungkin tidak 100% tepat, sebuah illustrasi yang diberikan oleh Ustadz
> Zainudin MZ dalam salah satu kotbahnya cukup mengena buat saya (illustrasi
> ini tdk 100% persis seperti apa yang disampaikan pak kyai namun sudah saya
> tulis ulang baik susunan maupun kata-katanya sesuai dengan versi saya, pokok
> pikiran sama hanya cara penyampaian yang berbeda) yaitu sbb:
>
>
> Bersikaplah seperti tukang parkir yang memandang semua mobil hanyalah
> titipan. Dia akan bersikap sama saja, baik terhadap mobil butut yang dari
> knalpotnya mengeluarkan asap hitam maupun mobil jaguar yang berharga
> milyaran.  Karena dia tidak merasa memiliki, dia akan tenang-tenang saja
> mobil jaguar diparkir disitu, dia tidak akan pernah merasa khawatir akan
> terjadi apa-apa terhadap mobil jaguar itu.
>
> Sebaliknya bagi "sang pemilik" mobil jaguar tersebut, hatinya
>  pastilah diliputi kecemasan, apakah jaguarnya aman parkir disitu? apakah
> tidak ada yang mencuri kaca spionnya? apakah nanti tidak tersenggol mobil
> lain? dsb. dsb.
>
> Dari penggambaran cerita diatas terlihat sangat jelas bahwa konsep yang ada
> di pikiran kita yang membentuk kerangka berpikir kita.  Konsep "hak milik"
> dalam pikiran kita menciptakan keresahan ...
>
>
> Jadi ane lagi berpikir2 nih gan, jika ada kasus keresahan agama, sebenarnya
> siapa sih yang meresahkan? yang menyimpang ato karena cara berpikir kita lah
> berlandaskan konsep "hak milik"....
> ane bukanlah penganut konsep "hak milik", makanye ane tidak setuju sistem
> pemerintah yang menerbitkan sertifikat tanah hak milik.  Kite orang-orang
> pada sibuk ngukur tanah dan dengan jumawa bilang ini lho batas tanah "milik"
> gue, sementara kite tdk tahu bahwa para malaikat diatas sono lagi ngetawain
> kite dan bilang kpd sesama malaikat sohibnye: gile tuh orang di bumi, tanah
>  dikavlingin dan ngaku nyang ini milik gue, nyang itu milik
> tetangga,...emangnye siape die? die nyang bikin tuh tanah? dasar manusia
> !!!.... ilmu cetek tp sok tau, sok paling bener....hehehe"
>
> NB: biarpun topiknya rada "hangat" karena menyangkut prinsip dan keyakinan,
> kite bawa santai aje ... ane ajak muter2 dah,... tapi benang merahnya sih
> mdh2an tetep ade....
>
>
> --- Pada Rab, 9/2/11, sangbayu <[email protected]> menulis:
>
> Dari: sangbayu <[email protected]>
>
> Judul: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, & JIL - Cikeusik & Twitter
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Rabu, 9 Februari, 2011, 11:11 PM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Nice posting gan.......btw kalo analoginya begini sama gak ?
> nanti kalo istri kita selingkuh dan menyimpang yaa kita serahkan saja pd
> Tuhan krn itu kehendak-Nya pula.......krn istri jg adalah ciptaan Tuhan, jd
> gak perlulah "dipagari" hehe...... Analogi gw ngawur yaa?maaf....maaf
>
>
> Btw kita sudahi sajalah thread ini.......tapi paling gak sejak adanya thred
> ini gw jd tau ni milis banyak orangnya, kirain cm om morry + nugon doang
> hehe......
>
>
> Sent from my blackberry®
> powered by INDOSAT
> From:  ruslan wiryadi <[email protected]>
> Sender:  [email protected]
> Date: Wed, 9 Feb 2011 23:58:08 +0800 (SGT)To:
> <[email protected]>ReplyTo:  [email protected]
> Subject: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI,  JIL - Cikeusik  Twitter
>
>
>
>
>
>
>
>
>       Perumpamaan tentang pohon inang dan benalu sungguh menarik.  ini
> pandangan dari sisi yg berbeda:
>
> Begitulah sifat manusia.  Orang yang menanam pohon itu merasa dialah yang
> memiliki pohon tsb. padahal dia cuma meletakkan bibitnya di tanah, yang
> menumbuhkan pohon adalah SANG PENCIPTA.  sesungguhnya tak ada seorgpun yg
> pantas utk marah jika pohonnya ditempeli benalu, karena benalu juga
> merupakan ciptaanNYA. Kebesaran Sang Pencipta ditunjukkannya dengan
> keterbatasan cara berpikir kita untuk memahami.  Kita tdk akan pernah
> mengetahui secara pasti kenapa sang Pencipta berkonsep tentang pohon inang
> dan benalu.
>
>
> Konsep HAK (kepe)MILIK(an) adalah ciptaan manusia untuk memuaskan ego-nya
> akan keserakahan, sehingga dengan mengklaim sesuatu sebagai
> miliknya---misalnya tanah, lalu dia akan membuat pagar batas dan merasa
>  tanah tersebut
>  adalah miliknya sehingga siapapun tidak boleh berbuat sesuatu yang tidak
> berkenan di tempat yang telah dia pagari tersebut.  Jika ada orang yang
> memasuki wilayah yang telah dia batasi itu, maka orang tersebut HARUS
> mengikuti aturan yang telah ada, yang tentu saja aturan tersebut dianggap
> paling benar oleh "sang pemilik", siapapun tidak boleh menyimpang dari
> aturan yang telah dibuat oleh (org yg merasa sbg) pemilik lahan tsb.  Jika
> ada yang melanggar maka dia merasa dibenarkan oleh undang-undang dan jikapun
> dia membunuh pelanggar aturan tsb, maka alasan membela diri dipakai utk
> membenarkan tindakannya itu.
>
>
> Maka, selayaknya kita menyadari bahwa kita tdk pernah tahu kenapa Sang Maha
> Tahu menciptakan benalu yang hidupnya menempel pada pohon lain, karena
> keterbatasan kita menganggapnya itu merugikan padahal ....wallahualam...???
>
>
> jadi kenapa kita menjadi sangat marah jika ada orang yang menyimpang dari
> ajaran yang lurus?  kita
>  semua hanyalah ciptaanNYA, yang berhak mengadili adalah sang PEMILIK
> SEJATI...
>
>
> --- Pada Rab, 9/2/11, Arief Kurniawan <[email protected]> menulis:
>
>
> Dari: Arief Kurniawan <[email protected]>
> Judul: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, & JIL - Cikeusik & Twitter
>
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Rabu, 9 Februari, 2011, 9:40 PM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Kalau jelas kan justru punya jati diri dan prinsip. KIRI apa KANAN. JELAS
>
> Ngga di status quo. Daerah abu2. Tengah. Begitu di klakson suruh minggir ke
> kanan atau ke kiri bilang dah bener di tengah, padahal menghalangi orang
> jalan lurus.
>
>
> Sering dibilang kalau RADIKAL itu teroris. Padahal radikal dari arti kata
> Radik yaitu akar. Pemahaman yang mengakar, dalam, menghayati, mengamalkan.
> Kalau bahasa sononya kaffah. Mengamalkan kaffah koq di bilang teroris.
>
>
> Ketika yang kaffah ingin membersihkan aqidah dari benalu koq di bilang ngga
> toleransi.
>
> Kalau berdiri pohon tersendiri justru kita respek, nah kalau benalu kan dah
> numpang pohon, malah menggerogoti inangnya. Itu yang mau dibersihkan. Tuh
> benalu di pindahin, biar jadi tanaman tersendiri. Dikasih pot, fasilitas,
> silahkan, koq tetep ngeyel. Lama2 pohon inang jadi mati, kalau pohonnya
> mati, trus yang dah nanem dari awal pasti marah.
>
>
>
> Hihihi, analoginya seperti
>  itu.
>
> Ahmadiyah masih kalah Hebat sama jengkol dan cabe yang bisa bikin ekonomi
> goyang. ;p
>
>
> AriefK
>
> Sent from my NerdBerry® freakz smartphoneFrom:  [email protected]
> Sender:  [email protected]
> Date: Wed, 9 Feb 2011 14:14:00 +0000To: <[email protected]>ReplyTo:
> [email protected]
> Subject: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI,  JIL - Cikeusik  Twitter
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Santaiii..kita tdk pernah melupakan dalil2, dan kita bukan moderat..,gw
> lebih suka diposisi KIRI, he2 bkn jalur tengah..setau gw retorika apapun ga
> ada yg bener..ketika ngebahas ini, apalagi membahas soal dalil2 agama apa
> keabsahan agama manapun,
>
> Tp dalil itu sesuai perkembangan jaman juga ikut berkembang,,seperti skg ini
> dalil soal Ahmadiyah apa ada ? Semua persetujuan SK 3 mentri..
> Yg kita mau hanya kedamaian..
> Ga ada saling bunuh gara2 keyakinan yg berbeda..
>
>
> Hajar lagi dicky..wkwkwkwkwkSent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal
> Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!From:  Morry Infra <[email protected]>
> Sender:  [email protected]
> Date: Wed, 9 Feb 2011 17:01:54 +0300To: <[email protected]>ReplyTo:
> [email protected]
> Subject: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI,  JIL - Cikeusik  Twitter
>
>
>
>
>
>
>
>
>       Memang sebagian kita...
> Ketika sudah merasa "punya"....
> Punya ilmu, punya uang, punya banyak kawan dan punya2 yang sifatnya
> duniawi... seringnya bermain di tengah.... moderate...
>
> Kanan kiri ok... atas bawah boleh...
>
>
> Dan dilalahnya, keyakinananpun dibuat jadi seperti itu...
> Dan karena saking moderatnya... sedang2 saja.... merasa bahwa itulah
> kebenaran...
> Padahal kalau dia Islam... parameternya dah jelas... cek tuch dari Qur'an
> dan Hadist.
>
>
> Namun, dengan alasan keterbatasan waktu.... hadist2 Qath'i pun dibablas jika
> tak sesuai keinginan hawa nafsu dan akalnya.
> Seringkali orang2 seperti itu berfikir bahwa akalnya yang utama.... Qur'an
> dan hadist ya yang ngikut.... Astaghfirullahaladzim...
>
>
> Dan kebiasaan lain juga.... membenarkan kebiasaan ketimbang membiasakan
> kebenaran...
> Jadi selalu mencari2 dalil2 yang kadang2 tak shahih untuk sekedar
> menjustifikasi kegiatan mereka terlepas dari benar atau tidaknya....
> sebaliknya ketika dinasihati dalam kebaikan dan kebenaran.... mereka
> membantah dalil2 tersebut...
>
>
>
> Itulah manusia....
> Ketika orang mencoba khaffah di agamanya... dibilang fanatik dan pemuja
> agama?
> Hati2lah...
>
> Kedamaian itu keinginan semua orang... namun jangan sampai karena ingin
> kedamaian menggadaikan tauhid....
>
>
>
> Allahualam
>
> Salam,
> Morry Infra
>
> 2011/2/9 Dicky Kurniawan <[email protected]>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Yes..karena yg dihadapi bukan perumpamaan..tp kenyataan bahwa dialog terjadi
> dengan suhu sangat panas..it's only a transition
>
> Dicky Kurniawan
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> From:  "Erwin" <[email protected]>
> Sender:  [email protected]
> Date: Wed, 9 Feb 2011 13:04:18 +0000To:
> [email protected]<[email protected]>
> ReplyTo:  [email protected]
> Subject: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI,  JIL - Cikeusik  Twitter
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Perumpamaan yg salah boss.....
>
> */leng geleng 17x,,,,,guk angguk 17x
>
> ;)
>
>
>
>
> ~®~From:  "Dicky Kurniawan" <[email protected]>
> Sender:  [email protected]
> Date: Wed, 9 Feb 2011 12:30:00 +0000To: Milis SMUN 1
> Bekasi<[email protected]>ReplyTo:  [email protected]
> Subject: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI,  JIL - Cikeusik  Twitter
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Pernah dalam situasi dialog malah dihakimi, dihujat, dipersalahkan? Sedari
> awal sudah panas? Gimana ga ndableg kalo situasinya uda tegang dan tetap
> dipersalahkan...anak kecil aja bisa membangkang kalo terus diomelin ortunya,
> apalagi keyakinan?
>
> it's only a transition
>
> Dicky Kurniawan
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®From:  "Erwin" <[email protected]>
> Sender:  [email protected]
> Date: Wed, 9 Feb 2011 12:25:00 +0000To:
> [email protected]<[email protected]>
> ReplyTo:  [email protected]
> Subject: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI,  JIL - Cikeusik  Twitter
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Kalo yg di ajak dialog ndableg ya percuma aja boss....
>
>
>
>
>
> ~®~From:  "Dicky Kurniawan" <[email protected]>
> Sender:  [email protected]
> Date: Wed, 9 Feb 2011 12:22:26 +0000To: Milis SMUN 1
> Bekasi<[email protected]>ReplyTo:  [email protected]
> Subject: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI,  JIL - Cikeusik  Twitter
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Buat gw begini: misalnya di masa depan ada yg mengganggu status agama yg
> kita anut menyimpang, apakah siap di berangus? Dibantai dan diburu?
>
> Soal keyakinan sulit diubah..Di jaman orba, Kong Hu Cu di paksa masuk Budha
> dan itu sulit diterima penganutnya..
>
>
>
> Kemudian, apakah Ahmadiyah pernah diajak dialog dengan MUI misalnya? Ya
> pernah! Tapi dialog bermaksud menghakimi, menghujat, menyalahkan Ahmadiyah..
>
> Sory, buat gw keyakinan itu cuma bisa diubah lewat dialog damai, bukan
> melarang, memburu apalagi membunuh..
>
> it's only a transition
>
> Dicky Kurniawan
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®From:  [email protected]
> Sender:  [email protected]
> Date: Wed, 9 Feb 2011 11:58:48 +0000To: <[email protected]>ReplyTo:
> [email protected]
> Subject: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI,  JIL - Cikeusik  Twitter
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Saya ingin kita sepakati yg bisa sepakat.
>
> 1. Menolak kekerasan. Dari siapa pun. Untuk siapapun.
> 2. Menolak penghinaan dn pencemaran agama. Agama apa pun.
> 3. Mengedepankan dialog dg semangat kebersamaan.
>
>
> 4. .....
> 5. .....
>
> (Silahkan diisi bila belum ada yg diakomodasi....)
>
> Sepakat untuk Tidak Sepakat dalam hal :
>
> 1.
> 2.
> 3.
>
> Solusi yg mungkin :
>
> ................
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>
> From:  "sangbayu" <[email protected]>
> Sender:  [email protected]
> Date: Wed, 9 Feb 2011 10:57:40 +0000To: <[email protected]>ReplyTo:
> [email protected]
> Subject: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI,  JIL - Cikeusik  Twitter
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Iya larang sajalah.....kalo masalah TOLERANSI buat sy pribadi itu untuk
> PERBEDAAN AGAMA , tapi kalo PENYIMPANGAN AGAMA ya larang saja spt kasus2
> lainnya.
>
> Namun sy jg tidak mendukung aksi kekerasan.....sikap tegas pemerintah tetap
> sy tunggu.....LARANG
>
>
>
> Sent from my blackberry®
> powered by INDOSATFrom:  Morry Infra <[email protected]>
> Sender:  [email protected]
> Date: Wed, 9 Feb 2011 13:47:50 +0300To: <[email protected]>ReplyTo:
> [email protected]
> Subject: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI,  JIL - Cikeusik  Twitter
>
>
>
>
>
>
>
>
>       Ooopps...
> Jangan langsung tuding negatif gitu...
> Ngapain juga ngalih2-in issue... no point...
>
> Saya cuma bilang...
> Kalau di Pakistan... Ahmadiyah itu kayak PKI di Indonesia... alias
> terlarang....
>
> Memang ini SARA...
> So??
>
> Salam,
> Morry Infra
>
> 2011/2/9 <[email protected]>
>
>
>
>
>
>
> Jiah jd PKI dibawa2..PKI itu partai yg tepat pada saat itu, klo penerapannya
> tepat dan bukan faktor persaingan politik pada saat itu, PKI itu tidak
> salah..dan kita juga sempet di'doktrin dg film 30/s/Pki disetiap
> tahunnya..jd kita makin salah aja liat itu partai..
>
>
>
> Soal ahmadiyah..biarin aja,
> TUHAN blm kasih tanda2 klo DIA menolak agama itu kan ? Jd Jgn kita yg
> menolak2 lah..
>
> Peace !!!
>
> Awas isu SARA jd pengalihan isu2 pemerintah yg sedang BEJAT ini..
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>
>
> From: Morry Infra <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Wed, 9 Feb 2011 13:00:34 +0300
>
>
>
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, JIL - Cikeusik Twitter
>
>
>
>
>
> Dick,
> Kata siapa di Pakistan mereka diburu dan dibunuh?
>
> Kata kawan orang Pakistan,
> Di Pakistan itu Ahmadiyah bukan Islam... dan terlarang...
>
> Mungkin kalau di Indonesia jadi mirip dengan PKI....
>
>
> 2011/2/9 Dicky Kurniawan <[email protected]>
>
>
>
>
>
>
> Di Pakistan sudah..dan tetap diburu dan dibunuh.. So?
> it's only a transition
>
> Dicky Kurniawan
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
>
> From: [email protected]
> Sender: [email protected]
> Date: Wed, 9 Feb 2011 09:53:50 +0000
>
>
>
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, JIL - Cikeusik Twitter
>
>
>
>
> Solusinya sederhana : Ahmadiyah jadikan agama sendiri....
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>
>
> From: Morry Infra <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Wed, 9 Feb 2011 12:04:51 +0300
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, JIL - Cikeusik Twitter
>
>
>
>
>
> Selalunya kamu ragu.... udah jelas....
> Mungkin anggota milist ini udah pada tahu kenapa kamu ragu...
> Bukan soal track record FPI-nya.... tetapi kamunya.... he.e..e.ee.
>
> Salam,
> Morry Infra
>
>
> 2011/2/9 Beto FLP <[email protected]>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Kenapa saya ragu ya? considering FPI's track record and their dispute with
> Ahmadiyah where for several time there was a physical contact between them
> and FPI always "Win" of course :D
>
>
>
>
>
>
> From: Arief Kurniawan <[email protected]>
> To: [email protected]
>
>
>
> Sent: Wed, February 9, 2011 3:45:08 PM
>
>
>
> Subject: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, & JIL - Cikeusik & Twitter
>
>
>
>
> Woiiii, Lagi nyetir ngga boleh BB an bahaya.
>
> 1. Bisa ditangkep pulisi
> 2. Bisa kecelakaan kayak filmnya Will Smith
> 3. Bisa bikin jari2 kaku
>
>
> Peace juga ;p
>
>
> AriefK
>
> Sent from my NerdBerry® freakz smartphone
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Sender: [email protected]
>
>
> Date: Wed, 9 Feb 2011 08:28:28
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
>
>
> Subject: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, & JIL - Cikeusik & Twitter
>
> Karl marx tepat..dia melarang ketika Agama menjadi Dogma,itu alasannya
> kenapa beragama tidak boleh berlebihan, berTUHAN dan BerAgamalah yg cukup,
> karena Tuhan punya tidak suka yg berlebihan..ini alasan kenapa tragedi
> pandegelang,temanggung akhir2 ini terjadi, smua karena 'berlebihan dan
> Dogma..smua Agama menjanjikan Surga, kita harus lebih cerdas melihat masalah
> apalagi ada unsur SARA, itu sangat sensitif di Repoblik ini..
>
>
>
> Untuk itu 'be smart' guys !
>
> Klo ada JIL , saya JIN jama'ah Islam NeoLIB..hahaha
>
> -Peace-
> Penulis sedang kena macet didaerah mampang, jaksel
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: "Arief Kurniawan" <[email protected]>
> Sender: [email protected]
>
>
> Date: Wed, 9 Feb 2011 07:11:21
> To: <[email protected]>; <[email protected]>
>
>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, & JIL - Cikeusik & Twitter
>
> Sumber :
>
> http://sosbud.kompasiana.com/2011/02/07/ahmadiyah-fpi-jil-cikeusik-twitter/
>
>
>
>
> Ahmadiyah, FPI, & JIL - Cikeusik & Twitter
> Oleh: Aajap | 07 February 2011 | 23:01 WIB
>
> Kawan, izinkan saya bercerita tenang sesuatu yang sebenarnya biasa-biasa
> saja dan mungkin tidak begitu penting. Entah, saya hanya ingin
> menceritakannya. Begini, dari dzuhur tadi timeline di twitter begitu ramai
> dengan tweet-tweetber-hastag #ahmadiyah, #fpi, dan #jil. Beritanya memang
> simpang siur. Tempo merilis bahwa jama’ah ahmadiyah dari luar daerah
> mendatangi rumah Parman, salah satu pimpinan jama’ah ahmadiyah yang rumahnya
> berada di Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik. Jama’ah yang bukan merupakan
> warga setempat itu datang dengan menggunakan dua buah kendaraan beroda empat
> dan membawa berbagai senjata tajam.
>
>
>
>
> Warga desa umbulan merasa tidak nyaman dengan keadaan itu, maka mereka
> meminta jama’ah ahmadiyah untuk membubarkan diri. Namun jama’ah menolak,
> bahkan menantang. Salah satu tantangan mereka adalah, “jama’ah akan bertahan
> sampai titik darah penghabisan”. Mereka juga bilang, “lebih baik mati dari
> pada harus membubarkan diri”. Tantangan ini tentunya memancing warga yang
> awalnya masih mau kompromi, meski merasa tak nyaman.
>
>
>
>
> Akhirnya warga secara massal mendatangi jama’ah. Namun ternyata jama’ah
> sudah siap menghadang dengan berbagai senjata tajam. Awal dari perkelahian
> ini adalah ketika Sarta, salah satu warga desa umbulan dibacok hingga lengan
> kanannya hampir putus. Lalu bentrokan pun tak terhindari lagi hingga memakan
> korban jiwa.
>
>
>
>
> Selain versi Tempo, ada juga versi timeline orang-orang yang disebut-sebut
> sebagai penganut Jaringan Islam Liberal yang biasa disingkat JIL, seperti
> @syukronamin, @GunturRomli, dan @ulil. Mereka seolah mempropaganda bahwa
> yang melakukan penyerangan adalah Front Pembela Islam atau yang juga dikenal
> dengan singkatan FPI. Padahal menurut Mubarik Ahmad (@mubarik63)
> yangnotabene-nya Humas PB Ahmadiyah, FPI itu tidak ada di daerah Banten,
> baik itu di Serang, Cilegon, Cikeusik, dan sekitarnya. Tentunya argumen
> bahwa penyerang ahmadiyah itu FPI semakin terbantahkan, bahkan keluar
> dari tweet seorang humas ahmadiyah sendiri.
>
>
>
>
> Ya, apapun alasannya dan siapapun pelakunya, setiap tindak kejahatan
> termasuk pembunuhan, pemitnahan, pengancaman tentu harus ditindak tegas.
> Saya mendukung agar setiap pelaku kejahatan khususnya dalam kasus ini
> diadili dengan fair dan seadil-adilnya tanpa pandang bulu. Apakah itu FPI,
> warga Cikeusik, jama’ah ahmadiyah yang selalu didukung jil itu, atau mungkin
> JIL dan siapapun itu. Siapapun dia harus dihukum bila terbukti bersalah.
> Semoga hukum dapat dijunjung tinggi dan keadilan dapat tegak di negeri ini.
>
>
>
>
> Di sela-sela hiruk-pikuk timeline twitter tersebut, adzan ashar terdengar.
> Saya pun mengingatkan khalayak tweeps untuk menunaikan shalat ashar. Begini
> bunyitweet saya : “eh, Ashar! ayo sholat :) cc: @syukronamin @sukroanonim
> @ssirah @ulil @gunturromli | Menurut kalian shalat masih wajib, kan?  ;))“.
> Memang agak nyeleneh. Maksud saya hanyalah untuk mengingatkan, karena
> aliran timeline yang begitu deras sangat berpeluang untuk melenakan dan
> membuat kita lupa waktu.
>
>
>
>
> Namun apa yang terjadi? @GunturRomli malah membalas tweet-ku dengan nada
> yang saya tak mau menginterpretasikannya. Saya khawatir penafsiran saya
> nantinya malah menjebak saya dalam statement yang blunder. Begini jawaban
> @GunturRomli tersebut : “Ngajak sholat stlah buruh orang?”. Sepertinya ia
> mengetik dengan begitu cepatnya hingga ada kesalahan. Kalau boleh menebak,
> mungkin teks yang ingin Ia ketik adalah seperti ini : “Ngajak sholat setelah
> bunuh orang?”.
>
>
>
>
> Saya tentu tersentak. Dan karena tak tega menafsirkan balasan tersebut, saya
> (@aajap) hanya bertanya pada @GunturRomli, dengan teks seperti ini : “Maaf.
> Saya yang mengajak shalat. Maksudnya yang mengajak shalat setelah membunuh,
> apa?RT @GunturRomli: Ngaja… (cont) http://deck.ly/~efI8X”
>
>
>
>
> Lama saya menunggu, balasan belum juga tiba. Akhirya sekitar satu jam lebih
> setelah pertanyaan tersebut saya ajukan pada @GunturRomli, saya pancing
> dengan pertanyaan yang harapannya dapat membuat ia segera membalas. Seperti
> ini, pancingan saya : “@gunturromli koq ga mau jawab? Siapa yang ngajak
> shalat setelah bunuh orang? Atau ga bisa tanggung jawab ma tweet sendiri ya?
> ;))“. Tweet seperti ini seharusnya membuat ia malu dan merasa harus
> membuktikan bahwa ia tak asal ucap dan bisa
> mempertanggung-jawabkan tweet-nya. Namun ternyata tidak. Semoga ini bukan
> berarti ia tak tahu malu. :D
>
>
>
>
> Akhirnya saya tutup perbincangan tersebut dengan sebuah pertanyaan retoris
> :“@gunturromli masih ga mau jawab, siapa yang ngajak shalat setelah bunuh
> orang? Bisa tanggung jawab ma isi tweet sendiri ga sih, dia itu? ;))“. Yang
> tentunya tidak juga ia gubris.
>
>
>
>
> Beberapa saat setelah itu, saya coba untuk membuka page-nya @GunturRomli.
> Ternyata  akun saya (@aajap) sudah diblokir oleh beliau. Hmmm… Ternyata
> seperti ini mental orang-orang yang katanya #jil itu. Suka mencela
> pemblokiran, padahal mereka juga doyan nge-block. Suka mengolok-olok ulama
> dengan dalih mengkritik, tapi ketika ditanya tentang statement-nya sendiri,
> seperti itu sikapnya. Hal serupa juga dilakukan @ulil ketika saya
> memprotes statement @ulil yang mengatakan bahwa kitab tradisi Islam itu
> porno. Semoga hal yang dilakukan @GunturRomli dan @ulil tersebut bukan
> dikarenakan pengaruh buruknya masa kecil mereka.
>
>
>
>
> Pelajaran yang paling berharga dari kejadian ini adalah, berpikirlah sebelum
> men-tweet, pastikan apa yang kau tweet dapat kau pertanggung-jawabkan.
> Jangan asal bunyi alias asbun seperti pekicau-pekicau di sekitar kita yang
> tak perlu saya sebutkan lagi identitasnya. Yang pasti saya bersyukur karena
> saya bukan bagian dari FPI, dan jauh lebih bersyukur lagi karena saya juga
> bukan bagian dari JIL ataupun Ahmadiyah.
>
>
>
>
> Sekian, Wallahu’alam.
> AriefK
>
> Sent from my NerdBerry® freakz smartphone
>
> ------------------------------------
>
> --------------------------------------------------
> Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
>
>
>
> menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
>
> Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
> kirim email ke [email protected]
>
>
>
> Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
> [email protected]! Groups Links
>
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
>
>
> --------------------------------------------------
> Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
> menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
>
> Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
> kirim email ke [email protected]
>
>
>
>
> Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
> [email protected]! Groups Links
>
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
>
>
> --------------------------------------------------
> Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
> menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
>
> Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
> kirim email ke [email protected]
>
>
>
>
> Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
> [email protected]! Groups Links
>
>
>     http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/
>
>
>
>     http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
>     (Yahoo! ID required)
>
>     [email protected]
>
>
>     [email protected]
>
>
>
>
>
>
>
> Looking for earth-friendly autos?
> Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> --
> komarudin ibnu mikam
> 0818721014
> komaribnumikam.wordpress.com
> http://jualbambu.wordpress.com/
>
> http://jualbelitanahbekasi.wordpress.com/
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


-- 
komarudin ibnu mikam
0818721014
komaribnumikam.wordpress.com
http://jualbambu.wordpress.com/
http://jualbelitanahbekasi.wordpress.com/


------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [email protected]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke