Makin bijak berbeda dgn yg saya kenal dulu idealis. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: ruslan wiryadi <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 17 Feb 2011 01:30:45 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [sma1bks] Dialog itu mencerdaskan..... Terima kasih bang Komar yang udah dengan rendah hati ikut urun pendapat, saya juga-setuju: kita boleh teriak mengingatkan, menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat namun dengan tetap mengendalikan emosi masing-masing. Piiisss men..... Gaya tulisan bang Komar nyang ini menyejukkan. Mantaaab...!!! NB: Kalo ketemu Ridwan Maulana tolong sampaikan salam balik dari saya. --- Pada Sel, 15/2/11, komarudin ibnu mikam [3107] <[email protected]> menulis: Dari: komarudin ibnu mikam [3107] <[email protected]> Judul: Re: [sma1bks] Dialog itu mencerdaskan..... Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 15 Februari, 2011, 11:03 PM Bang Ruslan dan Mas Toby.... Terimakasih sudah berbagi....luar biasa, kajian dalam dan agak jlimet. Saya harus mengernyitkan dahi dan memicingkan mata untuk bisa memahami masing-masing pemikiran. Bujuuuug...ini kelas tinggi. Tanpa bermaksud melakukan simplifikasi. Menurut saya, bagaimana pun hak milik itu ada. Tapi tetap terbatas. Apa pun kondisinya, masing-masing kita berhak atas 'hak kepemilikan' itu. Walau, menurut Toby, sementara dan terbatas.... kalau kita kembalikan ke kasus Ahmadiyah, kira2 bahasanya kita boleh teriak-teriak dan meyakinkan si Ahmadiyah ini bahwa mereka telah melakukan penyelewengan. Tapi tetap terbatas. Sebatas dialog. Gak sampe melakukan kekerasan. Saya khawatir ini ada yang menunggangi.... Kalau sudah disampein trus masih gak mudeng. Ya udah lepas tangan....serahkan saja pada mekanisme hukum dan Tuhan. note :Toby sms no lu ke gue ya 0818721014 gue mau nyabut gigi nih.... Bang Ruslan, salam dari Ridwan Maulana. Lagi ada proyek bareng saya sama beliau......
