semoga dgn artikel ini, kita, terutama saya pribadi, bisa fokus ke hal lain yg 
jauh lebih penting, lebih berarti, dan lebih indah.
Wassalam,


Nugon

http://groups.yahoo.com/group/smilingheart/message/2504
Setitik Terang di Balik Setiap Kesulitan Suatu kala, ada seorang yang cukup 
terkenal akan kepintarannya dalam membantu orang mengatasi masalah. Meskipun 
usianya sudah cukup tua, namun kebijaksanaannya luar biasa luas. Karena itulah, 
orang berbondong-bondong ingin bertemu dengannya dengan harapan agar masalah 
mereka bisa diselesaikan.

Setiap hari, ada saja orang yang datang bertemu dengannya. Mereka sangat 
mengharapkan jawaban yang kiranya dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang 
sedang mereka hadapi. Dan hebatnya, rata-rata dari mereka puas akan jawaban 
yang diberikan. Tidak heran, kepiawaiannya dalam mengatasi masalah membuat 
namanya begitu tersohor.

Suatu hari, seorang pemuda mendengar pembicaraan orang-orang di sekitar yang 
bercerita tentang orang tua tersebut. Ia pun menjadi penasaran dan berusaha 
mencari tahu keberadaannya. Ia juga ingin bertemu dengannya. Ada sesuatu yang 
sedang mengganjal di hatinya dan ia masih belum mendapatkan jawaban. Ia 
berharap mendapatkan jawaban dari orang tua tersebut.

Setelah berhasil mendapatkan lokasi tempat tinggal orang tua itu, ia bergegas 
menuju ke sana. Tempat tinggal orang tua tersebut dari luar terlihat sangat 
luas bagai istana.

Setelah masuk ke dalam rumah, ia akhirnya bertemu dengan orang tua bijaksana 
tersebut. Ia bertanya, "Apakah Anda orang yang terkenal yang sering dibicarakan 
orang-orang mampu mengatasi berbagai masalah?"

Orang tua itu menjawab dengan rendah hati, "Ah, orang-orang terlalu 
melebih-lebihkan. Saya hanya berusaha sebaik mungkin membantu mereka. Ada yang 
bisa saya bantu, anak muda? Kalau memang memungkinkan, saya akan membantu kamu 
dengan senang hati."

"Mudah saja. Saya hanya ingin tahu apa rahasia hidup bahagia? Sampai saat ini 
saya masih belum menemukan jawabannya. Jika Anda mampu memberi jawaban yang 
memuaskan, saya akan memberi hormat dan dua jempol kepada Anda serta 
menceritakan kehebatan Anda pada orang-orang," balas pemuda itu.

Orang tua itu berkata, "Saya tidak bisa menjawab sekarang."

Pemuda itu merengut, berkata, "Kenapa? Apakah Anda juga tidak tahu jawabannya?"

"Bukan tidak bisa. Saya ada sedikit urusan mendadak," balas orang tua itu. 
Setelah berpikir sebentar, ia melanjutkan, "Begini saja, kamu tunggu sebentar."

Orang tua itu pergi ke ruangan lain mengambil sesuatu. Sesaat kemudian, ia 
kembali dengan membawa sebuah sendok dan sebotol tinta. Sambil menuangkan tinta 
ke sendok, ia berkata, "Saya ada urusan yang harus diselesaikan. Tidak lama, 
hanya setengah jam. Selagi menunggu, saya ingin kamu berjalan dan melihat-lihat 
keindahan rumah dan halaman di luar sambil membawa sendok ini."

"Untuk apa?" tanya pemuda itu dengan penasaran.

"Sudah, jangan banyak tanya. Lakukan saja. Saya akan kembali setengah jam 
lagi," kata orang tua itu seraya menyodorkan sendok pada pemuda itu dan 
kemudian pergi.

Setengah jam berlalu, dan orang tua bijak itu pun kembali dan segera menemui 
pemuda itu.

Ia bertanya pada pemuda itu, "Kamu sudah mengelilingi seisi rumah dan halaman 
di luar?"

Pemuda itu menganggukkan kepala sambil berkata, "Sudah."

Orang tua itu lanjut bertanya, "Kalau begitu, apa yang sudah kamu lihat? Tolong 
beritahu saya."

Pemuda itu hanya diam tanpa menjawab.

Orang tua itu bertanya lagi, "Kenapa diam? Rumah dan halaman begitu luas, 
banyak sekali yang bisa dilihat. Apa saja yang telah kamu lihat?"

Pemuda itu mulai bicara, "Saya tidak melihat apa pun. Kalau pun melihat, itu 
hanya sekilas saja. Saya tidak bisa ingat sepenuhnya."

"Mengapa bisa begitu?" tanya orang tua itu.

Sang pemuda dengan malu menjawab, "Karena saat berjalan, saya terus 
memperhatikan sendok ini, takut tinta jatuh dan mengotori rumah Anda."

Dengan senyum, orang tua bijak itu berseru, "Nah, itulah jawaban yang kamu 
cari-cari selama ini. Kamu telah mengorbankan keindahan rumah yang seharusnya 
bisa kamu nikmati hanya untuk memerhatikan sendok berisi tinta ini. Karena 
terus mengkhawatirkan tinta ini, kamu tidak sempat melihat rumah dan halaman 
yang begitu indah. Rumah ini ada begitu banyak patung, ukiran, lukisan, hiasan 
dan ornamen yang cantik. Begitu juga dengan halaman rumah yang berhiaskan 
bunga-bunga warna-warni yang bermekaran. Kamu tidak bisa melihatnya karena kamu 
terus melihat sendok ini."

Ia melanjutkan, "Jika kamu selalu melihat kejelekan di balik tumpukan 
keindahan, hidup kamu akan dipenuhi penderitaan dan kesengsaraan. Sebaliknya, 
jika kamu selalu mampu melihat keindahan di balik tumpukan kejelekan, maka 
hidup kamu akan lebih indah. Itulah rahasia dari kebahagiaan. Apakah sekarang 
sudah mengerti, anak muda?"

Pemuda itu benar-benar salut atas kebijaksaan dari orang tua itu. Ia sungguh 
puas dengan jawabannya. Akhirnya ia menemukan jawaban yang selama ini ia cari. 
Sebelum pergi, ia menepati janjinya dengan memberi hormat dan dua jempol kepada 
orang tua tersebut.

Pesan kepada pembaca:

Pernahkah Anda melihat orang yang selalu mengeluh meskipun di sekelilingnya ada 
begitu banyak hal yang bisa dinikmati?

Pernahkah Anda melihat orang yang selalu tersenyum meskipun di sekelilingnya 
ada begitu banyak masalah yang membuat pusing kepala? Walaupun mereka sedang 
dirundung masalah, hidup sedang sulit, atau tertimpa hal-hal yang tidak 
menyenangkan, mereka tetap bisa menatap hidup dengan hati yang tegar dan wajah 
yang cerah.

Hidup manusia bagaikan roda yang berputar. Kadang kita berada di atas dan 
kadang berada di bawah. Hidup itu sendiri tidak statis. Hari ini kita merasa 
diri paling bahagia. Di lain hari kita merasa diri paling sial. Itulah hidup 
yang selalu bergulir tanpa kita ketahui dengan pasti apa yang akan terjadi di 
masa yang akan datang.

Apa yang sedang menimpa kita sebenarnya tidak membuat kita sedih atau bahagia. 
Kebahagiaan dan ketidakbahagiaan kita tidak ditentukan oleh apa yang terjadi 
pada diri kita. Semuanya tergantung pada pilihan yang kita ambil.

Orang yang tidak bahagia selalu melihat setitik gelap di balik terangnya sinar 
cerah. Meskipun mereka memiliki semua yang diperlukan untuk bahagia, kalau 
selalu melihat keburukan atau hal-hal negatif, kebahagiaan tidak akan pernah 
ada dalam hidup mereka. Mereka selalu memperhatikan yang negatif, bukannya 
menikmati hal positif yang sudah ada di depan mata.

Orang yang bahagia selalu bisa melihat setitik terang di balik kegelapan. Tidak 
peduli seberapa sulit hidup mereka saat ini, tidak peduli berapa banyak masalah 
yang datang, mereka tidak pernah goyah. Mereka selalu bisa menemukan sesuatu 
yang baik dalam hidup mereka.

Orang yang tidak bahagia melihat secuil hal negatif di balik segunung hal 
positif. Orang yang bahagia mampu melihat secuil hal positif di balik segunung 
hal negatif.

Dalam hidup ini, alangkah baiknya kita tidak menjerumuskan diri kita ke dalam 
keterpurukan. Selalu ada hal positif yang bisa kita ambil. Jangan mengorbankan 
keindahan hidup hanya untuk melihat sisi jeleknya. Jadilah orang yang 
senantiasa melihat setitik terang di dalam gelap.


      

Kirim email ke